Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2015
  MASA BIASA PEKAN 19
   

Menghargai Martabat Pelaku Dosa

DI DEKAT Seminari Tinggi Ledalero tempat dulu aku mengikuti pendidikan para calon imam, ada seorang perempuan yang kurang waras. Pada saat tertentu, ia menjadi liar, kasar dan menakutkan. Pada saat-saat seperti itu, kata-kata makian meluncur dari mulutnya. Orang-orang pada menjauh, takut dihajar olehnya. Suatu siang, saya dan teman-teman melihatnya di ujung jalan, tempat kami biasa berdiri ngobrol. Di tangannya ada sebilah kayu panjang. Kami agak was-was melihatnya. Anak-anak sekolah yang lewat berlari ketakutan. Juga sejumlah ibu yang melintas. Ketika ia mendekati pohon rindang, kami melihat ada seorang biarawati duduk di sana. Kami mengingatkannya untuk waspada. Biarawati itu menyapanya dengan ramah. Kami melihat perempuan itu duduk di samping biarawati itu dan menangis. "Saya hanya minta luka di kaki saya diobati", katanya sambil menangis, "tapi mereka selalu berpikir saya bohong karena saya gila." Agak lucu juga, tapi keramahan suster itu membuatnya tenang.

Seorang yang tertangkap melakukan kejahatan, walaupun ia bersalah ia tetap melawan ketika akan ditangkap. Seseorang yang berselingkuh akan tetap membela diri walaupun tertangkap basah. Seorang yang berdosa akan berusaha membenarkan diri walaupun semua orang tahu. Perilaku ini jelas menyusahkan banyak pihak. Sambil tidak membenarkan kesalahan, Yesus memberi anjuran yang bermartabat, yakni pendekatan persaudaraan. Dalam iklim persaudaraan yang tulus, orang tidak menjadi hakim bagi yang salah sehingga orang yang bersalah pun tetap bisa dengan tulus mengaku salah dan tentu dengan tekad membaharui diri. Walaupun seorang bersalah, kita wajib memperlakukan dirinya dengan penuh penghargaan. Dia mempunyai martabat yang perlu kita hormati.

Tidak mudah bagi kita untuk mewujudkan keinginan Kristus ini. Kita lebih mudah terbawa rasa sakit hati atau kesombongan pribadi dan cenderung menghakimi. Untuk bisa melakukan pendekatan persaudaraan yang tulus, kita memang perlu berjuang untuk rendah hati, sabar, penuh penghargaan terhadap orang, dan sebagainya. Tanpa itu kita hanya terjebak dalam lingkaran saling menyerang tak berujung dan membuahkan kekerasan demi kekerasan. Kita perlu memperbaiki diri kita. (ap)

  1. Sanggupkah anda menghargai orang yang berdosa?
  2. Siapkah anda melatih diri dalam pendekatan penuh persaudaran?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 31
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Rabu, 12 Agustus 2015
     
 

HANYA DIA YANG DATANG DARI BAPA YANG
BISA MENGENAL BAPA. BARANGSIAPA YANG PERCAYA AKAN MEMILIKI HIDUP KEKAL

   
   
   
 
Ul 34:1-12 | Mzm 66:1-3a.5.8.16-17 | Mat 18:15-20

 

Musa tutup usia sesuai dengan sabda Tuhan dan tiada lagi seorang nabi seperti dia yang muncul (Ul 34:1-12)

Pada waktu akan meninggal, naiklah Musa dari dataran Moab ke pegunungan Nebo, yakni ke puncak Pisga, yang berhadapan dengan Yerikho. Di sana Tuhan memperlihatkan kepada Musa seluruh negeri Kanaan; daerah Gilead sampai ke kota Dan, seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah Barat, tanah Nagep dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon kurma itu, sampai Zoar. Dan bersabdalah Tuhan kepadanya, “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub: ‘Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini.’ Engkau boleh melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.” Lalu tutup usialah Musa, hamba Tuhan, di sana di tanah Moab sesuai dengan sabda Tuhan. Ia dikuburkan oleh Tuhan di suatu lembah di tanah Moab di hadapan Bet-Peor, dan sampai hari ini tiada ada orang yang tahu kuburnya. Musa berumur seratus dua puluh tahun ketika ia meninggal dunia, matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya.
Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. Dan Yosua bin Nun dipenuhi dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah menumpangkan tangan atasnya. Sebab itu orang Israel taat kepada Yosua dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. Tetapi tiada lagi seorang nabi yang bangkit di antara orang Israel seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka. Betapa hebatnya segala tanda dan mukjizat yang dilakukan Musa atas perintah Tuhan di tanah Mesir terhadap Firaun dan semua pegawainya serta seluruh negerinya. Betapa hebatnya segala perbuatan megah dan tindakan dahsyat yang dilakukan Musa di depan seluruh bangsa Israel.

Mazmur Tanggapan (Mzm 66:1-3a.5.8.16-17)

Refrein: Terpujilah Allah, yang mempertahankan jiwa kami hidup.

  1. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah, “Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu.”
  2. Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah, Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia. Pujilah Allah kami, hai para bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!
  3. Marilah, dengarkanlah, hai kamu sekalian yang takwa pada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.
 

Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali (Mat 18:15-20)

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-muridNya, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan dikau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu, Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di surga. Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul demi namaKu, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge