Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2015
  MASA BIASA PEKAN 2
   
Tuhan Lebih Berkuasa Daripada Hukum

DALAM merancang suatu anggaran pendapatan dan belanja, satu pos yang perlu diperhatikan ialah pos pengeluaran tak terduga. Walaupun pada prinsipnya orang perlu menjaga agar tidak keluar dari rancangan yang sudah ada, kejadian-kejadian tak terduga sering juga menuntut pengeluaran yang lebih besar. Dengan pos itu, pos-pos lain tidak terganggu. Pengeluaran dapat dikendalikan, dan keseimbangan anggaran tidak sampai merusak seluruh tatanan keuangan secara keseluruhan.

Yesus bukanlah seorang yang selalu ingin melawan tata aturan yang berlaku, tetapi Ia memberi ruang gerak yang memadai untuk pengecualian karena tuntutan situasi. Dalam kisah Injil di atas, kita menemukan pengecualian yang didasarkan pada pengalaman Daud di dalam pelariannya, ketika ia hendak dibunuh oleh Raja Saul. Ketika tiba di Nob, Daud dan pengikutnya yang kelaparan ditolong oleh imam Ahimelekh, yang memberi mereka makan dari roti sajian, yang tak boleh dimakan oleh orang biasa selain para imam (bdk. 1 Sam 21:1-6). Jika menuruti aturan, tindakan Daud dan Ahimelekh itu salah, tetapi dalam situasi khusus, tindakan itu dibenarkan, bahkan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Situasi tak terduga akan selalu menjadi warna di dalam penghayatan iman. Ajaran iman seperti yang tertera dalam Katekismus Gereja Katolik, yang didukung oleh tata aturan dalam Kitab Hukum Kanonik, selalu dapat dikalahkan oleh satu prinsip yang lebih besar, yakni “Salus animarum suprema lex” (keselamatan jiwa-jiwa adalah hukum utama). Dengan kata lain, demi keselamatan, tata aturan boleh dilangkahi. Dalam kasus di atas, Yesus mengorban-kan aturan demi keselamatan jiwa, sementara orang Farisi mengorbankan jiwa demi tegak-nya aturan. Mana yang ingin anda teladani, tentukanlah dengan bijaksana. (ap)

  1. Pernahkah anda berhadapan dengan dilema antara menegakkan aturan atau memilih kemanusiaan?
  2. Apa buah-buah yang anda peroleh dari sikap tersebut?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 30 31 1 2
25 26 27 28 29 30 31
  Selasa, 20 Januari 2015
masa biasa 2015
 
hari ketiga pekan doa sedunia
 

MEREKA DATANG DAN MELIHAT DI MANA
YESUS TINGGAL, DAN HARI ITU MEREKA TINGGAL BERSAMA-SAMA DENGAN DIA

   
   
   
 
Ibr 6:10-20 | Mzm 111:1-2.4-5.9.10c | Mrk 2:23-28

 

Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman (Ibr 6:10-20)

Saudara-saudara, Allah bukan tidak adil. Maka tidak mungkin Ia lupa akan pekerjaan dan kasih yang kamu tunjukkan terhadap namaNya lewat pelayananmu terhadap orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang lestari, sampai apa yang kamu harapkan akhirnya benar-benar kamu miliki. Kami ingin kalian jangan menjadi lamban, tetapi tetap bersemangat mengikuti jejak mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. Ketika Allah memberikan janjiNya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diriNya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripadaNya. Dalam sumpah itu Ia berjanji, "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berpimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." Abraham menanti dengan sabar, dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.
Kalau orang bersumpah, ia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan baginya sumpah itu menjadi suatu pengukuhan yang mengakhiri segala kesangsian. Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji, dan supaya mereka benar-benar percaya akan perutusanNya, Allah telah mengikat diriNya dengan sumpah. Kedua kenyataan ini, janji dan sumpah, tidak berubah-ubah, dan tentang itu Allah tidak mungkin berdusta. Jadi maksud Allah mengikat janji dengan sumpah ialah, supaya kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat, bahwa kita akan menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, sauh yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, yakni ketika Ia, menurut tata imamat Melkisedek, menjadi Imam Agung untuk selama-lamanya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 111:1-2.4-5.9.10c; R: 5b)

Ref: Tuhan selamanya ingat akan perjanjianNya.

  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
  2. Perbuatan-perbuatanNya yang ajaib dijadikan peringata; Tuhan itu pengasih dan penyayang. Kepada orang takwa diberikanNya rezeki. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjianNya.
  3. Ia memberikan kebebasan kepada umatNya, Ia menetapkan perjanjianNya untuk selama-lamanya; kudus dan dahsyatlah namaNya! Dia akan disanjung sepanjang masa.
 

Hari Sabat diadakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk hari Sabat (Mrk 2:23-28)

Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-muridNya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Jawab Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan ? Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung lalu makan roti sajian – yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam – dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge