Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2016
  MASA BIASA PEKAN 20
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
28 29 30 31 1 2 3
  Minggu, 14 Agustus 2016
  Hari Raya Maria Diangkat Ke Surga (15 agustus)
 

IA MENURUNKAN ORANG YANG BERKUASA
DARI TAHTA SEDANGKAN ORANG-ORANG
YANG HINA DINA DITINGGIKAN

 
 
 
Why 11:19a; 12:1-6a.10ab | Mzm 45:10c-12.16 | 1 Kor 15:20-26 | Luk 1:39-56

Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya (Why 11:19a; 12:1-6a.10ab)

Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjianNya di dalam Bait Suci itu. Lalu tampaklah suatu tanda besar di langit: seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung. Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda lain di langit: seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertandung sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Ekornya menyapu sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu untuk menelan anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkannya. Dan perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tetapi tiba-tiba Anak itu direnggut dan dibawa lari kepada Allah dan ke hadapan tahtaNya. Lalu perempuan itu lari ke padang gurun, di mana Allah telah menyediakan suatu tempat baginya. Kemudian aku mendengar suara yang nyaring dari surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah! Sebab para pendakwa yang siang malam mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah, telah dilemparkan ke bawah!”

 

PEMILIHAN Maria, gadis muda dari Nazareth, untuk menjadi Bunda Sang Mesias boleh dikatakan merupakan mahkota tertinggi yang bisa diharapkan oleh seorang manusia yang percaya kepada Tuhan. Oleh faktor alamiah, pemilihan ini hanya menjadi hak khusus kaum perempuan, karena tugas utama ialah mengandung dan melahirkan Penebus. Akan tetapi tugas ini bukan sekedar sebuah kewajiban biologis, melainkan sebuah pengalaman iman persatuan intim dengan pribadi Tuhan. Bapa memilih Maria, yang lantas dinaungi oleh Roh Kudus, sehingga hadirlah Putera dalam rupa bayi kecil, yang bertumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa di bawah asuhan Maria, didampingi oleh Yosef. Namun mahkota persatuan intim ini masih dilengkapi Tuhan dengan mahkota kemuliaan surgawi. Melalui pengangkatannya ke surga, Maria menerima karunia ilahi, berkat peranan menyertai Yesus, sejak dari rahimnya sendiri hingga ke rahim pertiwi di hari penguburan-Nya. Sebagai manusia biasa, karunia yang diberikan Tuhan ini layak dicemburui oleh orang-orang lain. Namun Maria mengimbanginya dengan kualitas rohani yang patut diteladani, yakni tetap rendah hati dan setia pada perutusan hingga akhir hayatnya.

Pada Hari Raya Maria Diangkat Ke Surga (sebenarnya 15 Agustus), kita diajak untuk merenung apa kerinduan terdalam diri kita sebagai umat Allah yang masih berziarah di dunia ini. Kita mengenang dalam hati kerinduan para bapa bangsa, para hakim dan raja, para imam dan nabi-nabi Perjanjian Lama yang sangat ingin mengalami pemenuhan keselamatan Israel tetapi tidak mengalaminya (bdk. Mat 13:17). Kita mengenang sukacita Simeon dan Hana walaupun hanya melihat titik awal pemenuhan keselamatan itu (bdk. Luk 2:32-37). Maka bisa dibayangkan sukacita Maria yang menjadi pelaku di dalam perwujudan rencana keselamatan Tuhan. Sukacita Maria inilah yang seharusnya menjadi sukacita kita. Kita perlu memiliki Kristus di dalam diri kita sepanjang waktu. Kita perlu memiliki Kristus dalam keluarga kita. Kita perlu memiliki Kristus di dalam komunitas-komunitas kita. Dalam Kristus itulah ada sukacita yang sempurna. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, seperti kehadiranMu dalam diri Maria, Bunda-Mu, hadirlah di dalam diri kami dan keluarga-keluarga kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 45:10c-12.16; R: 11)

Ref: Di sebelah kananmu berdiri permaisuri, berpakaian emas dari Ofir.

  1. Dengarlah hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupakan-lah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergai-rah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya.
  2. Dengan sukacita dan sorak sorai mereka di bawa, mereka masuk ke dalam istana raja.
 

Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milikNya (1 Kor 15:20-26)

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang dituntut menurut ukurannya: Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bila- mana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesusah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja, sampai Allah meletakkkan semua musuhNya di bawah kakiNya. Musuh terakhir yang Ia binasakan ialah maut.

 

Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku; dan meninggikan orang-orang yang rendah (Luk 1:39-56)

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju ke sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai ke telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”
Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. RahmatNya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasaNya dengan perbuatan tanganNya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hambaNya, karena Ia mengingat rahmatNya, seperti yang dijanjikanNya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge