Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2017
  MASA BIASA PEKAN 33
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30    
  Sabtu, 25 November 2017
   
 

KAMU ADALAH ANAK-ANAK TERANG YANG BERJAGA MENANTIKAN TUHAN YANG DATANG LAKSANA PENCURI DI WAKTU MALAM

 
 
 
1 Mak 6:1-13 | Mzm 9:2-3.4.6.16b.19 | Luk 20:27-40

Karena segala kejahatan yang kuperbuat terhadap Yerusalem, maka aku sekarang mati dalam kepedihan yang besar (1 Mak 4:36-37.52-59)

Raja Antiokhus menjelajahi wilayah pegunungan Persia. Didengarnya kabar bahwa Elimais, sebuah kota di negeri Persia, termasyhur karena kekayaan perak dan emas. Lagipula di kota itu ada sebuah kuil yang sangat kaya, karena di sana disimpan alat-alat perang emas, serta baju baja dan senjata yang ditinggalkan Aleksander, putera Pilipus, raja Makedonia, yang mula-mula menjadi raja atas orang-orang Yunani. Maka Antiokhus pergi ke kota itu serta menjarahnya. Tetapi ia tidak berhasil karena maksudnya ketahuan oleh penduduk kota itu. Mereka memberikan perlawanan kepada raja, sehingga ia melarikan diri dari situ dan dengan menyesal mau kembali ke kota Babel. Kemudian datanglah seseorang ke daerah Persia memberi tahu raja, bahwa bala tentaranya yang memasuki negeri Yudea sudah dipukul mundur. Khususnya Lisias yang berperang dengan bala tentara yang kuat telah dipukul mundur oleh orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi itu bertambah kuat karena senjata, pasukan dan banyak barang rampasan yang mereka peroleh dari tentara yang sudah mereka kalahkan. Mereka telah membongkar juga patung berhala yang didirikan oleh raja di atas mezbah di Yerusalem. Mereka telah memagari Bait Suci dengan tembok-tembok tinggi seperti dahulu. Demikian pula halnya dengan Bet-Sur, salah satu kota raja.
Mendengar ceritera itu, maka tercenganglah raja dan sangat kacau pikirannya. Ia merebahkan diri di ranjang dan jatuh sakit karena sakit hati, sebab semuanya tidak terjadi sebagaimana diinginkannya. Berhari-hari raja berbaring di ranjangnya dan terus menerus dihinggapi kemurungan besar. Ketika ia merasa akan meninggal, dipanggilnya semua sahabatnya lalu dikatakannya kepada mereka, “Tidur sudah lenyap dari mataku dan hatiku hancur karena kemasygulan. Maka dalam hati aku berkata: Betapa besar keimpitan dan kemalangan yang menimpa diriku sekarang ini! Padahal aku ini selalu murah hati dan tercinta dalam kekuasaanku! Tetapi teringatlah aku sekarang akan segala kejahatan yang telah kuperbuat terhadap Yerusalem dengan mengambil perkakas perak dan emas yang ada di kota itu dan menyuruh menumpas penduduk Yerusalem dengan sewenang-wenang. Sekarang aku menjadi insyaf bahwa semua itulah sebabnya aku ditimpa malapetaka ini. Sungguh, aku sekarang jatuh binasa di negeri asing dengan amat sedih hati.”

PERJALANAN dari Rembang (Jawa Tengah) ke Surabaya cukup panjang. Seorang teman menemaniku, sehingga perjalanan itu tak terlalu membosankan. Matahari terik dan menyilaukan, karena itu temanku memakai kacamata rayban. Sesudah sejam perjalanan, tiba-tiba temanku itu berkata, "Kok bisa ya, dari tadi mendung tapi gak turun hujannya." Aku terkejut! "Mana mendungnya?" kataku heran, "Matahari terik begini!" Ternyata ia tidak sadar sedang memakai kacamata rayban itu. Aku menyuruhnya mencopot kacamata itu. Kamipun tertawa geli karena kekonyolan tersebut. Walaupun sederhana, pengalaman itu memberi pelajaran berharga, bahwa apa yang ada di depan mata berpengaruh pada cara kita memandang dan menilai sesuatu.

GOLONGAN Saduki beranggotakan banyak orang dari kalangan elite ekonomi, politik dan keagamaan. Kelompok ini hanya percaya pada Kitab Taurat Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan) sebagai Kitab Suci, dan menolak semua tradisi para nabi yang banyak diterima kalangan lain di Israel. Mereka juga tidak percaya pada kebangkitan dan para malaikat. Dari latar ini datanglah pertanyaan kepada Yesus dalam Injil hari ini. Jawaban Yesus merujuk ke pengalaman pertemuan Musa dengan Yahweh di Gunung Horeb (Kel 3:6), ketika Tuhan menetapkan Musa menjadi utusan-Nya menghadap Firaun, penguasa Mesir. Yesus mengeritik cara pandang kaum Saduki, karena ukuran yang mereka pahami itu yang diletakkan di hadapan Tuhan. Padahal Tuhan, sumber dan tujuan hidup manusia, sejak awal penciptaan manusia telah merencanakan kehidupan kekal bersama-Nya. Pandangan yang salah telah menutup mata kaum Saduki. Mereka sesat dan bisa menyesatkan orang lain.

ANTIOKHUS bisa menjadi contoh, bagaimana cara pandang yang salah mempengaruhi kata dan tindakan. Ia menilai kekuasaannya sebagai hak dan alasan untuk dikasihi orang. Padahal kekuasaan itu telah membuatnya bertindak sewenang-wenang. Kini ia dilawan orang Persia dan dikalahkan. Demikian juga tentaranya di Yerusalem. Jika Antiokhus menghargai martabat bangsa lain, ia mungkin tidak menghadapi kejatuhan seperti itu. Inilah cara pandang yang harus kita hindari. Kita menghormati orang lain, kita menghormati Tuhan. Kita hidup sesuai Firman-Nya dan mentaati hukum-hukum-Nya. Kita menghargai martabat manusia. Bukankah dengan itu bumi menjadi tempat kediaman yang indah bagi semua orang? (ap)

Tuhan Yesus Kristus, murnikanlah mata hati dan luruskanlah akal budi kami, agar kami tidak menyimpang dari jalan-Mu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 9:2-4.6.16b.19; R: 16a)

Ref: Ya Tuhan, aku bergembira atas kemenanganMu.

  1. Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, aku mau menceriterakan segala perbuatanMu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau bermazmur bagi namaMu, ya Yang Mahatinggi.
  2. Sebab musuku telah mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapanMu. Engkau menghardik bangsa-bangsa, dan telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya.
  3. Kakinya terperangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri. Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup (Luk 20:27-40)

Pada suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini: ‘Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan istri tetapi tidak meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.’ Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak. Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga, dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu. Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak. Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu? Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
Berkatalah Yesus kepada mereka, “Orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dalam orang mati tidak kawin dan dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena di hadapan Dia semua orang hidup.” Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawabMu itu tepat sekali.” Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge