Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2015
  MASA BIASA PEKAN 1
   
Perjumpaan Yang Mengubah Arah Hidup

MUNGKIN ada orang yang berpikir, bahwa Simon dan Andreas serta Yohanes dan Yakobus tidak mempertimbangkan secara matang ketika memutuskan mengikuti Yesus. Baru saja bertemu Yesus mereka sudah meninggalkan segalanya lalu mengikuti Dia. Pertanyaan yang muncul ialah, bagaimana mereka bisa dengan mudah mengenali Mesias?

Seperti orang Israel lain, Andreas dan kawan-kawannya mengenal Taurat dan nubuat nabi-nabi. Mereka sudah mempunyai pengetahuan tentang Mesias. Hati mereka ibarat ladang yang sudah disiapkan. Ketika ditanam, iman dengan mudah bertumbuh dan membawa harapan. Tapi mengapa orang-orang lain menolak Yesus? Jawabannya teletak pada kepekaan untuk membedakan, mana roh yang benar dan mana yang tidak benar. Kepekaan itu terletak dalam suara hati. Walaupun belum sempurna, para nelayan ini telah terbina suara hatinya, sehingga kekaguman atas diri Yesus dengan mudah mendorong mereka menerima kehadiran dan perananNya sebagai Mesias. Mereka tak punya alasan untuk menolak panggilan Yesus.

Hidup kita merupakan ziarah yang panjang dan penuh dengan tantangan. Ada saatnya kita merasa begitu yakin dengan jalan keselamatan, di saat lain iman kita goyah karena aneka tekanan yang kita hadapi. Apa pun situasinya, kewajiban kita ialah menjaga agar kualitas hati nurani tidak sampai merosot. Nurani yang bersih memampukan kita memahami apa kehendak Tuhan di dalam peristiwa-peristiwa hidup. Menyadari peranan Tuhan akan memberi kekuatan dan peneguhan. (ap)

  1. Menurut anda, apakah pola pendidikan umum dan keluarga telah memadai untuk membentuk hati nurani anda dan keluarga anda?
  2. Jika belum usaha apa yang harus dikembangkan di masa mendatang?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 31
  Senin, 12 Januari 2015
masa biasa 2015
 
 

AKU MEMBAPTIS KAMU DENGAN AIR,
TETAPI IA YANG ADA DI TENGAH KAMU AKAN MEMBAPTIS KAMU DENGAN ROH KUDUS

   
   
   
 
Ibr 1:1-6 | Mzm 97:1.2b.6.7c.9 | Mrk 1:14-20

 

Allah berbicara kepada kita dengan pengantaraan AnakNya (Ibr 1:1-6)

Saudara-saudara, pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan pengantaraan para nabi. Tetapi pada zaman akhir ini Allah telah berbicara kepada kita dengan pengantaraan AnakNya. AnakNya itulah yang ditetapkanNya sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta. Dialah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Dialah yang menopang segala yang ada dengan sabdaNya yang penuh kekuasaan. Dan setelah selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi. Ia jauh lebih tinggi daripada malaikat-malaikat sebagaimana nama yang dikaruniakan kepadaNya jauh lebih indah daripada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu Allah pernah berkata, "AnakKu lah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan." Ataupun, "Aku akan menjadi Bapanya dan Ia menjadi AnakKu." Lagi pula, ketika mengantar pula AnakNya yang sulung ke dunia, Ia berkata, "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

Mazmur Tanggapan (Mzm 97:1.2b.6.7c.9; R: lh. 7c)

Ref: Hendaknya semua malaikat sujud menyembah Allah.

  1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilah dan hukum adalah tumpuan takhtaNya.
  2. Langit memberitakan keadilanNya dan segala bangsa melihat kemuliaanNya. Segala dewata sujud menyembah Allah.
  3. Sebab, ya Tuhan, Engkaulah yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.
 

Bertobatlah dan percayalah kepada Injil (Mrk 1:14-20)

Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, “Waktunya sudah genap! Kerajaan Allah sudah dekat! Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Ketika Yesus Sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari ikutlah Aku, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.” Mereka segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge