Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2017
  MASA PRAPASKAH PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  
  Senin, 27 Maret 2017
   
 

BANGUNLAH HAI KAMU YANG TIDUR, BANGKITLAH DARI ANTARA ORANG MATI, KRISTUS SEDANG MENERANGIMU

 
 
 
Yes 65:17-21 | Mzm 30:2.4-6.11-12a.13b | Yoh 4:43-54

Tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang (Yes 65:17-21)

Beginilah firman Allah, “Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru! Hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi di dalam hati. Bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan. Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorai, dan penduduknya penuh kegirangan. Aku akan bersorak-sorai karena Yerusalem dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan, dan bunyi erang pun tidak. Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk. Sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga.”

 

PERSELISIHAN dengan seorang teman dan rekan kerja membuat diriku tidak mempedulikannya. Apalagi pengaruhnya untuk tugas dan tanggung jawabku tidak besar. Karena itu, daripada terus sakit hati, saya memutuskan untuk menghindarinya. Kalaupun berpapasan paling hanya ber-"hai hai" saja. Walaupun keputusan itu dibuat dengan sadar dan berdasar argumen logis, di dalam hatiku masih tetap terasa gamang. Sampai kapan saya akan terus begini? Demikian aku terus bertanya kepada diriku. Akhirnya aku putuskan untuk menyelesaikannya. Suatu hari aku menantinya di tempat yang biasa ia lalui. Butuh keberanian dan membunuh rasa risih. Bertemulah kami. Tidak butuh waktu lama, hanya beberapa menit, semuanya selesai. Ternyata ia juga mengalami pergolakan batin yang sama. Sesudah saling memaafkan, malam itu saya tidur nyenyak. Bisul-bisul kecil yang tumbuh di leherku hilang dengan sendirinya. Hehehe... psikosomatik. Namun yang paling penting, baik aku maupun dirinya mengalami pembebasan dari beban batin akibat egoisme kami bersama.

PERTOBATAN itu menyakitkan, karena manusia mengakui dirinya lemah di hadapan Tuhan. Seringkali kesombongan menghalangi seseorang berbalik dari kesalahannya. Namun, ketika pertobatan itu sudah terjadi, buah indah yang dipetik ialah pembebasan dari dosa dan akibat-akibatnya. Nabi Yesaya mengungkapkan wahyu Tuhan, bahwa bagi orang saleh ada keselamatan menanti. Untuk menjadi saleh, seseorang harus membebaskan diri dari dosa yakni melalui pertobatan. Tanpa pertobatan, seseorang tidak dianggap layak di hadapan Tuhan. Orang yang tidak bertobat berada di luar haribaan cinta Tuhan, sehingga hakekat dirinya tidak mencapai kesempurnaan. Tobat itu dituntut oleh Yesus ketika orang-orang meminta pertolongan kepadaNya. "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya", kata Yesus. Pertobatan dari dosa ketidakpercayaan ini membebaskan orang dari kegelapan, dan layak untuk menerima rahmat Tuhan.

PEMBEBASAN sesungguhnya merupakan hadiah yang layak bagi seorang beriman yang bertobat dari dosa. Iman itu suatu karunia agung dari Tuhan yang akan terus menerus digerogoti oleh kuasa kegelapan. Ketika seseorang terbawa oleh godaan, ia membunuh kesadaran imannya, sehingga ia tidak menyadari, kalau dirinya sedang dijerat ke kehancuran jiwa. Karena itu, pertobatan harus menjadi tanggung jawab, tidak hanya pribadi tetapi juga kolektip. Sesama umat Tuhan harus saling mengingatkan, pentingnya berbalik dari jalan yang salah demi meraih rahmat pengampunan dan belas kasih Tuhan. Dalam belas kasih inilah anak-anak Allah mengalami pembebasan sejati. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, doronglah kami untuk terus berusaha meraih rahmat pembebasan melalui pertobatan dari dosa kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 30:2.4-6.11-12a.13b; R: 2a)

Ref: Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas.
  1. Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersuka cita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
  2. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihani oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
  3. Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku! Tuhan, jadilah penolongku! Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari. Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.
 

Lihatlah anakmu hidup (Yoh 4:43-54)

Sekali peristiwa Yesus berangkat dari Samaria dan pergi ke Galilea, sebab Ia sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. Setelah Yesus tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan Yesus di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, yang anaknya sakit. Ketika pegawai itu mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya, lalu meminta supaya Yesus datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya, “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” Pegawai istana itu berkata kepada-Nya, “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.” Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan khabar, bahwa anaknya hidup. Ia berkata kepada mereka, “Pukul berapa anak itu mulai sembuh?” Jawab mereka, “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.” Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya, “Anakmu hidup.” Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketia Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge