Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  MASA BIASA PEKAN 10
   
Oleh terangMu aku melihat kebenaran. Oleh teladanMu aku dituntun menuju keselamatan.

DALAM perayaan Ekaristi pembukaan tahun sekolah,saya mewawancarai beberapa anak, apa yang mereka perlukan untuk bisa belajar dengan baik. Jawabannya bermacam-macam: buku yang memadai, ruangan sendiri yang tenang, guru les yang sabar, orang tua yang tidak cerewet, dan sebagainya. Waktu belajar yang terbaik ialah sore hingga malam. Namun tidak ada satu pun yang menyadari, bahwa untuk bisa belajar yang baik diperlukan penerangan yang memadai. Ketika saya menyampaikan hal itu, semua ketawa-ketawa, baru menyadarinya. Boleh saja fasilitas memadai, suasana yang bagus, tetapi jika tak ada cahaya, baik dari matahari maupun lampu, proses belajar itu tak akan jalan.

Berbicara tentang Kristus sebagai terang dunia, sering kita tidak melihat dan menyadari kehadiranNya di tengah kita dan peranan-peranan penting yang dijalaniNya. Kalau ditanya apa yang paling berperanan di dalam hidup, barangkali kita akan langsung berpikir tentang orang tua, pendidikan, keharmonisan sosial, dan sebagai-nya. Kristus sebagai pribadi yang berperan di belakang layar justru sering diabaikan. Kecenderungan inilah yang menjadi tekanan Yesus di dalam karya pelayanan. Ia mengingatkan para murid untuk menjadi garam dan terang dunia. Makanan terasa enak kalau garam larut di dalamnya. Terang yang memadai akan menuntun perjalanan orang-orang. Namun seperti garam dan terang yang sering dilupa-kan, murid-murid Kristus harus juga bisa menjalankan peranannya dengan benar tanpa mengharapkan balasan dan penghargaan dari dunia. Yang paling pokok ialah menyampaikan warta keselamatan. Ganjaran atas karya itu datang dari Bapa Surgawi, bukan dari dunia dan manusia yang menikmati buah-buah keselamatan itu.

Berpartisipasi di dalam karya pewartaan iman menuntut korban diri, karena umat manusia sering kali tidak menghargai keterlibatan ini. Ibarat garam dan terang yang memberi makna bagi hidup orang tanpa mereka sadari, demikian juga seharusnya peranan murid-murid Tuhan. Sanggupkah kita menjalaninya? Mari kita merenung. (ap)

  1. Temukanlah dalam hidupmu, peranan apa yang dapa anda sumbangkan sebagai garam dan terang dunia?
  2. Apa tanggapan dan reaksi anda ketika anda melihat orang-orang tidak menghargai pelayanan anda?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Selasa, 10 Juni 2014
 
 

SEPERTI BAPA MENGUTUS AKU, DEMIKIAN SEKARANG AKU MENGUTUS KAMU

   
   
   
 
1 Raj 17:7-16 | Mzm 4:2-5.7-8 | Mat 5:13-16

 

Elia melayani Tuhan, Allah Israel (1 Raj 17:1-6)

Sekali peristiwa, Elia, orang Tisme dari Tisbe Gilead, berkata kepada Raja Ahab, "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel yang kulayani, tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."
Kemudian Tuhan bersabda kepada Elia, "Pertilah dari sini, berjalan lah ke Timus dan bersembunyilah di tepi Sungai Kerit di sebelah Timur Sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu dan burung-burung gagak telah kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana." Maka Elia pergi dan berbuat seperti disabdakan Tuhan. Ia pergi dan diam di tepi Sungai Kerit di sebelah Timur Sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang, burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Mazmur Tanggapan (Mzm 4:2-5.7-8; R: 7a)

Ref: Biarlah cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan.

  1. Apabila aku berseru jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan daku. Engkau memberi kelegaan kepadaku di saat kesesakan. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku. Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan?
  2. Ketahuilah, Tuhan telah memilih bagiNya seorang yang Ia kasihi. Apabila aku berseru kepadaNya, Ia mendengarkan. Biarlah kamu marah tetapi jangan berbuat dosa. Berkata-katalah dalam hati di tempat tidurmu tetapi tetaplah tenang.
  3. Banyak orang berkata, "Siapa akan memperlihatkana yang baik kepada kita? Biarlah cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan! Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak daripada yang mereka berikan di saat mereka kelimpahan gandum dan anggur.
 

Kalian ini cahaya dunia (Mat 5:13-16)

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda, “Kalian ini garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan? Tiada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang. Kalian ini cahaya dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu di surga.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge