Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2017
  MASA BIASA PEKAN 12
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
        1 2
25 26 27 28 29 30  
  Senin, 26 Juni 2017
   
 

KASIH KARUNIA ALLAH YANG BESAR DILIMPAHKAN KE ATAS SEMUA ORANG
KARENA SATU ORANG, YAKNI YESUS KRISTUS

 
 
 
Kej 12:1-9 | Mzm 33:12-13.18-20.22 | Mat 7:1-5

Abram berangkat sesuai dengan sabda Tuhan (Kej 12:1-9)

Di negeri Haran, Tuhan bersabda kepada Abram, “Tinggalkanlah negerimu, sanak saudaramu dan rumah bapamu ini, dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan akan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Dan segala kaum di muka bumi akan menerima berkat karena engkau.” Maka berangkatlah Abram sesuai dengan sabda Tuhan. Lot pun ikut bersama dengan dia. Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, segala harta benda milik mereka dan orang-orang yang mereka peroleh di Haran. Mereka berangkat ke tanah Kanaan, dan sampai di situ, Abram berjalan melintasi negeri itu, sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon terbantin di More. Waktu itu negeri tersebut didiami orang Kanaan. Maka Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan bersabda, “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka Abram mendirikan di situ sebuah mezbah bagi Tuhan yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah Timur Betel. Di sana ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah Barat dan Ai di sebelah Timur. Lalu ia mendirikan sebuah mezbah di situ bagi Tuhan dan memanggil nama-Nya. Sesudah itu Abaram berangkat lagi, dan makin jauh ia berjalan ke tanah Negeb.

PANGGILAN Abram merupakan satu titik penting di dalam sejarah keselamatan, karena sejak itu penghormatan kepada Allah jadi contoh bagi banyak bangsa. Beralih dari suku bangsanya sendiri yang menyembah banyak illah, Abram menuruti pewahyuan Tuhan dan hanya menghormati satu Allah saja, yakni Yahweh yang menuntunnya menuju Tanah Kanaan. Andaikata di saat itu Abram tidak menuruti kehendak Tuhan, mungkin sejarah bangsa-bangsa memiliki wajah yang berbeda. Iman kepada Kristus telah mengubah wajah dunia, namun titik tolak adalah ketaatan Abram pada Allah yang bahkan ia sendiri belum mengenalnya dengan baik. Mengapa Abram begitu taat?

SECARA sederhana orang dapat mengatakan, bahwa itu adalah rencana Tuhan. Tuhan yang menggerakkan hatinya, sehingga ia tak ragu mengikuti rencana Tuhan itu. Akan tetapi, dari pihak Abram sendiri, ada kualitas pribadinya yang menjadi ladang subur pesemaian kehendak Tuhan. Kualitas itu adalah kerendahan hati. Ia menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak Tuhan. Wahyu Tuhan itulah yang menjadi pandangan hidupnya, yang membawa dirinya melintasi bangsa-bangsa hingga tiba di Kanaan. Ketika hatinya hanya dipenuhi kehendak Tuhan, ia tidak berpikir lain dari pada rencana Tuhan. Kerendahan hati inilah yang ditekankan oleh Yesus dalam pengajaran-Nya, agar para murid memiliki pola pikir seperti Abraham. Berpikir lurus membuat orang melihat pribadi lain secara positip. Ia merencanakan yang baik, tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk banyak orang. Tanpa kerendahan hati orang akan menjadi munafik, hanya bisa menghakimi orang lain tetapi tak sanggup mengoreksi diri sendiri.

KELUARKANLAH dahulu balok dari matamu sendiri. Demikian kata Yesus. Balok di dalam mata itu ada banyak, seperti kesombongan, kemunafikan, kecerobohan, irihati, dendam, menghina martabat orang, dan seterusnya. Semua itu buruk tetapi orang tidak menghindarinya. Menghina orang itu menyenangkan, apalagi kalau melihat orang menderita. Kemunafikan bisa menguntungkan, dan seterusnya. Kita mesti mewaspadai karakter ini dengan terus membaharui diri dari hari ke hari, agar tangan Tuhan berkarya melalui diri kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami orang yang lurus hati, mau belajar dan kekurangan dan selalu memperbaiki diri. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 33:12-13.18-19.20.22; R: 12b)

Ref: Berbahagilah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik pusaka-Nya.

  1. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya! Tuhan memandang dari surga dan melihat semua anak manusia.
  2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
  3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri (Mat 7:1-5)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Janganlah menghakimi supaya kalian tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang telah kalian pakai untuk menghakimi, kalian sendiri akan dihakimi. Dan ukuran yang kalian pakai untuk mengukur akan ditetapkan pada kalian sendiri. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu, ‘Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu,’ padahal di dalam matamu ada balok? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge