Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2015
  MASA PASKAH PEKAN 4
   
Penuntun dan Sumber Hidup

YESUS menyebut diriNya sebagai Gembala Yang Baik bagi domba- dombaNya. Ucapan ini sebetulnya dikenal luas di masa itu, karena Tuhan sering dihormati dengan sebutan gembala. “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mzm 23:1). “Engkau menuntun umatMu seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun” (Mzm 77:21). “Tuhanlah Allah kita, Ia yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umatNya dan kawanan domba gembalaanNya” (Mzm 100:3). Masih banyak kutipan lain yang serupa. Maka kalau Yesus menyebut diri-Nya gembala yang baik, orang Israel mudah mengerti maknanya.

Yesus sesungguhnya mengungkapkan dua hal. Pertama, umat beriman tak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Ancaman dari kuasa kegelapan sangat besar. Karena itu Sang Gembala harus memberikan tuntunan, sehingga para domba memiliki pedoman hidup. Kedua, Sang Gembala adalah sumber hidup. Oleh Dia, umat menemukan keselamatan yang telah dijanjikan Bapa. Petrus berani bersaksi di depan Makhamah Agama Yahudi, karena ia sudah mengalami sendiri arti menimba kehidupan dari Sang Gembala. Dan semua itu adalah ungkapan kasih yang penuh korban diri dari Tuhan sendiri. Demi keselamatan manusia, Ia rela memberikan segala-galanya.

Menyadari diri sebagai domba tidak boleh membuat kita berlaku pasip, hanya menanti tindakan Tuhan. Sebagai tanda penghargaan kita kepada karunia Tuhan ini, kita perlu berinisiatip menjadi perpanjangan tanganNya. Kita menjadi mulutNya, tanganNya, atau bahkan menjadi gembala bagi orang yang kehilangan arah. Aktiflah melayani Dia dan umatNya. Tuhan pasti menghargai hambaNya yang setia. (ap)

  1. Pernahkah anda dituntun oleh Sang Gembala keluar dari persoalan hidup?
  2. Apakah pengalaman itu bisa menjadi contoh bagi orang lain? Bagaimana bentuknya?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Minggu, 26 April 2015
 
 
DOMBA-DOMBAKU MENGENAL AKU,
SAMA SEPERTI BAPA MENGENAL AKU
DAN AKU MENGENAL BAPA
   
   
   
 
Kis 4:8-12 | Mzm 118:1.8-9.21-23.26.28-29 | 1 Yoh 3:1-2 | Yoh 10:11-18

 

Hanya Yesus lah sumber keselamatan(Kis 4:8-12)

Tatkala dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi karena telah menyembuhkan seorang lumpuh, Petrus yang penuh dengan Roh Kudus berkata, “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahui-lah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati. Karena Yesus itulah orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, yaitu kamu sendiri, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 118:1.8-9.21-23.26.28-29)

Ref:  Tangan kanan Tuhan telah memperlihatkan kekuatan. Tangan kanan Tuhan telah menjunjungku.
          Maka aku tak akan mati melainkan hidup abadi..

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setiaNya. Lebih baik berlindung pada Tuhan, daripada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada Tuhan, daripada percaya kepada bangsawan.
  2. Aku bersyukur kepadaMu sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal ini terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
  3. Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Allahku lah Engkau, aku hendak bersyukur kepadaMu, Allahku, aku hendak meninggikan Dikau. Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setiaNya.

Kita melihat Yesus dalam keadaanNya yang sebenarnya (1 Yoh 3:1-2)

Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memandang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Allah. Saudara-saudaraku terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata bagaimana keadaan kita kelak. Akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya.

 

Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yoh 10:11-18)

Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya, sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan, dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Aku gembala yang baik. Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku, sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawaKu bagi domba-dombaKu. Ada padaku domba-domba lain yang bukan dari kandang ini. Domba-domba itu harus Kutuntun juga. Mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari padaKu, melainkan Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge