Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2017
  MASA PASKAH PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
           
23 24 25 26 27 28 29
30            
  Rabu, 26 April 2017
   
 

KARENA ENGKAU MELIHAT ENGKAU
PERCAYA, BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA

 
 
 
Kis 5:17-26 | Mzm 34:2-9 | Yoh 3:16-21

Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak (Kis 5:17-26)

Imam Besar Yahudi dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki di Yerusalem, mulai bertindak terhadap jemaat, sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. Tetapi waktu malam, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar. Kata Malaikat itu, “Pergilah, berdirilah di Bait Allah, dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Mereka menaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ.
Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. Tetapi ketika para petugas datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya, dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu. Tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun kami temukan di dalamnya.”
Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepada mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar, “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.” Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah lalu mengambil rasul-rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut kalau-kalau orang banyak melempari mereka dengan batu.

MELANJUTKAN refleksi hari Senin yang lalu: buah sikap rendah hati Nikodemus adalah ia menerima pewahyuan tentang alasan Yesus hadir di dunia sebagai manusia. Karena dosa manusia? Atau karena alasan lain? Ada banyak pertimbangan yang benar, namun intinya ialah, karena cinta Tuhan kepada manusia tak pernah surut walaupun manusia selalu berdosa. Ketika berbicara tentang akar perutusan Yesus, yakni cinta, Nikodemus sendiri mengalami keluhuran dan keagungan cinta itu. Yesus cenderung konfrontatip menghadapi kalangan Farisi, tetapi karena ketulusan dirinya, ia sangat dihargai Yesus.

UNGKAPAN cinta Tuhan mungkin tidak sanggup diselami oleh akal budi manusia. "Begitu besar kasih Allah akan dunia, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal", kata Yesus (Yoh 3:16). Mengapa dosa manusia diampuni Tuhan? Karena cinta! Mengapa manusai diselamatkan? Karena cinta! Mengapa Tuhan menciptakan alam semesta? Karena cinta juga. Mengapa demikian? Karena hakekat Tuhan itu sendiri adalah cinta. Tak terbayangkan adanya Tuhan tanpa hakekat cinta yang membawa sukacita dan keselamatan itu. Terdorong oleh cinta itu lah, para rasul diselamatkan dari cengkeraman kaum penguasa Yahudi, agar mereka tetap berpeluang mewartakan keselamatan yang datang dari Tuhan.

KERENDAHAN HATI membawa karunia sukacita, karena belas kasih Tuhan begitu nyata, menyentuh langsung hidup manusia. Saya bahkan berani menuliskan, bahwa ada nuansa sebab akibat di sana. Karena kerendahan hatinya, Nikodemus memperoleh belas kasih Tuhan; sebaliknya karena belas kasih Tuhan, Nikodemus berkembang menjadi orang yang rendah hati. Tidak menjadi soal yang mana lebih utama, karena yang terpenting ialah, semua itu mengarah ke pemahaman tentang jalan keselamatan yang hanya diraih melalui salib dan kebangkitan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kiranya kami bertumbuh menjadi pemenang atas egoisme kami sendiri dan sepenuhnya berpasrah pada diri-Mu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:2-9; R: 7a)

Ref: Orang yang tertindas berseru dan Tuhan mendengarkan.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
  2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentarankku.
  3. Tunjukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
  4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.

Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia (Yoh 3:16-21)

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia,tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat; membenci terang dan tidak datang kepada terang itu supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge