Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2016
  MASA BIASA PEKAN 20
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 31 1 2 3
  Selasa, 16 Agustus 2016
   
 

IA MENURUNKAN ORANG YANG BERKUASA
DARI TAHTA SEDANGKAN ORANG-ORANG
YANG HINA DINA DITINGGIKAN

 
 
 
Yeh 28:1-10 | Ul 32:26-28.30.35c-36d | Mat 19:23-30

Engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun engkau menganggap dirimu sama dengan Allah (Yeh 28:1-10)

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai Anak Manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah sabda Tuhan Allah, angkau telah menjadi tinggi hati dan berkata, ‘Aku ini Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan.’ Padahal engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel. Tiada rahasia yang tersembunyi bagimu. Dengan hikmat dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kau kumpulkan dalam perbendaharaanmu. Karena engkau sangat pandai berdagang, engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau menjadi sombong.” Oleh karena itu beginilah sabda Tuhan Allah, “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah, maka sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas. Mereka akan menghunus pedang melawan hikmatmu yang terpuja dan menajiskan semarakmu. Mereka akan menurunkan dikau ke liang kubur dan engkau akan mati seperti orang mati terbunuh di tengah lautan. Apakah engkau masih akan mengatakan di depan pembunuhmu, ‘Aku ini Allah?’ Padahal bagi para penikammu engkau adalah manusia, bukan Allah. Engkau akan mati seperti orang tak bersunat, dibunuh oleh orang asing. Sebab Akulah yang mengatakannya.”

 

DUA TOKOH yang paling mengubah warna kehidupan sosial politik di negara ini adalah Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. Sikap yang paling baik adalah mendukung dengan kritis, sehingga keduanya ada di jalan yang benar. Tetapi saya juga melihat bertumbuhnya dua kelompok ekstrim. Bagi pendukung, kedua tokoh ini tak pernah salah. Kalaupun ada kesalahan, selalu ada pembenarnya atau ada pihak lain yang menjadi kambing hitam. Mereka adalah para pendukung buta. Sementara itu bagi para lawan, apapun yang dilakukan kedua tokoh ini selalu salah. Kalaupun ada yang baik, semuanya dinilai sebagai pencitraan, tak ada hal yang baru, dan memiliki agenda terselubung yang anti rakyat dan negara. Bagi kedua golongan ekstrim ini, tada tempat bagi kemungkinan ketiga, karena pola pikirnya sudah membaku.

Tuhan merencanakan keselamatan untuk semua orang. Bangsa-bangsa diundang untuk memahami jalan kebenaran dan mengikutinya. Karena itu ada pewahyuan diri Tuhan yang dilakukan lewat berbagai cara dengan melibatkan banyak pihak. Namun apapun metode dan siapapun pelakunya, niat Tuhan itu tak sampai kalau manusia menutup diri. Kisah tentang orang muda yang kaya menjadi contoh. Ia berniat baik tetapi hatinya dikuasai sepenuhnya oleh harta kekayaannya. "Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk Kerajaan Allah", kata Yesus. Pesan yang sama disampaikan Yehezkiel tentang raja Tirus, karena raja ini memuja kebijaksanaan dan kekayaan sendiri dan menganggap diri setara dengan Tuhan. Bagi keduanya tak ada keselamatan, karena tak ada ruang apapun bagi Tuhan di dalam hidup mereka.

Tuhan menciptakan manusia dan menganugerahkan kepadanya akal budi dan kehendak bebas. Walaupun Ia mahakuasa, Ia tak memaksa manusia untuk menerimanya, jika atas dasar pertimbangan akal budi dan keputusan bebas, manusia menolak untuk menerimanya. Pada sisi lain, jika manusia secara sadar meninggalkan Tuhan, ia tak bisa mempersalahkan Tuhan jika mendapati dirinya tidak selamat. Maka sebagai umat beriman, kita diajak untuk memadukan akal budi, kehendak bebas, dan nilai-nilai iman. Dengan memelihara semuanya, kita dapat tampil sebagai pribadi yang kuat tetapi rendah hati untuk menerima penyelenggaraan Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, gerakkanlah kami untuk selalu membuka diri bagi Tuhan, pada setiap aspek kehidupan kami setiap hari. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Ul 32:26-28.30.35c-36d; R: 39c)

Ref: Tuhanlah yang mematikan; Tuhan pulalah yang menghidupkan.

  1. Tuhan bersabda, “Seharusnya Aku menghempas bangsa jahat ini, dan melenyapkan ingatan akan mereka di antara manusia. Tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti.
  2. Jangan-jangan lawan berkata, “Tangan kamilah yang jaya, bukanlah Tuhan yang melakukan semuanya itu. Sebab lawan itu suatu bangsa yang bodoh, dan tidak ada pengertian pada mereka.
  3. Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang dan dua orang dapat menghalau sepuluh ribu orang, kecuali kalau Allah, gunung batu mereka, telah menjual mereka dan menyerahkan mereka.
  4. Hari bencana bagi musuh telah dekat, dan aka segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya. Ia merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.
 

Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaaan Surga (Mat 19:23-30)

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu, sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata, “Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sungguh, pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kalian yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara-saudaranya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terkhir akan menjadi yang terdahulu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge