Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2015
  MASA BIASA PEKAN 18
   

Cemburu Itu Sangat Merusak

SELAMA bertahun-tahun terlibat di dalam karya pastoral, saya melihat, bahwa satu faktor yang sangat merusak relasi dan komunikasi, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat, ialah kecemburuan. Seseorang yang cemburu tetap menolak sesuatu yang benar menurut akal sehat. Orang yang cemburu selalu melihat sisi negatip seseorang. Tapi orang-orang ini tidak pernah mengakui kalau dirinya cemburu. Ia tidak langsung menyerang sasaran yang dicemburui tetapi mengintai dari sisi yang berbeda. Dengan demikian sasaran itu selalu ada dalam radarnya, tidak bebas dan bahkan dibatasi segala gerak-geriknya.

Harun dan Miryam cemburu kepada Musa yang memperisteri wanita Kush. Mereka tidak langsung mempersoalkan perkawinan tersebut, tetapi justru mempertanyakan karunia dan otoritas kenabian Musa. Tuhan melihat hal ini sebagai pelanggaran serius. Sudah bertahun-tahun Musa dan Harun berbagi peranan memimpin orang-orang Israel, namun karena kehadiran isteri Musa yang dicemburui, mereka berani menggugat kehendak Tuhan. Miryam pun terkena penyakit kusta sebagai hukuman. Dalam skala lebih sederhana, dapatlah juga kita temukan elemen cemburu di dalam diri Petrus. Ia seorang nelayan profesional yang mengenal dengan baik Danau Galilea. Tetapi dalam beberapa kesempatan, ia harus tunduk di hadapan Yesus yang berasal dari Nazaret, sebuah kota pegunungan. Dari sisi manusiawi, Yesus jelas kalah kelas dari Petrus dalam hal danau dan ikan. "Jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepadaMu dengan berjalan di atas air", kata Petrus. Yesus setuju, Petrus melangkah ke danau tetapi bimbang, maka tenggelamlah dia. Kecemburuan tidak membawa hasil apapun yang positip tetapi cercaan dari Tuhan karena sikap yang salah.

Di dalam hidup ini kita diberi rupa-rupa karunia. Ada yang hebat, yang lain biasa-biasa. Oleh karunia berbeda itu kita berbagi peranan membangun dunia dan Gereja. St. Yohanes Maria Vianey merupakan teladan kita. Ia bukan orang pintar tetapi sangat rendah hati. Dari kesederhanaan itulah ia justru mampu melayani umat Allah dan menjadi teladan bagi banyak orang. Kerendahan hati menuntunnya berperilaku tak tercela. Tuhan pun berkenan menggunakannya sebagai istrumen keselamatan. (ap)

  1. Pernahkah anda dirusak oleh rasa cemburu anda?
  2. Bagaimana anda menanggapi seruan Tuhan untuk bersikap rendah hati di hadapanNya ?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 31
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Selasa, 4 Agustus 2015
  St. Yohanes Maria Vianey, imam  
 

BEKERJALAH BUKAN UNTUK MAKANAN YANG DAPAT BINASA MELAINKAN MAKANAN YANG BERTAHAN SAMPAI HIDUP YANG KEKAL

   
   
   
 
Bil 12:1-13 | Mzm 51:3-7.12-13 | Mat 14:22-36

 

Musa itu seorang nabi yang lain daripada yang lain. Bagaimana kalian sampai berani menaruh syak terhadap dia? (Bil 12:1-13)

Sekali peristiwa Miryam dan Harun menaruh syak terhadap Musa karena wanita Kush yang diperisterinya. Memang Musa telah memperisteri seorang wanita dari Kush. Kata mereka, “Benarkah Tuhan bersabda dengan perantaraan Musa saja? Bukankah Ia juga bersabda dengan perantaraan kita?” Hal itu didengar oleh Tuhan. Adapun Musa, dia itu seorang yang sangat lembut hatinya melebihi siapa pun di atas bumi. Lalu tiba-tiba bersabdalah Tuhan kepada Musa, Harun dan Miryam, “Keluarlah kalian bertiga ke Kemah Pertemuan.” Maka keluarlah mereka bertiga. Lalu turunlah Tuhan dalam tiang awan dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam. Dan mereka berdua tampil. Lalu bersabdalah Tuhan, “Dengarkanlah sabda-Ku ini. Jika di antara kalian ada seorang nabi, maka Aku, Tuhan, menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan. Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. Bukan demikianlah halnya dengan hamba-Ku Musa, yang setia di seluruh rumah-Ku. Dengan Musa Aku berbicara berhadap-hadapan, terus terang, bukan dalam teka-teki. Dan ia telah melihat rupa Tuhan. Bagaimana kalian sampai berani manaruh syak terhadap hamba-Ku Musa?”
Sebab itu bangkitlah murka Tuhan terhadap mereka. Tuhan meninggalkan tempat itu, dan tiang awan naik dari atas kemah. Pada saat itu Miryam tampak kena penyakit kusta, kulitnya menjadi putih seperti salju. Ketika Harun menoleh kepadanya, tampaklah olehnya bahwa Miryam telah terkena kusta. Harun lalu berkata kepada Musa, “Ah Tuanku, janganlah kiranya dosa ini ditimpakan kepada kami. Dalam kebodohan kami telah berbuat demikian. Janganlah kiranya Miryam ini dibiarkan sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan sudah setengah busuk dagingnya.” Lalu berserulah Musa kepada Tuhan, “Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-4.5-6a.6bc-7.12-13; R: lh.3a)

Refrein: Kasihanilah aku, ya Allah, sebab aku orang berdosa.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
  3. Maka Engkau adil bila menghukum aku, dan tepatlah penghukuman-Mu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
  4. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.
 

Tuhan, suruhlah aku datang kepadaMu dengan berjalan di atas air (Mat 14:22-36)

Sekali peristiwa, setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-muridNya naik perahu dan mendahuluiNya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh pergi Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang diri di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, “Itu hantu!” Dan mereka berteriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kataNya, “Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru, “Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepadaMu dengan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tanganNya memegang dia dan berkata, “Orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?” Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sungguh, Engkau Anak Allah.” Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal oleh orang-orang setempat, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepadaNya. Mereka memohon, supaya diperkenankan menjamah jumbai jubahNya. Dan semua orang yang menjamah Dia menjadi sembuh.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge