Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2017
  PEKAN SUCI
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
           
23 24 25 26 27 28 29
30            
  Rabu, 12 April 2017
  dalam pekan suci
 

LIHATLAH, HAI PUTERI SION,
RAJAMU DATANG, IA LEMAH LEMBUT DAN MENGENDARAI SEEKOR KELEDAI

 
 
 
Yes 50:4-9a | Mzm 69:8-10.21-22.31.33-34 | Mat 26:14-25

Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi (Yes 50:4-9a)

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengarankku untuk mendengar seperti murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sungguh, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?

 

PENGKIANATAN Yudas masih menjadi tema yang relevan untuk mengingatkan umat beriman akan bahaya dosa. Yesus sendiri pun menjadi korban dosa tersebut. Yudas mungkin punya kesempatan untuk memperbaiki diri, tetapi ia tidak melakukannya. Ia bahkan mengkahiri hidupnya secara tragis di kemudian hari. Pengkianatan itu memakan korban dirinya sendiri. Namun, apakah kita tinggal diam, ketika pengkianatan itu terjadi.

KEHIDUPAN sebagai murid Kristus tidaklah disenangi oleh banyak orang, karena nilai-nilai yang diupayakannya melawan semua bentuk ketidakadilan tersebut. Padahal dunia sangat menikmati ketidakadilan, karena di sana ia berpeluang mengambil segala sesuatu bagi dirinya sendiri. Bagaimana kita menghadapinya? Pertama, bukalah pengkianatan itu agar si pelaku berkesempatan untuk bertobat. Jika ia bertobat, kita memenangi jiwanya untuk Tuhan. Namun ketika ia tidak mau mundur, kita berpaling pada Tuhan sebagai sumber kehidupan. Harapan kita diletakkan di dalam tangan-Nya, sehingga Ia yang melihat penderitaan kita dapat menolong kita. Dan akhirnya kita mendidik komunitas umat beriman, agar selalu melihat firman Tuhan sebagai pedoman hidup, sehingga berkat rahmat Tuhan itu, kita hanya berpikir untuk melakukan yang baik. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga pengorbanan-Mu menginspirasi kami agar mau berbuat sesuatu untuk kepentingan sesama kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 69:8-10.21-22.31.33-34; R: 14cb)

Ref: Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan, jawablah aku
        pada waktu Engkau berkenan
.

  1. Karena Engkaulah, ya Tuhan, aku menanggung cela; karena Engkaulah, noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  2. Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belas kasihan tetapi sia-sia, dan waktu aku haus mereka memberi aku minum anggur asam.
  3. Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur; Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orangNya yang ada dalam tahanan.
 

Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! (Mat 26:14-25)

Sekali peristiwa pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Dimanakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru, waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah.
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya, “Bukan aku, ya Tuhan?” Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!” Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge