Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2017
  MASA PRAPASKAH PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  
  Rabu, 15 Maret 2017
   
 

BIARLAH KAMI MENDIRIKAN TIGA KEMAH,
SATU UNTUK ENGKAU, SATU UNTUK MUSA
DAN SATU UNTUK ELIA

 
 
 
Yer 18:18-20 | Mzm 31:5-6.14.15-16 | Mat 20:17-28

Persengkokolan melawan Nabi Yeremia (Yer 18:18-20)

Para lawan Nabi Yeremia berkata, “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasehat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!” Perhatikanlah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah suara pengaduanku! Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Mereka telah menggali lubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri dihadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.

 

PRIA ITU kelihatannya begitu kalem, berwibawa, ramah dan begitu terbuka ketika diajak berbicara. Ia hadir di kota ini untuk mencari pekerjaan baru. Sebagai orang profesional, ia tidak butuh waktu lama. Sebuah institusi kesehatan pun menerima dirinya, karena ia memiliki keahlian yang sedang dibutuhkan. Namun dalam waktu yang realatif singkat, suara sumbang tentang dirinya mulai berdatangan. Yang mengejutkan diriku ialah, ada yang menggelari dirinya pembunuh berdarah dingin. Baru saja mulai bekerja di tempat itu, ia sudah terlibat dalam konspirasi menggeser seorang senior yang turut memberikan rekomendasi agar dirinya diterima. Saya lalu sadar, tidak ada dari antara kami yang menanyakan, mengapa seorang pria dengan keahlian seperti dirinya berhenti dari tempat kerja lama dan beralih ke pulau ini. Rupanya ada yang dia sembunyikan di tempat lamanya itu.

PARA NABI selalu berbicara tentang kebenaran, betapapun itu menyakitkan banyak orang. Nabi Yeremia dikenal sebagai pribadi yang tidak kenal kompromi kalau berbicara tentang kebusukan orang-orang Israel. Ia diutus Tuhan ketika Yehuda diperintah oleh raja Zedekia, sebelum kerajaan itu jatuh ke tangan raja Babilonia, Nebukadnezar. Membaca Kitab Nabi Yeremia, kita menangkap nuansa kegelisahan seorang utusan Allah yang melihat betapa bangsa ini tidak mau berbalik dari jalan yang salah. Maka tidak ada pilihan lain selain daripada menubuatkan keruntuhan dan siksa Allah atas ketidaksetiaan mereka. Karena itulah ia diancam oleh banyak orang, terutama oleh para penguasa yang tamak. Hal serupa dialami oleh Yesus yang diancam oleh pemimpin Israel. Ia membuka kemunafikan mereka, mengeritik cara hidup mereka yang salah, menyerukan pertobatan, membela kaum tertindas, dan sebagainya. Pola pewartaan Yesus bertentangan dengan apa yang selama ini dijalani mereka. Karena itu, agar Yesus tidak terus mengganggu mereka, sebaiknya Ia dihabisi.

KONSPIRASI melawan Yeremia dan Yesus hendak kita refleksikan dari sudut pandang pemeliharaan rohaniah kita. Yang berperanan sebagai penyeru kebenaran di sini adalah suara hati kita sendiri. Namun ada konspirasi antara karakter buruk kita dan godaan luar untuk membunuh suara hati tersebut. Walaupun tahu, korupsi itu bertentangan dengan iman, seseorang bisa membuat pembenaran atas perbuatan korupsinya. Ada yang terus menerus melakukan kejahatan dan yakin, bahwa Tuhan selalu berbelas kasih. Jika kita terus menurutinya, sekali waktu nurani kita berhenti bersuara. Kita ada di ambang kehancuran. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, doronglah kami agar tidak kompromi dengan sifat buruk kami dan godaan-godaan di sekitar kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:5-6.14-16; R: 17b)

Ref: Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setia-Mu!
  1. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mu lah kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
  2. Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, menghantuiku dari segala penjuru; mereka bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.
  3. Tetapi aku, kepada-Mu ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, “Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku!
 

Yesus akan dijatuhi hukuman mati (Mat 20:17-28)

Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya ia diolok-olok, disesah dan disalibkan, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus beserta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus, “Apa yang kau kehendaki?” Jawab ibu itu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya, ‘Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu. Sama seperti Anak Manusia, Ia datang bukan untuk dilayani,melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge