Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2017
  MASA PASKAH PEKAN 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      
  Kamis, 4 Mei 2017
   
 

OLEH PEMECAHAN ROTI, MATA IMAN
MEREKA TERBUKA DAN MEREKA MENGENALI LAGI SANG GURU YANG TELAH BANGKIT

 
 
 
Kis 8:26-40 | Mzm 66:8-9.16-17.20 | Yoh 6:44-51

Jika Tuan percaya dengan segenap hati, Tuan boleh dibaptis (Kis 8:26-40)

Waktu Filipus di Samaria, berkatalah seorang malaikat Tuhan kepadanya, “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah Selatan, menyusuri jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang, ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab Nabi Yesaya. Lalu kata Roh kepada Filipus, “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” Filipus segera mendekat dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab Nabi Yesaya. Kata Filipus, “Mengertikah Tuan apa yang Tuan baca itu?” Jawabnya, “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?”
Lalu ia meminta Filipus nai dan duduk di sampingnya. Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: “Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya, siapakah yang akan menceritakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.” Maka kata sida-sida itu kepada Filipus, “Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?” Maka mulailah Filipus berbicara, dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
Mereka melanjutkan perjalanan dan tiba di suatu tempat yang ada airnya. Lalu kata sida-sida itu, “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya jika aku dibaptis?” Sahut Filipus, “Jika Tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya, “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.” Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus, dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia menjelajah daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

PERTEMUAN Filipus dengan sida-sida (pegawai tinggi) Etiopia yang baru pulang dari Yerusalem tepat pada waktunya. Ia baru selesai beribadat di Yerusalem, berarti hatinya masih diliputi oleh sukacita iman. Ia membaca Kitab Nabi Yesaya. Itu menandakan ia seorang yang beriman yang ada dalam proses pencarian makna hidup. Pertemuannya dengan Filipus membuat semuanya menjadi begitu bermakna. Imannya diteguhkan, pengetahuannya ditambah dan ia diberi kesempatan mengalami pemenuhan keselamatan yang datang dari Yesus Kristus. Karunia itu adalah bekal yang baru bagi iman, hidup dan karyanya.

MEMBERIKAN roti hidup pada saat yang tepat merupakan tujuan Yesus, ketika Ia mengungkapkan hakekat dirinya sebagai Roti Hidup. Para pendengarnya baru mengalami mujizat perbanyakan roti, berarti mereka secara jasmaniah sudah mengalami kasih itu. Sekarang saatnya memberi mereka karunia rohaniah, yakni Firman Keselamatan yang menjadi manusia, Yesus Kristus sendiri, Sang Roti Hidup itu. Mengapa Yesus mengungkapkannya sekarang? Ada dua tujuan. Pertama, menyadarkan para murid, bahwa tujuan hidup ada pada Roti Hidup, bukan roti jasmaniah. Mereka harus bergerak ke pemahaman itu. Kedua, Yesus sendiri bukan sekedar seorang guru yang istimewa, tetapi Cinta Ilahi yang membawa keselamatan. Para murid mesti memahaminya.

KEBUTUHAN akan Roti Hidup ini masih tetap relevan hingga hari ini. Kita hidup di dunia modern yang cenderung sekular. Banyak orang sepertinya tidak merasa butuh Roti Hidup, tetapi jauh di dalam sanubari ada kegersangan yang dengan mudah diisi oleh agena kegelapan. Sebagai orang beriman kita mesti melatih diri agar mampu membaca kebutuhan sesama atas Roti Hidup ini, lalu dengan sukarela menyiapkan diri menjawi pembawa Roti Hidup kepada mereka, melalui pelayanan, melalu kata-kata peneguhan dan penghiburan dan melalui doa. Semoga dengan itu banyak hati yang akan berpaling pada Yesus, Sang Roti Hidup. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu rindu menyambut Roti Hidup, Tubuh dan Darah-Mu sendiri dalam Ekaristi Kudus. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 66:8-9.16-17.20; R: 1)

Ref: Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!

  1. Pujilah Allah kami, hai para bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.
  2. Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa kepada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.
  3. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku, dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya daripadaku.

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga (Yoh 6:44-51)

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, ”Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku; dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi; dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa! Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge