Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2015
  MASA BIASA PEKAN 1
   
Bersukacita Dengan Rendah Hati

SESUDAH memenangkan pemilihan presiden Indonesia di tahun 2014, Joko Widodo menghimbau para pendukungnya untuk tidak berlebihan merayakan keberhasilan sampai lupa daratan, jangan sampai menyakiti kelompok masyarakat yang kalah calon presiden yang didukungnya. Masyarakat harus tetap bisa mengendalikan diri, karena sikap lupa daratan dapat menimbulkan konflik horisontal baru. Sikap rendah hati dan terutama terbuka merangkul pihak yang kalah akan menuntun ke rekonsiliasi nasional. Rekonsiliasi akan menciptakan suasana tenang yang menunjang pembangunan bangsa. Di dalam rekonsiliasi, semua pihak kembali disatu- kan oleh tujuan bangsa yakni kesejahteraan bagi semua orang.

Orang kusta yang disembuhkan Yesus itu bersukacita karena kesembuhan. Yesus mengingatkan dia untuk menjalankan kewajibannya, yakni memperlihatkan diri kepada para imam dan mempersembahkan korban sesuai dengan Taurat Musa. Itu merupakan rekonsiliasi dengan masyarakat, setelah terkucil dari kehidupan umum karena penyakitnya. Namun orang tersebut hanya mau bergembira karena karunia tersebut, tetapi tidak peduli dengan kewajibannya. Orang-orang yang melihat hal ini bisa menilai, bahwa itu semua terjadi karena anjuran Yesus. Akibatnya, Yesus gamang untuk masuk terang-terangan ke dalam kota. Sukacita yang tak terkendali dan lupa akan kewajiban iman ternyata membawa buah yang tidak menyenangkan.

Kita tentu tidak dilarang untuk bersukacita karena karunia yang kita peroleh dari Tuhan, apa pun bentuknya. Namun yang lebih penting bukanlah mengungkapkan sukacita tetapi menumbuhkan semangat rendah hati dan tetap memegang teguh tugas perutusan kita, yakni berkarya demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan umat manusia. Kerendahan hati akan mengontrol diri kita sehingga tetap mengakui peranan Tuhan. Kita pun semakin tau siapa diri kita dan apa peranan Tuhan di dalam hidup kita. (ap)

  1. Pernahkan ada sukacita yang membuat anda lupa diri?
  2. Apa akibat buruk yang anda alami? Bagaimana anda memperbaiki diri?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge


menuju perayaan 140 tahun svd
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 31
  Kamis, 15 Januari 2015
arnold janssen
 
St. Arnoldus Janssen, imam, pendiri SVD, SSpS dan SSpSAP
 

AKU MEMBAPTIS KAMU DENGAN AIR,
TETAPI IA YANG ADA DI TENGAH KAMU AKAN MEMBAPTIS KAMU DENGAN ROH KUDUS

   
   
   
 
Ibr 3:7-14 | Mzm 95:6-11 | Mrk 1:40-45

 

Hendaklah kalian saling menasihati setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini"
(Ibr 3:7-14)

Saudara-saudara, dikatakan Roh Kudus, "Pada hari ini jika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman, pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatanKu, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu dan berkata: Selalu mereka sesat hati dan tidak mengenal jalanKu, sehingga Aku bersumpah dalam murkaKu, mereka takkan masuk ke tempat perhentianKu."
Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hati karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang pada keyakinan iman kita yang semula sampai pada akhirnya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 95:6-11; R: 8)

Ref: Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, "Janganlah kalian bertegar hati."

  1. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaanNya serta kawanan dombaNya.
  2. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suaraNya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai Aku, padahal mereka melihat perbuatanKu.
  3. Empat puluh tahun lamanya Aku muak terhadap angkatan itu; maka Aku berkata, "Mereka ini bangsa yang sesat hati! Mereka tidak mengenal jalanKu." Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu, "Mereka takkan masuk ke tempat istirahatKu."
 

Orang kusta lenyap penyakitnya dan menjadi tahir (Mrk 1:40-45)

Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuanNya, katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu dan ia menjadi tahir.
Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, kataNya, “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagi bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Yesus tinggal di luar kota, di tempat-tempat yang sepi, namun orang terus juga datang kepadaNya dari segala penjuru.

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge