Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2017
  MASA PRAPASKAH PEKAN 5
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
           
23 24 25 26 27 28 29
30            
  Senin, 3 April 2017
   
 

AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP,
BARANGSIAPA PERCAYA PADAKU AKAN
HIDUP SELAMA-LAMANYA

 
 
 
Dan 13:1-9.15-17.19-30.33-62 | Mzm 23:1-6 | Yoh 8:1-11

Sungguh, aku mati, meskipun aku tidak melakukan suatu pun dari yang mereka tuduhkan (Dan 13:41c-62 - SINGKAT)

Pada waktu itu Susana dijatuhi hukuman mati atas tuduhan berbuat serong. Maka berserulah Susana dengan suara nyaring, “Allah yang kekal, yang mengetahui apa yang tersembunyi, dan mengenal sesuatu sebelum terjadi. Engkau pun tahu Bahwa mereka it memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati, meskipun aku tidak melakukan sesuatu pun dari yang mereka dustakan tentang aku.” Maka Tuhan mendengarkan suaranya. Ketika Susana dibawa keluar untuk dihabisi nyawanya, Allah membangkitkan roh suci dalam diri seorang anak muda, Daniel namanya. Anak muda itu berseru dengan suara nyaring, “Aku tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!” Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya, “Apa maksud kata-katamu itu?” Daniel pun lalu berdiri di tengah-tengah mereka, katanya, “Demikian bodohkah kamu, hai orang Isarel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti? Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!”
Maka bergegaslah rakyat kembali ke tempat pengadilan. Orang tua-tua berkata kepada Daniel, “Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami, sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua.” Lalu kata Daniel kepada orang yang ada di situ, “Pisahkanlah ke dua orang tua-tua tadi jauh-jauh, maka mereka akan diperiksa.” Setelah mereka dipisahkan satu sama lain, Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya, “Hai engkau yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum oang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kau bunuh. Oleh sebab itu, jikalau engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?” Sahut orang tua-tua itu, “Di bawah pohon mesui!” Kembali Daniel berkata, “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah telah menerima firman dari Allah untuk membelah engkau!” Setelah orang itu disuruh pergi, Daniel pun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu, “Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu birahi telah membengkokkan hatimu. Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel, dan mereka pun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu! Oleh karena itu katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kau dapati mereka bercampur?” Sahut orang tua-tua itu, “Di bawah pohon berangan!” Kembali Daniel berkata, “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya engkau binasa!”
Maka berserulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya. Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya. Sesuai dengan taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah.     (LIHAT BACAAN PANJANG)

 

PANITYA pembangunan sebuah gereja melawan pastor parokinya terkait kebijakan pembangunan tersebut. Menurut banyak orang, yang benar itu pastor parokinya, karena ia bermaksud menjaga agar dana yang dengan susah payah dihimpun dari umat itu tidak sampai terpakai untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Ia tidak mengijinkan biaya tambahan untuk beberapa hal yang masih bisa ditunda. Ternyata panitya mengundurkan diri. Sang pastor paroki kaget tapi tak bisa berbuat apa-apa. Seorang pengusaha yang prihatin dan memahami pastor itu menawarkan bantuan. Timnya mengambil alih pekerjaan yang sudah terlanjur rusak. Hasilnya? Gereja selesai pada waktunya dan diberkati oleh uskup sehingga dapat dipergunakan untuk beribadat.

ADA DUA kisah tentang martabat manusia dalam refleksi hari ini. Dari kitab Daniel, kita mendengar kisah tentang Susana, isteri Yoyakim, yang dirusak martabatnya oleh dua tua-tua, orang yang justru dipercayai komunitas Yahudi perantauan sebagai pengadil jika ada persoalan di tengah umat. Bertindak karena nafsu birahi, mereka justru hendak menghancurkan Susana yang tidak sudi menuruti keinginan mereka. Kisah kedua adalah perempuan yang meghancurkan martabat dirinya sendiri dengan berzinah. Menurut hukum Taurat, perempuan itu harus dirajam dengan batu sampai mati. Memanfaatkan situasi ini, orang-orang Yahudi sekaligus ingin menghancurkan Yesus. Yesus justru tampil sebagai pengadil yang membuka sekaligus menghancurkan kedok massa yang beringas. "Barangsiapa yang tidak berdosa, ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini", kata Yesus. Tak ada yang berani, mereka tahu mereka berdosa.

MENYELAMATKAN martabat manusia, itulah misi Tuhan dan para utusan-Nya. Daniel menyelamatkan Susana sekaligus menghukum dua tua-tua berdosa. Yesus menyelamatkan wanita berzinah, menigingatkannya untuk tidak berdosa, sekaligus menyadarkan para penghakim, bahwa mereka pun sama berdosanya dengan perempuan itu. Martabat manusia rentan terhadap dosa, baik yang datang dari dalam diri sendiri maupun yang datang dari luar. Karena itu, sesungguhnya tugas utama kita ialah mengatasi dan mematikan sumber dosa, serta memulihkan peluang meraih keselamatan. Dosa itu merusak hakekat kita tetapi pengampunan memulihkannya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami juga mau melupakan egoisme kami sendiri dan berjuang demi martabat sesama kami. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 23:1-6; R: 4ab)

Ref: Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.
  1. Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan daku.
  2. Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya sebab Engkau bersertaku. Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
  3. Engkau menyediakan hidangan bagiku dihadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah. Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku seumur hidupku. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini (Yoh 8:1-11)

Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Yesus duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah, lalu berkata kepada Yesus, “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari dengan batu perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatmu tentang hal ini?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Yesus membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setlah mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya, “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya, “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge