Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2015
  MASA BIASA PEKAN 2
   
Tantangan Yang Dihadapi Karena Iman

IBU ANASTASIA sering pergi ke Gereja pada hari biasa. Sebagai seorang janda purna karya, ia menghabiskan banyak waktunya untuk berdoa, membersihkan gereja, dan banyak pekerjaan kecil-kecil di pastoran, tanpa dibayar. Baginya, berdoa dan membantu di gereja itu sebuah kegembiraan. Bahkan ketekunannya telah membuahkan inspirasi bagi banyak orang untuk lebih rajin berdoa dan turut serta membantu pelayanan di paroki. Tidak demikian halnya bagi anak-anaknya. Mereka merasa tingkah laku Ibu Anastasia itu memalukan. Mereka risih melihatnya selalu berlutut di bangku depan dan berdoa berjam-jam, membersihkan toilet umum, mengumpulkan sampah dan sebagainya. Mereka memaksanya berhenti karena merusak reputasi mereka. Beberapa waktu kemudian Ibu Anastasia masuk rumah sakit. Tak ada penyakit fisik. Ia sakit karena depresi. Ketika anak-anak mengijinkannya kembali ke aktivitas semula, semua penyakit hilang dengan sendirinya.

Keluarga Yesus merasa terganggu. Perubahan diri Yesus menjadi buah bibir banyak orang. Ada banyak ceritera positip tetapi yang lain memandangnya secara negatip. Mereka tak sanggup mendengar cibiran itu. Dengan tindakan mengambil Yesus, mereka bermaksud memulihkan reputasi keluarga yang “hancur” karena Yesus. Sempitnya cara berpikir ini membuat mereka tak bisa melihat karunia besar dari Tuhan atas diri mereka. Mungkin mereka termasuk di dalam kalangan yang melawan Yesus. Dengan itu benarlah kata Yesus, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluiarganya dan di rumahnya” (Mrk 6:4).

Apakah yang kita cari dengan percaya kepada Kristus? Kehormaan dunia? Kekayaan? Kuasa? Tak ada! Yang kita cari adalah keselamatan. Dan keselamatan ini memiliki standar sendiri, yang sering tak sejalan dengan kehidupan masyarakat. Siapkah kita menghadapinya seperti pengalaman Yesus sendiri? (ap)

  1. Pernahkah anda ditantang oleh keluarga anda karena iman kepada Kristus?
  2. Jika ada, apa tanggapan anda?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 31
  Sabtu, 24 Januari 2015
masa biasa 2015
 
hari ketujuh pekan doa sedunia
 

MEREKA DATANG DAN MELIHAT DI MANA
YESUS TINGGAL, DAN HARI ITU MEREKA TINGGAL BERSAMA-SAMA DENGAN DIA

   
   
   
 
Ibr 9:2-3.11-14 | Mzm 47:2-3.6-9 | Mrk 3:20-21

 

Kristus masuk ke dalam tempat kudus dengan membawa darahNya sendiri (Ibr 9:2-3.11-14)

Saudara-saudara, dalam kemah suci, yaitu bagian yang paling depan, terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus. Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang mahakudus. Kristus telah datang sebagai Imam Agung demi kesejahteraan masa yang akan datang. Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan buatan tangan manusia, artinya tidak termasuk ciptaan ini, dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus, bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darahNya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat pelunasan yang kekal. Sebab, jika darah domba dan lembu jantan dan percikan abu lembu muda mampu menguduskan mereka yang najis sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang atas dorongan Roh Abadi telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tidak bercacad; betapa darah ini akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Mazmur Tanggapan (Mzm 47:2-3.6-9; R: 6)

Ref: Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.

  1. Hai segala bangsa berteputanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
  2. Allah telah naik diiringi sorak sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkanlah mazmur.
  3. Sebab, Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa. Di atas takhtaNya yang kudus Ia bersemayam.
 

Orang-orang mengatakan Yesus tidak waras lagi (Mrk 3:20-21)

Sekali peristiwa Yesus bersama murid-muridNya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluargaNya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, “Ia tidak waras lagi.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge