Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2017
  MASA BIASA PEKAN 11
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
        1 2
25 26 27 28 29 30  
  Rabu, 21 Juni 2017
  St. Aloysius Gonzaga, biarawan
 

KITA BERMEGAH DALAM ALLAH OLEH
KARENA YESUS KRISTUS, SEBAB OLEH DIA
KITA MENERIMA PERDAMAIAN SEJATI

 
 
 
2 Kor 9:6-11 | Mzm 112:1-4.9 | Mat 6:1-6.16-18

Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (2 Kor 9:6-11)

Saudara-saudara, camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan rasa sedih atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kalian, supaya kalian senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, ‘Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma. Kebenaran-Nya tetap untuk selama-lamanya.’ Dia yang menyediakan benih bagi penabur dan roti untuk dimakan, Dia juga yang akan menyediakan benih bagi kalian serta melipat gandakannya dan menumbuhkan buah kebenaranmu. Kalian akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

EMAIL pria itu berisikan appresiasi atas pelayanan lintas Gereja yang saya lakukan. Rupanya ia menyaksikan kotbah yang pernah dipasang di Youtube. Ia sendiri tidak tinggal di Indonesia tetapi di Australia. Walaupun demikian ia mengikuti perkembangan umat Allah di tanah air dan sedapat mungkin membantu. "Saya ingin ikut menabur", katanya dalam email tersebut. Pada mulanya saya tidak mengerti apa maksudnya. Ternyata ia mau menyumbang untuk pelayananku. "Saya memperoleh sukacita karena pelayanan Bapa, maka saya juga memberi dengan sukacita sedikit dari milik saya, agar sukacita saya berkembang dan menjadi makin besar. Toh Tuhan akan memberikan jauh lebih banyak dari yang saya harapkan", tulisnya dalam email. Untuk satu periode, ia rutin mengirimkan dana bantuan pelayanan yang bermanfaat besar bagi pelayananku.

MEMBERI dengan sukacita ditekankan oleh Paulus kepada umat di Korintus, mengingat apa yang diperoleh manusia merupakan karunia dari Tuhan. Orang-orang Korintus hidup berkecukupan, karena Tuhan mengasihi mereka. Tak ada salahnya kalau sukacita itu menjadi benih kasih yang membawa kegembiraan bagi orang lain, karena kebaikan yang ditaburkan akan kembali kepada dia yang menaburkannya. Penekanan Paulus ini merupakan gema dari ajaran Yesus tentang penghayatan iman. Hukum-hukum agama Yahudi sesungguhnya merupakan penjabaran dari Firman Tuhan yang disampaikan melalui Musa dan para nabi. Namun penerapan hukum itu seringkali mengesampingkan aspek sukacita. Banyak orang mengikuti tanpa memahami, yang lain menurutinya karena takut, yang lain karena kawatir dianggap tak beriman, dan aneka alasan lain. Sedekah bagi orang miskin harus juga memberi suka- cita bagi sang dermawan. Doa yang dipanjatkan kepada Tuhan harus juga membawa kegembiraan bagi sang pendoa. Demikian juga puasa yang dilakukan harus dari keputusan bebas, dijalani oleh hati yang tulus dan penuh sukacita, sadar kalau puasa itu memurnikan dirinya. Tanpa aspek sukacita, kewajiban-kewajiban iman berubah menjadi beban yang membelenggu.

SUKACITA dalam penghayatan salib, mungkinkah itu? Tak mudah untuk menumbuhkannya, karena salib selalu terasosiasi dengan penderitaan. Namun sukacita itu bertumbuh ketika kita menyadari nilai salib. Laksana seorang ibu yang mengandung, ia menderita selama kehamilan dan melahirkan, tetapi ia tahu sukacita yang ada di balik itu, bukan hanya bagi dirinya tetapi juga bagi seluruh keluarganya. Salib itu memang menyakitkan, namun kalau salib itu membuat diri kita dan banyak orang lain diselamatkan, mari kita menanggungnya dengan sabar dan penuh sukacita. Tuhan tidak meninggalkan hamba-Nya yang setia. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, tegurlah kami di saat kami menyimpang dari jalan-Mu, agar kami selalu berada di jalan keselamatan. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 112:1-4.9; R: 1a)

Ref: Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala
        perintah-Nya
.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan; yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
  2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.
  3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjari engkau (Mat 6:1-6.16-18)

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda, “Hati-hatilah, jangan sampai kalian melakukan agamamu di depan orang supaya dilihat. Sebab jika demikian, kalian takkan memperoleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang-orang munafik di rumah-rumah ibadat dan lorong-lorong, supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu, mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kalian berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan di tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jikalau engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kalian berpuasa, janganlah muram mukamu, seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge