April 2017 |
|
PEKAN SUCI |
|
|
|
| |
|
|
| |
|
Minggu, 9 April 2017 |
|
|
| |
MINGGU PALEM - Yesus masuk Yerusalem |
|
| |
LIHATLAH, HAI PUTERI SION,
RAJAMU DATANG, IA LEMAH LEMBUT DAN MENGENDARAI SEEKOR KELEDAI
|
|
| |
|
| |
|
| |
|
|
Bacaan sebelum perarakan: Mat 21:1-11
Yes 50:4-7 | Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24 | Flp 2:6-11 | Mat
26:14 – 27:66 |
|
| |
|
|
PEREMPUAN MUDA itu mendapat dua surat cinta pada waktu bersamaan. Yang satu terangkai indah dengan kata-kata yang penuh bunga, sangat menyanjung dan memabukkan. Rayuan itu begitU romantis sehingga sulit baginya untuk mengabaikannya begitu saja. Yang satu lagi sangat sederhana, tidak banyak kata-kata puitis, tetapi sarat dengan kejujuran, jelas menyatakan jati diri penulisnya. Dalam kebingungan, ia menunjukkan kedua surat itu kepada ibunya. Sang ibu yang berpengalaman makan asam garam kehidupan membaca dengan tenang dan teliti lalu membuat penilaian. Pria pertama suka menikmati hidup, ia melimpahi dirimu dengan keindahan, tetapi tak bertahan ketika ada kesulitan. Pria kedua akan melimpahi hidupmu dengan kejujuran dan fakta nyata, bukan mimpi, dan akan tetap berdiri di sampingmu dalam segala situasi. Tanpa ragu perempuan muda itu menerima pria kedua, keputusan yang membawa damai di hati.
KATAKANLAH kepada Puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang. Ia lemah lembut, mengendarai seekor keledai. Ia tidak mengendarai kereta perang, tidak ditarik kuda-kuda perkasa, tidak diiringi oleh pengawal-pengawal bersenjata. Ia tak menebar ketakutan, tapi membawa cinta dan pengorbanan yang tulus, yang tidak hanya memberi rasa aman dan damai, tetapi memotivasi orang untuk turut menjadi juru damai. Mungkinkah Putersi Sion masih mau berpaling dari Raja Damai ini? Puteri Sion tidak hidup tanpa kesulitan. Ia dianiaya, ditindas, diperbudak, dinodai, tapi ia tetap berharap penuh pada Raja Damai. "Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, sebab aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu", demikian kata Nabi Yesaya. Mengapa demikian? Karena Raja Damai merendahkan diri-Nya dengan mengambil rupa seorang manusia dan taat sampai mati, bahkan mati di salib (Flp 2:7-8, agar Puteri Sion dan segenap saudaranya diselamatkan. Karena itu tak ada kata takut akan salib, kawatir akan masa depan, karena hati yang damai tidak takut menerima salib. Baginya salib adalah jalan pemurni jiwanya dan peneguh seluruh hidupnya. Murid yang setia tidak akan melarikan diri, melainkan tinggal dan berjuang bersama Sang Guru.
KEGEMBIRAAN ketika hendak menerima sebuah salib yang berat, mungkinkah itu? Logika manusiawi kita tidak memberi tempat, tapi pengalaman Yesus dan para murid hari ini membahasakannya. Ketika para murid membentangkan pakaian di jalan dan bersorak bernyanyi mengiringi Yesus, mereka mewartakan sukacita Paskah kepada semua peziarah di Yerusalem. Mungkin mereja juga tidak mengerti, bahwa salib merupakan jalan wajib menuju kemuliaan. Namun saat ini, yang ada ialah sukacita iman bersama Sang Guru yang memasuki kemuliaan Yerusalem. Sebagai umat beriman, kita perlu mendalami pribadi Raja Damai ini, sehingga selaku murid yang akan menghadapi salib yang sama, kita memiliki kekuatan untuk memikulnya dengan setia. Ada salib melunturnya iman oleh materialisme, salib merenggangnya relasi dan komunikasi anggota keluarga, salib konflik kerja, salib kejahatan dan dosa, dan aneka salib lain. Janganlah berputus asa, lakukanlah yang terbaik dan letakkan harapan pada Tuhan untuk melengkapinya. (ap)
Tuhan Yesus Kristus, kiranya hari-hari PEKAN SUCI ini mendorong kami lebih dalam merenungkan salib dan sukacita iman kami. Amin!
(c) 2017 twm
|
 |
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan (Mat 21:1-11) (sebelum perarakan)
Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus dan murid-muridNya telah
dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus
menyuruh dua orang muridNya dengan pesan, “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat, dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepadaKu. Jikalau ada orang menegur kamu, katakanlah ‘Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya’.” Hal itu terjadi supaya genaplah Firman yang disampaikan oleh para nabi, 'Katakanlah kepada Putri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.'
Maka, pergilah kedua murid itu, dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka, dan Yesus pun naik ke atasnya. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya meng-hamparkan pakaiannya di jalan; ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan dan di belakang Yesus berseru, Hosana bagi anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosana di tempat yang mahatinggi!” Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu, dan orang berkata, “Siapakah orang ini?” Dan orang banyak itu menyahut, “Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea!”
|
|
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahun bahwa aku tidak akan mendapat malu (Yes 50:4-7)
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah memberi membuka telingaku, dan memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku, sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu |
|
Mazmur Tanggapan (Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24; R: 10d)
Ref:
Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan aku?
- Semua yang melihat aku mengolok-olok; mereka mencibir dan menggelengkan kepala. Mereka bilang, “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah meluputkannya, biarlah Allah meluputkannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?”
- Sekawanan anjing mengerumuni aku; gerombolan penjahat menge-pung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku, Segala tulangku dapat kuhitung.
- Mereka membagi pakaianku di antara mereka, dan membuang undian atas jubahku. Tetapi Engkau, ya Tuhan, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku.
|
|
Yesus Kristus telah merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia (Flp 2:6-11)
Saudara-saudara, walaupun dalam rupa Allah, Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahiNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut lah segala yang ada di langit, yang ada di atas bumi dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa semua lidah mengakui: Yesus Kristus adalah Tuhan.
|
|
BACAAN SINGKAT:
Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus menurut Matius (Mat 27:11-54)
Sesudah ditangkap dan dihadapkan ke Makhamah Agama Yahudi, Yesus lalu dihadapkan kepada walinegeri, yakni Pilatus. Dan walinegeri bertanya kepada-Nya, "Benarkah Engkau raja orang Yahudi?" Jawab Yesus, "Engkau sendrii yang mengatakannya." Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap diri-Nya, Yesus tidak mau memberi jawaban apapun. Maka kata Pilatus kepada-Nya, "Tidakkah Engkau dengar, betapa banyak tuduhan saksi-saksi ini tehradap Engkau?" Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah hatapun, sehingga walinegeri itu menjadi sangat heran. Tetapi menjadi kebiasaan bagi walinegeri untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya, namanya Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus bertanya kepada mereka, "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskanbagimu, Barabas atau Yesus yang disebut Kristus?" Pilatus sebenarnya tahu, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya, "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia." Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. Walinegeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka, "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka, "Barabas!" Kata Pilatus, "Kalau begitu, apa yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru, "Ia harus disalibkan!" Kata Pilatus, "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun semakin keras mereka berteriak, "Ia harus disalibkan!" Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata, "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini! Itu urusan kamu sendiri!" Dan seluruh rakyat menjawab, "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya, lalu diserhakan kepada mereka untuk disalibkan.
Serdadu-serdadu walinegeri membawa Yesus ke gedung pengadilan lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungu pada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala Yesus, lalu memberi Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olol Dia, "Salam, hai Raja orang Yahudi!" Mereka meludahi-Nya lalu mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudha mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan jubuah itu dari pada-Nya, dan mengenakan kembali pakaian-Nya sendiri. Kemudian mereka membawa Yesus ke luar untuk disalibkan. Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumlah dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
Maka sampailan mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya tempat tengkorak. Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu; setelah mengecapnya Yesus tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Yesus, para serdadu itu membagi-bagikan pakaian Yesus dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: Inilah Yesus, Raja Orang Yahudi. Bersama dengan Yesus disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya/ Orang-orang yang lewat di sana menghujat Yesus, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata, "Hai Engkau yang mau merobohkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu! Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib!" Demikian juga imam-imam kepala, bersama ahli Taurat dan tua-tua, mengolok-olok Yesus dan berkata, "Orang lain Ia selamatkan tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Dia Raja Israel? Bailah Ia turun dari salib dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah; biarlah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah." Bahkan penyampun-penyamun yang disalibkan bersama dnegan Yesus mencela-Nya demikian juga.
Mulai dari jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, "Eli! Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata, "Ia memanggil Elia!" Dan segera mendekatlah seorang dari mereka. Ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata, "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia." Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. (semua bersujud hening) Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, dan terjadilah gempa bumi. Bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka, dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lal masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Ketika menyaksikan gemba bumi dan apa yang telah terjadi, kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga Yesus menjadi sangat ketakutan dan berkata, "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah."
|
| |
|
|
HARI SEBELUMNYA | INDEX | HARI BERIKUTNYA |
| (Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta) |
|
|
|