Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2017
  MASA PRAPASKAH
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  
  Sabtu, 4 Maret 2017
  Sesudah Rabu Abu
 

BAPAMU YANG TAK KELIHATAN MELIHAT PERBUATANMU YANG TERSEMBUNYI DAN MEMBALASNYA KEPADAMU

 
 
 
Yes 58:9b-14 | Mzm 86:1-6 | Luk 5:27-32

Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap (Yes 58:9b-14)

Beginilah firman Tuhan Allah, "Apabila engkau tidak lagi mengenakkan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu. Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan, Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebut 'yang memperbaiki tembok yang tembus', 'yang membetulkan jalan', supaya tempat itu dapat dihuni. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudusKu, apabila engkau menyebut hari Sabat sebagai "Hari Kenikmatan" dan hari kudus Tuhan sebagai "Hari Yang Mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu sendiri, atau berkata omong kosong; maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan. Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan. Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan lah yang mengatakannya."

 

KELUARGA itu begitu membutuhkan tumpangan, karena uang perjalanan mereka ke Kalimantan Timur dicopet penjahat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam kebingungan yang luar biasa, keluarga itu (bapa, ibu dan seorang anak kecil) hanya bisa pasrah dengan nasibnya. Seorang petugas pelabuhan yang mengenal diriku menelpon, apakah aku bisa menolong. Aku sendiri sebetulnya keberatan, karena rumah komunitasku penuh tamu. Tapi saya tetap meminta orang tersebut untuk membawa mereka ke tempatku. Akhirnya mereka tidur di kantorku, memakai kasur cadangan. Hari berikut aku harus memikirkan bagaimana mengirim mereka ke Kalimantan Timur. Di saat yang sama, ruang kerjaku tak bisa dipakai, sementara ada pekerjaan urgen yang harus kuselesaikan. Tapi ternyata semua itu berbuah manis. Urunan anggota-anggota komunitas akhirnya memberi mereka biaya, cukup untuk sampai di tujuan. Melihat mereka menangis terharu saat akan pergi, rasanya semua rasa lelah terbayar.

BENTUK PUASA yang paling ideal menurut Nabi Yesaya ialah keputusan untuk menyangkal diri demi membahagiakan orang lain. "Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau- inginkan sendiri dan memuaskan hati orang tertidas, terangmu akan terbit di dalam gelap dan ketelapanmu akan seperti rembang tengah hari ", kata Nabi Yesaya (Yes 58:10). Di sini ada definisi baru arti puasa, yakni pelayanan yang membebaskan. Puasa itu perjuangan untuk mendisiplinkan diri sehingga tidak dikuasai oleh kegelapan, menajamkan hati nurani dan mengobarkan semangat untuk berbuat baik. Oleh Yesus, peranan itu diwujudkan dalam bentuk memanggil orang berdosa yang ditolak banyak pihak. Yesus memberikan apa hak orang berdosa itu, yakni kesempatan kedua untuk membaharui diri. "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat" kata Yesus (Luk 5:32).

MEMBERIKAN kepada orang apa yang menjadi haknya, walaupun dia orang yang paling tidak kita sukai, paling menyusahkan, paling berdosa sekalipun, hendaknya menjadi tekad kita. Sesungguhnya upaya tersebut tidak hanya menjadi berkat bagi mereka, tetapi juga menjadi proses penempaan diri kita, sehingga kita bertumbuh menjadi pribadi yang tahu mengendalikan diri, tidak terbawa hawa nafsu, kemarahan dan sebagainya. Sebaliknya, kita tetap mampu mengambil keputusan yang tepat di saat yang sulit, dan dengan sukacita menerapkannya. Apa yang kita perbuat bisa menjadi titik awal pertobatan sesama. Itulah karya Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, doronglah kami unttuk tetap melayani semua orang, termasuk mereka yang menyusahkan diri kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 86:1-6; R: 11a)

Ref: Tunjukkanlah kepadaku jalanMu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaranMu.
  1. Sendengkanlah telingaMu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi. Selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.
  2. Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepadaMu lah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hambaMu bersukacita sebab kepadaMu lah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
  3. Sebab, ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setiaMu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepadaMu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.
 

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat (Luk 5:27-32)

Sekali peristiwa Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain ikut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge