Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2016
  MASA PASKAH PEKAN 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
24 25 26 27 28 29 30
  Sabtu, 16 April 2016
   
 

KETIKA ENGKAU SUDAH TUA, ORANG AKAN MENGIKAT ENGKAU DAN MEMBAWAMU KE TEMPAT YANG TIDAK ENGKAU SUKAI

 
 
 
 
Kis 9:31-42 | Mzm 116:12-17 | Yoh 6:60-69

Jemaat di bangun, dan jumlahnya makin bertambah besar, oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus (Kis 9:31-42)

Selama beberapa waktu setelah Saulus bertobat, jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus. Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di lida. Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. Kata Petrus kepadanya, “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.
Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita, dalam bahasa Yunani: Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas. Adapun Lida dekat dengan Yope. Maka ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan, “Segeralah datang ke tempat kami.” Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas, dan semua janda datang berdiri di dekatnya. Sambil menangis, mereka menunjukkan kepada Petrus semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. Tetap Petrus menyuruh mereka keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata, “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya, dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. Petrus memegang tangannya dan membantu ia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-jandA, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup. Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope, dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan. Sesudah peristiwa itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang bernama Simon, seorang penyamak kulit.

 

DI UJUNG dialog intensip di Kapernaum itu, saat-saat penentuan terjadi. Ajaran tentang Roti Hidup menjadi penyaring, siapa murid yang sebenarnya dan siapa murid abal-abalan. Banyak murid yang kecewa dengan pengajaran yang keras ini lalu mengundurkan diri. Dari tindakan ini, kita membaca dua kelompok orang yang mengitari Yesus. Kelompok pencari keuntungan jelas bukan murid sejati, karena mereka memutuskan untuk mengundurkan diri. Dialog berjalan baik, mereka bertanya dan Yesus memberikan penjelasan. Namun hati mereka yang degil tidak dapat menerima semua perkara tersebut. Karena kebutuhan mereka akan roti jasmani tidak lagi dipenuhi, tak ada alasan bagi mereka untuk tinggal. Injil tidak mencatat kelanjutan nasib mereka, tetapi bukan tidak mungkin mereka yang kecewa berbalik dan melawan Yesus. Pada sisi lain, kelompok murid sejati, seperti Petrus dan teman-temannya, bertahan untuk mendalami ajaran ini lebih lanjut. “Kepada siapa kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Mahakudus dari Allah”, kata Petrus. Dengan kata-kata itu kelompok murid ini menegaskan, bahwa mereka siap menghadapi penolakan kelompok umat yang mengundurkan diri.

Tuhan, kepada siapa kami akan pergi? Pernyataan Petrus ini hendaknya menggema dalam hati kita dan menjadi pernyataan kita. Jikalau kita berjalan bersama-sama dengan Yesus, kita akan turut serta memikul salib, mengalami penolakan bahkan penganiayaan. Tetapi oleh iman akan Roti Hidup, kita diteguhkan dan tetap melihat jalan menuju keselamatan. Dengan demikian, kita tetap mengambil bagian di dalam pengembangan Kerajaan Allah dan meraih kemuliaan yang disiapkan bagi murid-murid yang setia. Karya Petrus sesudah Yesus naik ke surga membuktikan betapa ia diteguhkan oleh Yesus, Sang Roti Hidup. Karunia serupa pun diberikan kepada kita, jika kita percaya kepada Tuhan, dan terus mewartakan Roti Hidup sebagai inti kekuatan iman Kristiani. (ap)

Tuhan, ketika cobaan datang menerpa, teguhkanlah kami agar teta[ setia. Janganlah kami berpaling muka dari padaMu. Amin!

(c) 2016 bbss - twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 116:12-13.14-15.16-17; R: 12)

Ref: Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku?

  1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku. Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
  2. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
  3. Ya Tuhan, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu! Engkau telah melepaskan belengguku: Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan.
 

Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal (Yoh 6:60-69)

Setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang roti hidup,banyak dari murid-murid-Nya berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya? Yesus dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, maka berkatalah Ia kepada mereka, “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Lalu bagaimanakah, jikalau kamu melihat anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna! Adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Mulai dari waktu itu banyak murid Yesus mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?’ Jawab Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge