Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2015
  MASA BIASA PEKAN 20
   

Menjalankan Kewajiban Dengan Baik

CINTA KASIH telah disebut oleh Yesus sebagai sumber dari segala tata aturan yang berlaku. Hukum Taurat pun bergantung pada ketentuan ini, yakni cinta kepada Tuhan dan cinta kepada sesama manusia. Prinsip dasar ini sangat bagus dan praktis diterima oleh siapa pun yang beriman kepada Tuhan dan berkomitmen untuk membangun dunia menjadi tempat yang penuh rahmat bagi semua orang. Namun Yesus menemukan kesenjangan di dalam perwujudan hukum tersebut. Dan Ia menemukan sebuah problema penting, yakni kurangnya keteladanan dari orang-orang yang dipercayakan Tuhan berperanan sebagai pengajar bangsa Israel.

YESUS dengan tegas mengeritik pola hidup kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Golongan ini memiliki hak khusus mengajar bangsa Israel. Yesus menyebut mereka sebagai golongan yang menduduki kursi Musa. Ajaran mereka bersumber dari Hukum Taurat yang telah diwariskan oleh Musa sejak berabad-abad lewat. Karena itu inti pengajaran mereka itu penting untuk menjamin kelangsungan penghayatan iman dan perwujudannya di dalam kehidupan sosial. Ajaran mereka harus didengar dan ditaati. Tetapi Yesus menemukan, bahwa mereka yang berkuasa untuk mengajar ternyata tidak menghayatinya. Mereka menjalankan kehidupan dengan standar ganda, sehingga umat Allah tidak melihat sebuah contoh yang patut diikuti. Bagi Yesus ini persoalan serius. Ia tidak menyuruh para mruid melawan kaum Farisi dan ahli Taurat tetapi berpaling kepada "rabbi" utama, sumber dari segala ajaran, yakni Tuhan sendiri. Hanya ada satu rabbi, yakni Tuhan; hanya satu Bapa yakni Tuhan; hanya satu pemimpin yakni Tuhan.

KITA mengenal pemimpin sosial politik yang dipilih rakyat, seperti presiden, anggota parlemen, gubernur, menteri dan sebagainya. Oleh kepercayaan rakyat, mereka memiliki kuasa khusus menghatur hidup bersama. Kita juga mengenal pemimpin informal yang diterima dan dihargai karena kharismanya, seperti pemimpin agama dan tua-tua adat. Mereka dihormati, kata-kata mereka didengar, nasehat mereka dicari. Kedua model pemimpin ini perlu memperhatikan keselarasan antara apa yang diajarkan dan apa yang dilakukan. Teladan hidup presiden lebih bergema daripada orasi yang paling menggetarkan. Pola hidup seorang imam lebih kuat berpengaruh daripada kotbah atau nasehat yang dirangkai dengan kata-kata indah. Pendek kata, menjalankan kewajiban dengan benar itu menuntut kejujuran, bahwa apa yang saya ajarkan saya hayati dengan seksama. (ap)

  1. Apa penilaian anda terhadap situasi sosial politik saat ini?
  2. Masihkah anda menemukan harapan adanya pemimpin sosial dan iman yang dapat diandalkan?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 31
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Sabtu, 22 Agustus 2015
  St. Maria Ratu  
 

AKULAH ROTI HIDUP YANG TELAH TURUN DARI SURGA, BARANGSIAPA MAKAN ROTI INI AKAN HIDUP SELAMA-LAMANYA

   
   
   
 
Rut 2:1-3.8-11; 14:13-17 | Mzm 128:1-5 | Mat 23:1-12

 

Tuhan telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Dialah ayah Isai, ayah Daud (Rut 2:1-3.8-11; 4:13-17)

Naomi mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas. Pada suatu hari Rut, wanita Moab itu, berkata kepada Naomi, “Izinkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Sahut Naomi, “Pergilah, Anakku.” Maka pergilah Rut ke ladang dan memungut jelai di belakang para penyabit. Kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh. Maka berkatalah Boas kepada Rut, “Dengarlah, Anakku. Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain, dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pekerjaan-pekerjaanku wanita. Lihatlah ladang yang sedang disabit ini. Ikutilah wanita-wanita itu dari belakang. Sebab aku telah berpesan kepada para pekerja laki-laki, supaya mereka jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan itu, dan minumlah air yang dicedok oleh para pekerja itu.” Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata, “Bagaimana mungkin aku mendapat belas kasih Tuan, sehingga Tuan memperhatikan daku, padahal aku ini seorang asing?” Boas menjawab, “Aku telah mendengar kabar tentang segala sesuatu yang kau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu meninggal dunia, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang belum kau kenal.”
Beberapa waktu berselang Boas memperisteri Rut dan menghampirinya. Maka atas karunia Tuhan, Rut mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Sebab itu para wanita berkata kepada Naomi, “Terpujilah Tuhan, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Semoga nama anak ini menjadi termasyhur di Israel. Dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih. Sebab menantumu yang sayang padamu telah melahirkannya. Dia lebih berharga bagimu daripada tujuh anak laki-laki.” Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya di pangkuannya, dan dialah yang mengasuhnya. Lalu wanita-wanita tetangga memberi nama kepada anak itu dengan berkata, “Seorang anak laki-laki telah lahir bagi Naomi.” Anak itu mereka beri nama Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Mazmur Tanggapan (Mzm 128:1-5; R: 4)

Refrein: Orang yang takwa hidupnya akan diberkati.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
  2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
  3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya.
  4. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion; boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.
 

Mereka mengajarkan tetapi tidak melakukan (Mat 23:1-12)

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-muridNya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kalian turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang. Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kalian, janganlah kalian suka disebut ‘Rabi.’ karena hanya satulah Rabimu, dan kalian semua adalah saudara. Dan janganlah kalian menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kalian disebut pemimpin, karena hanya satu pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapa pun yang terbesar di antaramu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge