Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2014
  Hari Raya Tritunggal Mahakudus
   
Tuhan itu penuh misteri, tetapi aku mengalami penyertaanNya secara nyata.

SEORANG teman menyampaikan kekhawatiran ketika berhadapan dengan rekan kerja non Kristiani, yang sering bertanya, melawan, merendahkan dan menertawakan ajaran tentang Allah Tritunggal. “Bisa Pastor menjelaskan hal ini kepadaku?” tanyanya. “Saya tidak bisa menjelaskannya”, sahutku mantap. Ia terkejut. “Lalu, bagaimana bisa Pastor meyakini hal tersebut, berkotbah dan berkatekese tentang Allah Tritunggal kepada umat”, tantangnya lebih lanjut. “Akal saya tidak sanggup menyelami misteri iman ini”, sahutku, “akan tetapi Kitab Suci jelas mengajarkan tentang Allah Tritunggal. Walaupun secara intelektual tak sanggup kita memahaminya, peranan nyata Allah Tritunggal dapat dialami. Secara analogis dapat dikatakan, bahwa kita tidak pernah lihat listrik tetapi kita dapat menikmati segala sesuatu yang dihasilkan oleh daya yang tak kelihatan ini.”

Pertanyaan di atas sering dihadapi oleh orang-orang Kristiani, dan haruslah kita akui, bahwa teolog yang paling pintar sekalipun tak akan sanggup membedah misteri ini sampai tuntas. Namun secara rohaniah, pewahyuan diri Allah Tritunggal memberi sekelumit gambaran diri masing-masing pribadiNya. Pertama-tama, pada peristiwa pembaptisan Yesus di Sungai Yordan, tiga pribadi Allah semuanya hadir dan memberi legitimasi siapa diri Yesus yang sebenarnya (Mat 3:13-17). Lalu kita bisa melihat gambaran pribadi masing-masing sesuai dengan pewahyuan dalam Kitab Suci. Kita mengalami Allah Bapa yang selalu setia pada orang berdosa, mengampuni orang berdosa dan merencanakan keselamatan bagi manusia yang berdosa. Kita mengalami Allah Putera yang mendharmabhaktikan diri, sampai wafat di salib, untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Dan kita melihat Allah Roh Kudus yang terus menginspirasi orang berdosa agar mengambil alih dan meneruskan karya penyelamatan yang telah diwariskan oleh Yesus Kristus. Nah, Bapa yang setia pada orang berdosa, Putera yang mendharmabhaktikan diri bagi keselamatan orang berdosa dan Roh Kudus yang menginspirasi orang berdosa, sedikit membuka pintu untuk sejenak memandang keagungan tiga pribadi mulia ini.

Menyelami kedalaman pribadi Allah Tritunggal tak akan sanggup dilakukan oleh umat manusia. Yang bisa kita lakukan adalah melihat, mengakui penyelenggara-anNya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada jalan keselamatan yang direncanakanNya. Ingatlah selalu, bahwa pewahyuan diri Allah akan tetap berlanjut, dan kita akan tetap bisa mengalami kehadiran Tuhan dalam aneka peristiwa hidup. Yang penting kita cukup rendah hati untuk membuka diri bagi kehadiranNya. (ap)

  1. Apa pengalaman pribadi anda tentang tiga pribadi Allah Tritunggal?
  2. Apakah anda meragukan iman itu karena secara intelektual anda tak bisa memahaminya?

(c) bbss 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
4 5 6
1
2
3 4 5
  Minggu, 15 Juni 2014
 
MASA BIASA PEKAN 11
 

IA MENGUTUS ANAKNYA KE DUNIA
BUKAN UNTUK MENGHAKIMI MELAINKAN
UNTUK MENYELAMATKAN UMAT MANUSIA

   
   
   
 
Kel 34:4b-6.8-9 | Dan 3:52-56 | 2 Kor 13:11-13 | Yoh 3:16-18

 

Tuhan, Tuhan Allah, Engkau lah pengasih dan murah hati (Kel 34:4b-6.8-9)

Pada waktu itu Musa bangun pagi-pagi, dan naiklah ia ke atas Gunung Sinai, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dan membawa kedua loh batu di tangannya. Maka, turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa, dan Musa pun menyerukan nama Tuhan. Berjalanlah Tuhan lewat di depan Musa sambil berseru, “Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setiaNya!” Segera Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah lalu berkata, “Jikalau aku telah mendapat kasih karunia di hadapanMu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milikMu.”

Mazmur Tanggapan (Dan 3:52-56 ; R: 30)

Ref: Puji jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.

  1. Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami. Kepada-Mulah pujian selama segala abad. Terpujilah namaMu yang mulia dan kudus. KepadaMulah pujian selama segala abad.
  2. Terpujilah Engkau dalam baitMu yang mulia dan kudus. KepadaMulah pujian segala abad. Terpujilah Engkau di atas takhta KerajaanMu. KepadaMulah pujian selama segala abad.
  3. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya. KepadaMulah pujian selama segala abad. Terpujilah Engkau di bentangan langit. KepadaMulah pujian selama segala abad.
 

Kasih karunia Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus (2 Kor 13:11-13)

Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Hendaklah kamu sehati sepikir, dan hiduplah dalam damai sejahtera. Maka, Allah, sumber kasih dan damai sejahtera, akan menyertai kamu! Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kami sekalian.

 

Allah mengutus AnakNya untuk menyelamatkan dunia (Yoh 3:16-18)

Dalam percakapanNya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam Anak tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge