Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2017
  MASA BIASA PEKAN 30
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30    
  Kamis, 2 November 2017
  Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
 

OLEH ROH KUDUS, KAMU TELAH BERBALIK
DARI BERHALA-BERHALA DAN BERPALING HANYA PADA KRISTUS, SANG PENYELAMAT

 
 
 
2 Mak 12:43-46 | Mzm 130:1-8 | 1 Kor 15:20-24a.25-28 | Yoh 6:37-40

Sungguh, suatu pemikiran yang mursid dan saleh memikirkan kebangkitan (2 Mak 12:43-46)

Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan, bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat, bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu, disuruhnyalah mengadakan kurban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosanya.

BERZIARAH ke makam orang tua dan leluhur masih tetap saya lakukan, setiap kali kembali ke kampung kelahiran saya. Tak ada yang istimewa, tetapi kunjungan itu selalu membangun relasi batin melalui doa dan kenangan akan hidup dan perbuataan besar yang mereka lakukan di masa lalu. Perlukah berdoa untuk mereka? Saya selalu merasa perlu. Tuhan itu mahakuasa dan penuh belas kasih. Ia pasti mengganjari mereka kebahagiaan surgawi, karena saya mengalami kebaikan-kebaikan mereka, dan hampir tidak pernah mendengar ada kejahatan serius yang dilakukan.

MENDOAKAN orang yang telah wafat merupakan kebiasaan rutin di dalam Gereja Katolik. Praktek ini didasarkan pada iman Yudas Makabeus, pejuang Yehuda yang ingin memurnikan iman bangsa Israel dari pengaruh kekafiran. Di antara para prajuritnya ternyata ada yang mengimani berhala dalam bentuk jimat. Mereka tidak berserah diri sepenuhnya pada Tuhan. Perilaku seperti ini jelas tidak tepat dan bertentangan dengan prinsip iman yang berpusat pada Kristus, sebagaimana dijabarkan oleh St. Paulus. Semua orang akan mati namun dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Perjuangan kita didasarkan pada iman, bahwa di akhir jaman, semua orang dibangkitkan oleh Yesus Kristus, untuk dipersatukan dalam Kerajaan Kekal.

IDEALNYA, seorang yang berdosa perlu bertobat dari dosanya dahulu sebelum menghadap Sang Pencipta. Karena itu Tuhan menghendaki manusia selalu berjaga-jaga. Akan tetapi kita tidak selalu berjaga-jaga. Maut bisa datang menjemput di saat kita belum siap, belum sempat bertobat dari dosa. Maka yang kita andalkan adalah belas kasih Tuhan dan dukungan doa dari orang beriman. Himpunan orang beriman itu mencakupi baik yang masih hidup di dunia maupun yang telah beralih ke alam kekal. Semua berhimpun di seputar Kristus. Menyatukan pujian dalam doa, kita berharap, belas kasih Tuhan tercurah atas semua orang. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kiranya kenangan akan jiwa orang beriman mendorong kami untuk selalu berjaga-jaga dalam penantian. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 130:1-8; R: 1)

Ref: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadamu, ya Tuhan.

  1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan. Tuhan dengarkanlah seruanku! Biarlah telingaMu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.
  2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahanku, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi padaMu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepadaMu.
  3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti dan akan mengharapkan FirmanNya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih daripada pegawai mengharapkan pagi.
  4. Lebih daripada pengawal mengharapkan bagi, berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
  5. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus (1 Kor 15:20-24a. 25-28)

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-musuhNya di bawah kakiNya. Musuh terakhir yang Ia binasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukanNya di bawah kakiNya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “Segala sesuatu telah ditaklukkan”, sudah barang tentu Allah sendiri, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah Kristus, tidak termasuk di dalamnya. Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawahNya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

 

Setiap orang yang percaya kepada Anak Allah beroleh hidup yang kekal, dan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman (Yoh 6:37-40)

Dalam rumah ibadat di Kapernaum, Yesus berkata kepada orang banyak, “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu, jangan sampai ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepadaNya, beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge