Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2015
  MASA BIASA PEKAN 21
   

Iman Dan Budi Berjalan Seiring

SANTO AGUSTINUS, Uskup Hippo, pujangga gereja. Pola refleksinya sangat berpengaruh pada perkembangan teologi Gereja dan masih bergema hingga hari ini. Padahal, sebelum menjadi imam, ia seorang pendosa dan bermoral rendah. Namun, dalam kesesatan itu ia masih tetap membuka wawasan intelektual dan mendengar suara hatinya. Suara hati itu menjadi pintu bagi Tuhan, sehingga walaupun melalui proses yang panjang, ia pada akhirnya bertobat dan menyumbangkan keahliannya untuk pelayanan dalam Gereja. Santo Agustinus terjaga tepat pada waktunya dan siap menyambut Pengantin Surgawi, Yesus Kristus.

KERAJAAN ALLAH diibaratkan pengantin yang datang tanpa berita. Para gadis pengiring pengantin itu harus berjaga-jaga. Mereka tertidur karena kelelahan, tetapi pelita mereka menyala karena minyaknya memadai. Di saat pengantin datang, hanya gadis dengan pelita bernyala yang boleh masuk ruang perjamuan dan mengambil bagian dalam sukacita perkawinan. Paulus melengkapinya dengan nasehat untuk hidup kudus, bebas dari dosa percabulan, juga sebagai tindakan berjaga-jaga menantikan kedatangan Sang Pengantin.

SEPERTI St. Agustinus, kita juga orang berdosa. Namun panggilan Allah tetap ditujukan kepada kita. Bagaimana kita berjaga agar pelita kita tetap bernyala? Pertama-tama, dengan mengembangkan bakat-bakat kita sampai batas maksimal. Bakat adalah karunia Tuhan, mengembangkannya berarti menghormati kehendak Tuhan. Kedua, tetap membuka diri bagi pewahyuan diri Tuhan, walaupun secara intelektual sulit kita terima. Justru ketika akal budi kita tidak sanggup menyelami segala rahasia ini, iman mengambil kendali dan menerangi hidup kita. Ketika iman dan budi saling melengkapi, kita boleh berharap jalan keselamatan terbuka di depan kita. (ap)

  1. Apa makna tindakan berjaga-jaga bagi anda saat ini?
  2. Sejauh mana anda bisa menyelaraskan iman dan intelek anda?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 31
23 24 25 26 27 28 29
30 31 1 2 3 4 5
  Jumat, 28 Agustus 2015
  St. Agustinus, uskup dan pujangga gereja  
 

SABDAMU ADALAH SABDA YANG HIDUP DAN KEKAL, KAMI PERCAYA DAN TAHU BAHWA ENGKAULAH YANG KUDUS DARI ALLAH

   
   
   
 
1 Tes 4:1-8 | Mzm 97:1-2b.5-6.10-12 | Mat 25:1-13

 

Inilah kehendak Allah, yaitu supaya kamu semua kudus (1 Tes 4:1-8)

Saudara-saudara, demi Tuhan Yesus kami minta dan menasehati kalian. Kalian telah mendengar dari kami, bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang sudah kalian turuti! Tetapi baiklah kalian melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kalian tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. Yang dikehendaki Allah adalah supaya kamu semua kudus. Ia menghendaki agar kalian menjauhi percabulan. Hendaknya kamu masing-masing hidup dengan isterinya sendiri, dalam kekudusan dan kehormatan, bukan dalam keinginan hawa nafsu, seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dalam hal-hal ini jangan ada orang memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Sebab Tuhan akan membalas semuanya itu, atau sebagaimana dahulu telah kami katakan dan kami tegaskan kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan yang cemar, melainkan untuk melakukan apa yang kudus. Karena itu barangsiapa menolak ini, bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan Roh Kudus-Nya juga kepadamu.

Mazmur Tanggapan (Mzm 97:1-2b.5-6.10-12; R: 12a)

Refrein: Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar.

  1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan tahta-Nya.
  2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
  3. Hai orang-orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan! Dia memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya dan akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.
  4. Terang sudah terbit bagi orang benar dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.
 

Lihatlah pengantin datang, pergilan menyongsong dia! (Mat 25:1-13)

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-muridNya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak. Sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena pengantin itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru, ‘Pengantin datang! Songsonglah dia!’ Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ‘Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam.’ Tetapi yang bijaksana menjawab, ‘Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kalian. Lebih baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.’ Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin, dan yang sudah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup. Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, ‘Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!’ Tetapi tuan itu menjawab, ‘Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kalian.’ Karena itu, berjaga-jagalah sebab kalian tidak tahu akan hari maupun saatnya.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge