Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2016
  MASA BIASA PEKAN 21
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 31 1 2 3
  Jumat, 26 Agustus 2016
   
 

ADA ORANG YANG TERARKHIR YANG AKAN MENJADI TERDAHULU DAN ADA ORANG YANG TERDAHULU YANG AKAN MENJADI TERAKHIR

 
 
 
1 Kor 1:17-25 | Mzm 33:1-2.4-5.10ab.11 | Mat 25:1-13

Kami memberitakan Kristus yang tersalib, suatu sandungan bagi kebanyakan orang, tetapi bagi mereka yang terpanggil, merupakan hikmat Allah (1 Kor 1:17-25)

Saudara-saudara, Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil; dan ini pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan sampai menjadi sia-sia. Sebab pemberitaan tentang salib memang suatu kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Karena ada tertulis, ‘Aku akan membinasakan hikmat orang-orang arif dan melenyapkan kearifan orang-orang bijak.’ Di manakah terdapat orang berhikmat? Di manakah si ahli Taurat? Di manakah orang cerdik pandai dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Sebab hikmat Allah telah menentukan bahwa dunia dengan hikmatnya tidak mengenal Allah. Oleh karena itu Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya berkat kebodohan pemberitaan Injil. Orang Yahudi menuntut tanda dan orang Yunani mencari hikmat. Tetapi kami memberitakan Kristus yang tersalib, suatu sandungan bagi orang Yahudi, dan kebodohan bagi orang bukan Yahudi. Tetapi bagi mereka yang dipanggil, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan dan hikmat Allah! Karena yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia, dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia.

 

PENGALAMAN mendampingi seorang katekumen dewasa berpendidikan tinggi dengan pengalaman matang dalam bisnis dan organisasi telah membantu diriku memahami sisi lain dari spektrum hidup sebagai orang beriman. Ternyata pendidikan ilmu sosial dan pengalamanku dalam bidang jurnalistik sangat membantu di dalam menjabarkan nilai-nilai iman yang abstrak. Ketika mendalami sosiologi komunikasi dulu, saya tidak berpikir bahwa pengetahuan ini membantu. Sekarang, ketika nilai-nilai Injil harus dijabarkan dalam konteks sosial, saya menyadari, pilihan saya belajar di bidang ini menjadi persiapan tepat untuk mewujudkan misiku.

Perumpamaan tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh menjadi ilustrasi pentingnya membekali diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang menjawabi situasi iman. Yesus menyadari, tanpa pengetahuan sosial yang baik, iman terlalu melambung di awan-awan dan tidak menyentuh langsung hidup manusia. Santo Paulus melukiskan itu dalam konteks salib. Di mata orang orang intelektual, terutama di lingkungan budaya Yunani, salib itu satu kebodohan, tidak sesuai dengan logika berpikir. Namun bagi kalangan beriman, salib itu sebuah tanda kemenangan. Akal budi bertemu dengan iman. Salib membawa keselamatan merupakan dalil yang tidak masuk akal, tetapi dengan merujuk ke sejarah keselamatan, iman justru menyempurnakan akal dan membawa berkat bagi kemanusiaan.

Dalam sejumlah situs internet dan media-media sosial, ada kecenderungan untuk menerapkan standar, bahwa seorang ilmiahwan seharusnya tidak percaya adanya Tuhan. Kesaksian sejumlah ilmiahwan yang menemukan pencerahan dalam iman dianggap sekedar kisah delusi seseorang yang tidak konsekuen dengan profesinya. Dalam banyak hal, kaum intelektual itu bukan tidak beriman tetapi kritis terhadap penerapan iman. Ada dokter ahli bedah yang sangat trampil, tak pernah lupa berdoa sebelum dan sesudah pembedahan. Ada konselor yang handal tak lupa memohon bimbingan Roh Kudus ketika akan konsultasi. Bagi saya, daya manusia yang dipadu dengan daya Ilahi justru lebih dahsyat kekuatannya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami memanfaatkan bakat-bakat dan kemampuan kami untuk turut membangun kerajaan-Mu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 33:1-2.4-5.10ab.11; R: 5b)

Ref: Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan.

  1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
  2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
  3. Tuhan menggagalkan rencana bangsa-bangsa; ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa. Tetapi rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.
 

Lihatlah pengantin datang, pergilah menyongsong dia (Mat 25:1-13)

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpaan ini kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh membawa pelita tetapi tidak membawa minyak, sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena pengantin itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru, ‘Pengantin datang! Songsonglah dia!’ Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ‘Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam.’ Tetapi yang bijaksana menjawab, ‘Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kalian. Lebih baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.’ Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin dan yang sudah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah, lalu pintu ditutup. Kemukian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, ‘Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!’ Tetapi tuan itu menjawab, ‘Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kalian.’ Karena itu, berjaga-jagalah sebab kalian tidak tahu akan hari maupun saatnya.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge