![]() |
|
|||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642 | SEARCH:
|
|||||||
| SVD Batam | SOVERDIA (Awam SVD) | Pelayanan Kitab Suci | Pelayananan Internasional | Liturgi dan Devosi | Tirta Wacana |
|---|
![]() |
Firman Tuhan untukku hari ini... |
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah. Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen) |
||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5) | ||||||
Agustus 2015 |
MASA BIASA PEKAN 22 |
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Minggu, 30 Agustus 2015 | ![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
APA YANG MASUK KE DALAM SESEORANG TIDAK MENAJISKAN, TETAPI APA YANG KELUAR DARI SESEORANG ITU YANG MENAJISKAN |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ul 4:1-2.6-8 | Mzm 25:2-3a.3cd.4ab.5 | Yak 1:17-18.21b-22.27 |
Mrk 7:1-8.14-15.21-23 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu, dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan (Ul 4:1-2.6-8) Di padang gurun seberang Sungai Yordan, Musa berkata kepada bangsanya, “Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu. Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu, dan janganlah kamu menguranginya. Dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaan dan akal budimu di mata bangsa-bangsa.” Begitu mendengar segala ketetapan ini mereka akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita berseru kepadaNya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?” |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mazmur Tanggapan (Mzm 25:2-3a.3cd.4ab.5) Refrein:
Tuhan, siapa diam di kemahMu, siapa diam di gunungMu yang suci.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Hendaklah kamu menjadi pelaku firman (Yak 1:17-18.21b-22.27) Saudara-saudaraku yang terkasih, setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. PadaNya tidak ada perubahan atau bayangan pertukaran. Atas kehendakNya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya pada tingkat yang tertentu kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaanNya. Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam dalam hatimu yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar. Sebab jika tidak demikian, kamu menipu diri sendiri. Ibadah sejati dan tak bercela di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemari oleh dunia. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia (Mrk 7:1-8.14-15.21-23) Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi – seperti orang-orang Yahudi lainnya – tidak makan tanpa membasuh tangan terlebih dahulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang. Dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Mengapa murid-muridMu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan najis?” Jawab Yesus kepada mereka, “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaKu. Percuma mereka beribadah kepadaKu, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| HARI SEBELUMNYA | INDEX | HARI BERIKUTNYA | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta) |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge |
|||