Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2017
  MASA PRAPASKAH PEKAN 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  
  Minggu, 5 Maret 2017
   
 

MANUSIA HIDUP BUKAN DARI ROTI SAJA,
TETAPI DARI SETIAP FIRMAN YANG KELUAR
DARI MULUT ALLAH

 
 
 
Kej 2:7-9; 3:1-7 | Mzm 51:3-6a.12-14.17; R.3a | Rm 5:12-19 | Mat 4:1-11

Ciptaan pertama dan dosa asal (Kej 2:7-9; 3:1-7)

Ketika Tuhan Allah menjadikan langit dan bumi, Ia membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah Timur; di situlah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu. Lalu Tuhan Allah menumbuhkan berbagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; di tengah-tengah taman itu ia menumbuhkan pohon kehidupan, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan, ular adalah binatang yang paling cerdik. Ular itu berkata kepada perempuan yang telah diciptakan Tuhan, “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon di taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Sahut perempuan itu kepada ular, “Buah pohon-pohon dalam taman ini boleh kami makan. Tetapi buah pohon yang ada di tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun kamu raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu, “Sekali-kali kamu tidak akan mati! Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Maka ia mengambil dari buahnya itu lalu dimakan dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya itu memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang. Lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

 

PEKAN PERTAMA Masa Prapaskah kita isi dengan refleksi diri atas dosa dan akibat-akibatnya di dalam hidup manusia. Jika kita amati secara seksama, tema dosa memperoleh perhatian besar di dalam sejarah keselamatan. Dosa merupakan alasan mengapa manusia hidup di luar lingkaran cinta Tuhan. Dosa menjadi alasan mengapa Tuhan merencanakan keselamatan, yang diwujudkan lewat aneka cara pewahyuan diri, mulai dengan berbagai tanda luar biasa, hukuman bagi manusia, melalui para utusan terpilih seperti para nabi, hingga akhirnya pribadi Yesus Kristus sendiri, yang rela menderita sengsara dan wafat, agar maut dikalahkan dan hidup baru disemikan.

PERTANYAAN kita ialah, sejauh mana dosa itu merusak manusia, sehingga Tuhan perlu campur tangan dan merencanakan karya keselamatan? Pertama, dosa merusak keluhuran martabat manusia dan membentuk cara pandang yang salah tentang hakekat diri ini. Ketika Adam dan Hawa makan buah di Taman Eden, dosa mereka ada pada keputusan untuk tidak mempercayai Tuhan dan mengikuti iblis. Di saat itu, hakekat manusia yang diciptakan sesuai gambaran Allah luntur oleh pengkhianatan. Hati yang telah berkhianat mencurigai sesama, sehingga ia menutup diri. Cawat daun pohon ara adalah tanda tidak lagi percaya pada keluhuran diri sesama dengan menutupi kebobrokan diri sendiri. Kedua, dosa menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Tiga godaan iblis terhadap Yesus menunjukkan iblis tidak pernah menyerah mengejar jiwa-jiwa: godaan kenikmatan ragawi, ketenaran dan kuasa. Iblis tahu di mana kelemahan manusia dan ia menyentuh bagian-bagian tersebut. Namun Tuhan memiliki rencana lain. Godaan itu berat, namun bisa dilawan. Yesus telah memberi contoh, manusia menaati dan menerapkan kehendak Tuhan tersebut. Oleh Paulus, apa yang dilakukan Yesus adalah contoh bagi semua orang beriman, yakni ketaatan satu orang telah membuat semua orang dibenarkan (bdk. Rom 5:19).

KEWAJIBAN setiap orang beriman ialah memahami godaan dan menyadari bahaya dosa bagi keselamatan jiwa. Kerusakan yang biasa dialami oleh orang yang lalai ialah tumpulnya hati nurani, sehingga dosa yang sangat kasat mata pun tidak disadarinya. Ketika suara hati sudah tumpul, godaan-godaan lain dengan mudah masuk dan mengendalikan diri manusia. Sesama manusia dimanfaatkan untuk pemuasan nafsu. Kekayaan, kuasa dan kenikmatan ragawi menjadi orientasi hidup, sehingga banyak kebajikan Kristiani diabaikan. Jika itu terjadi, baik pada diri kita sendiri maupun pada diri sesama, kita wajib membaharui diri lewat tobat, rekonsiliasi dan penitensi. Dengan itu kita kita membangun solidaritas rohani di antara sesama umat, sehingga makin banyak orang meraih keselamatan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, beri kami peneguhan agar kamipun sanggup melawan godaan, menuruti teladanMu yang mulia. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-6a.12-14.17; R: 3a)

Ref: Kasihanilah aku, ya Tuhan. Kau lah pengampun yang rahim, dan belas kasihMu
        tak terhingga.
  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu menurut besarnya rahmatMu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendiri aku berdosa, yang jahat dalam pandanganMu kulakukan.
  3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapanMu dan janganlah mengambil RohMu yang kudus dari padaku.
  4. Berilah aku sukacita karena keselamatanMu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan pujian kepadaMu.
 

Di mana pelanggaran bertambah banyak, di sana karunia menjadi berlimpah-limpah
(Rom 5:12.17-19)

Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu masuklah juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Tetapi jika oleh dosa satu orang maut telah berkuasa, lebih benarlah yang terjadi atas mereka yang telah menerima limpahan kasih karunia dari anugerah kebenaran; mereka yang hidup dan berkuasa oleh karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang, semua orang menjadi orang benar.
 

Yesus berpuasa selama empat puluh hari dan dicobai Iblis (Mat 4:1-11)

Sekali peristiwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun supaya dicobai oleh Iblis. Setelah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yeus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadaNya, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian Iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah. Lalu Iblis berkata kepadaNya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diriMu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya supaya kakiMu jangan terantuk pada batu.” Yesus menjawab kepadanya, “Ada tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu.” Lalu Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadaNya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. Iblis berkata kepadaNya, “Semua itu akan kuberikan kepadaMu jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka Yesus berkata kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Yesus, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Dia.

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge