Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2016
  MASA PASKAH PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
24 25 26 27 28 29 30
  Senin, 18 April 2016
   
 

DOMBA-DOMBAKU MENDENGARKAN SUARAKU, AKU MENGENAL MEREKA DAN AKAN
KUBERIKAN MEREKA HIDUP YANG KEKAL

 
 
 
 
Kis 11:1-18 |Mzm 42:2-3;43:3-4 |Yoh 10:1-10

Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin hidup (Kis 11:1-18)

Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka, “Engkau telah masuk ke rumah ornag-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.” Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya, “Ketika aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi, dan aku melihat suatu penglihatan. Suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. Aku menatapnya, dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat, binatang liar, binatang melata dan burung-burung. Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku, ‘Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!’ Tetapi aku berkata, ‘Tidak, Tuhan, tidak! Belum pernah sesuatu yang haram dan tidak tahir msuk ke dalam mulutku.’ Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari surga berkata kepadaku, ‘Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!’ Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. Dan saat itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang. Mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. Lalu kata Roh kepadaku, ‘Pergilah bersama mereka dengan tidak bimbang!’ Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah Kornelius, perwira Romawi itu, dan ia menceritakan kepada kami, bagaimana ia melihat malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya, ‘Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.’ Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan, ‘Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.’ Jadi jika Allah memberikan kurnia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?” Ketika mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya, “Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

 

TEMA yang akan kita dalami hari-hari ini adalah peranan Yesus sebagai Gembala Yang Baik, di mana kita sebagai manusia memainkan peranan sebagai domba-domba.

Injil hari ini menampilkan kualitas kegembalaan Yesus yang siap memper- taruhkan nyawaNya bagi domba-dombaNya. Menyebut diri sebagai pintu bagi domba-domba, Yesus menempatkan diri sebagai pelindung, karena pintu memberi keamanan bagi domba-domba. Pada sisi lain, pintu itu akan diserang oleh musuh yang hendak masuk untuk mencuri domba-domba yang berlindung di dalam kandang. Di sini, Sang Gembala mempertaruhkan nyawanya sendiri, agar domba-domba itu tetap terlindungi dan hidup. Apakah upah yang diperoleh Sang Gembala? Ternyata tak ada. Ia hanya menggapai sukacita Ilahi yang melihat umatNya selamat dan tetap berada dalam lindunganNya. Ibarat seorang ibu yang bergembira karena melihat anak-anaknya selamat dalam perlindungannya, Tuhan bergembira karena anak-anakNya selamat dalam perlindunganNya. Oleh "Pintu Keselamatan" itu, bangsa-bangsa lain pun akhirnya meraih kesempatan mengenal Firman Keselamatan, yang pertama-tama disiapkan bagi orang Israel, tetapi karena penolakan mereka, mereka akhirnya justru berada di luar Keluarga Allah yang dibentuk dan dimeterai oleh darah Yesus Kristus.

Walaupun kita tidak berperanan apapun di dalam jalan keselamatan itu, tanggapan kita terhadap perlindungan Sang Gembala perlu kita tunjukkan. Pertama, menyadari dan menghargai pengorbanan Sang Gembala sebagai wujud cinta Ilahi. Kesadaran akan cinta Ilahi mendorong kita menghargai dan memelihara diri sendiri agar selalu hidup sesuai dengan kehendakNya. Kedua, oleh kesadaran itu, kita dapat menjadi gembala kecil bagi domba-domba lain yang mungkin tersesat dan tidak tahu jalan kembali kepada Sang Gembala. Kita menolong Sang Gembala dengan menjadi gembala bagi sesama. Mengapa tidak, karena itu pun menjadi bagian hakiki dari kehidupan kita seorang orang Kristiani. (ap)

Tuhan, bukalah pintu hatiMu untuk kami; dan jadikanlah kami penuntun saudara-saudara kami yang mencari kebenaranMu. Amin!

(c) 2016 bbss - twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 42:2-3; 43:3-4; R: 42:3a)

Ref: Jiwakku haus akan Allah, akan Allah yang hidup!

  1. Seperti rusa merindukan sungai berair,demikianlah jiwakku merindukan Engkaku, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup! Bilakah aku boleh datang melihat Allah.
  2. Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
  3. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
 

Akulah pintu kepada domba-domba itu (Yoh 10:1-10)

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya; Ia memanggil dombanya, masing-masing menurut namanya, dan menuntunnya keluar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-dombanya itu mengikuti dia karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”
Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge