Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  MASA BIASA PEKAN 12
   
Wartakanlah Kristus yang kamu kenal dan bertahta di dalam dirimu.

SUDAH banyak kali saya melihat pengkotbah, baik di kebaktian maupun di layar televisi yang tampil dengan berkobar-kobar. Terus terang saya tidak terkesan. Pada kesempatan lain, saya juga sering mendengar pengkotbah yang melucu dari mimbar hanya supaya suasana menjadi santai dan orang tidak mengantuk. Kalau humor itu masih dalam konteks pewartaan masih bisa saya terima, tetapi kalau humor hanya sekedar supaya umat tertawa dan tidak mengantuk, saya rasa si pengkotbah justru melecehkan tugasnya sebagai pewarta Firman Tuhan. Bagi saya, yang mengesankan ialah ketika si pengkotbah mengatakan hal-hal yang mungkin biasa tetapi dengan penuh keyakinan sebagai buah dari refleksi dan meditasi, karena itu adalah cerminan kedalam spiritualnya. Bagi saya, daya gugah yang dimunculkan jauh lebih besar dan berpotensi membaharui batin orang banyak, karena si pengkotbah sendiri sesungguhnya sudah mengalami buah-buah tersebut di dalam dirinya.

Para pendengar kotbah di bukit sangat terkesan dengan Yesus. Ia mengajar sebagai orang berkuasa. KesaksianNya tentang Kerajaan Allah jelas lebih menyentuh, karena Dia adalah Kerajaan Allah itu sendiri, Dia adalah pemenuh janji keselamatan Allah, Dia adalah utusan yang sempurna. Ia mewartakan apa yang Ia miliki, bukan apa yang ‘sekedar’ ia pelajari. Dengan memberi dari diriNya sendiri, Yesus memberi kesaksian yang tak terbantahkan. Orang-orang yang tulus akan dengan mudah membuka hati bagi seluruh pelayananNya.

Inilah sesungguhnya tugas kita hari ini. Jika kita ingin orang mengimani Kristus, kita harus mewartakan Kristus yang bertahta, memberi inspirasi dan menghidupkan diri kita. Kita mewartakan Kristus yang kita kenal, yang telah menjiwai diri kita, yang telah menghantar kita kepada tahapan rohani yang dalam, sehingga kita pun sanggup bertutur kata dan berperi laku seperti diriNya. Namun bagaimana kita bisa memiliki Kristus kalau kita tidak berdoa dan merenungkan firmanNya, tidak menerima sakramen-sakramen yang diwariskanNya, dan tidak melakukan pelayanan-pelayanan kasih yang menyentuh hidup orang-orang di sekitar kita? Tantangan ini perlu ditanggapi oleh semua orang beriman, agar tugas pewartaan yang diwariskan Kristus sungguh-sungguh terwujud. (ap)

  1. Apakah cara hidup anda bisa meyakinkan orang, bahwa iman kepada Kristus itu membawa keselamatan?
  2. Buatlah niat untuk memperbaiki diri.

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Kamis, 26 Juni 2014
 
 

YANG MAKAN DARI ROTI YANG TURUN DARI SURGA AKAN HIDUP SELAMA-LAMANYA

   
   
   
 
2 Raj 24:8-17 | Mzm 79:1-5.8-9 | Mat 7:21-29

 

Raja Yoyakhin beserta semua para penguasa diangkut sebagai orang buangan ke Babel
(2 Raj 24:8-17)

Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta, puteri Elnatan, dari Yerusalem. Yoyakhin melakukan yang jahat di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan ayahnya.
Pada waktu itu majulah tentara Nebukadnezar, raja Babel, menyerang Yerusalem, dan kota itu terkepung. Nebukadnezar sendiri datang menyerang sementara orang-orangnya mengepung kota itu. Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda, mendapatkan raja Babel: ia sendiri, ibunya, perwira-perwiranya, para pembesar dan pegawai-pegawai istananya. Raja Babel menangkap Yoyakhin pada tahun yang kedelapan pemerintahannya. Seluruh isi rumah Tuhan dan isi istana raja dikeluarkannya. Dikeratnya pula emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di Bait Tuhan, seperti yang telah disabdakan Tuhan. Seluruh penduduk Yerusalem diangkutnya ke pembuangan; semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa: sepuluh ribu tawanan; juga semua tukang dan pandai besi. Tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri. Nebukadnezar mengangkut Yoyakhim ke pembuangan di Babel; juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya, dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel. Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya; sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel. Kemudian raja Babel mengangkat paman Yoyakhinm yang bernama Matanya, menjadi raja menggantikan Yoyakhin, dan menukar namanya menjadi Zedekia.

Mazmur Tanggapan (Mzm 79:1-3.5.8-9; R: 9bc)

Ref: Demi kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan, bebaskanlah kami.

  1. Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, dan membuat Yerusalem menjadi timbunan puing. Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu kepada burung-burung di udara untuk dimakan; daging orang-orang yang Kaukasihi mereka berikan kepada binatang-binatang liar di bumi.
  2. Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan. Kami menjadi celaan tetangga, olok-olok dan cemoohan orang sekitar. Berapa lama lagi cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?
  3. Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyosong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
  4. Demi kemuliaan nama-Mu, tolonglah kami, ya Allah penyelamat! Lepaskanlah kami, dan ampunilah dosa kami, oleh karena nama-Mu!
 

Rumah yang didirikan di atas wadas dan rumah yang didirikan di atas pasir (Mat 7:21:29)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, ”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan,!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surge. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?’ pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian! Enyahlah daripada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!’ Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.”
Setelah Yesus mengakhiri perkataan-Nya ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, bukan seperti ahli-ahli Taurat mereka.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge