Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2015
  MASA BIASA PEKAN 3
   
Mengatasi Prahara Hidup Bersama Kristus

PENGEMBARAAN Odysseus pasca meraih kemenangan dalam Perang Troya begitu sarat dengan penderitaan. Selama sepuluh tahun ia terperangkap dalam labirin kehendak para dewa. Semua kejayaan dilucut dari dirinya, semua prajurit binasa dalam pengembara-an. Ketika akhirnya Odysseus mencapai Itakha, ia hanya seorang diri, sosok yang dilupakan sejarah. Hanya kesetiaan Penelope, isterinya, dan keluhuran budi Telemakhus, anaknya, beserta sejumlah hamba yang setia menjadi penghibur. Ia pun meraih kembali takhtanya. Kegigihan dalam perjuangan karena tempaan yang dialami, dilengkapi oleh kesetiaan isterinya, telah membawa drama kehidupannya ke akhir yang membahagiakan. Demikian kisah dari mitologi Yunani kuno (Ferry, L. The Wisdon of the Myth: how the Greek mythology can change your life. New York: Harper Perennial, 2014. pp. 167-168).

Prahara kehidupan dihadapi secara langsung oleh para murid. Mereka tidak tahan uji walaupun Yesus ada bersama mereka. Mereka menghormati Yesus sebagai guru yang penuh kharisma, tetapi belum sampai pada pemahaman bahwa Yesus adalah Tuhan yang melayani manusia. Karena keterbatasan ini mereka belum percaya penuh pada Yesus. Mereka masih menganggapnya manusia seperti yang lain, walaupun sangat istimewa. Di sini Tuhan bertindak, prahara hidup diatasi oleh belas kasih dan kuasa Ilahinya, ketenangan dipulihkan, barulah pewahyuan baru disampaikan. “Mengapa begitu takut? Mengapa tidak percaya?” kata Yesus. Dengan katan lain, “Jangan pernah takut kalau Aku ada bersamamu.” Inilah yang pengalaman rohaniah ingin kita alami dalam hidup masa kini. Hadapilah selalu badai kehidupan dengan harapan penuh, bahwa Tuhan akan membantu. (ap)

  1. Apa pengalaman penyertaan Tuhan yang paling konkrit yang pernah anda alami?
  2. Perubahan apa yang anda alami karena penyertaan Tuhan tersebut?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge


kaum muda
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 31
  Sabtu, 31 Januari 2015
masa biasa 2015
 
St. Yohanes Bosco, imam
 

WAKTUNYA TELAH GENAP, KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT, BERTOBATLAH DAN
PERCAYALAH KEPADA INJIL

   
   
   
 
Ibr 11:1-2.8-19 | Luk 1:69-75 | Mrk 4:35-41

 

Abraham menantikan kota yang dirancang dan dibangun oleh Allah sendiri (Ibr 11:1-2.8-19)

Saudara-saudara, iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman, Abraham taat ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang diterimanya menjadi milik pusakanya. Ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ia tuju. Karena iman, ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing, dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang beralas kokoh, yang dirancang dan dibangun oleh Allah sendiri. Karena iman pula, Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia yakin bahwa Dia, yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya, dari satu orang, yang malah telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit atau pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.
Dalam iman, mereka semua telah mati sebagai orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi hanya dari jauh mereka melihatnya. Mereka melambai-lambai kepadanya dan mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Andaikata dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal yang mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke sana. Tetapi yang mereka rindukan adalah tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air surgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.
Karena iman, Abraham rela mempersembahkan Ishak tatkala ia dicobai. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan, "Keturunan yang berasal dari Ishak lah yang akan disebut keturunanmu." Abraham percaya, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Mazmur Tanggapan (Luk 1:69-75; R: lh 68)

Ref: Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.

  1. Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, Putera Daud, hambaNya. Seperti dijanjikanNya dari sediakala, dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.
  2. Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua lawan yang membenci kita. Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.
  3. Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita, akan membebaskan kita dari tangan musuh. Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.
 

Angin dan danau pun taat kepada Yesus (Mrk 4:35-41)

Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk. Perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepadaNya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, meghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepadaNya?”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge