Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2015
  MASA PASKAH PEKAN 2
   
Mengapa Yesus Diutus Ke Dunia?

PERTANYAAN itu sering diangkat, ketika orang menyentuh tema inkarnasi, Allah menjadi manusia. Mengapa Allah yang Mahatinggi meninggalkan kemuliaan surgawi, dilahirkan sebagai manusia, hidup dan berkarya, bahkan mati tragis di salib, demi keselamatan manusia? Siapa sesungguhnya manusia, sehingga untuk itu Tuhan harus melakukan tindakan yang tidak pernah terpikirkan bisa dilakukan oleh seorang manusia normal. Yesus sendiri memberikan sari jawabannya dalam satu kalimat emas. “Begitu besar kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia telah me-ngaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Bolehlah dikatakan, bahwa ayat emas ini merangkum seluruh visi keselamatan yang direncanakan oleh Bapa. Keselamatan itu sepenuhnya bersumber dari cinta Bapa. Mengapa Yesus diutus? Karena cinta Bapa.

Tapi, mengapa untuk keselamatan manusia itu, Putera Allah harus menderita di salib? Bagi saya, tak ada alasan yang lebih masuk akal daripada nubuat Yesaya, “Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia dan Aku ini mengasihi engkau” (Yes 43:4). Dengan mengemukakan alasan ini, salib Kristus memperoleh dimensi yang berbeda. Ia bukan tanda kehinaan melainkan kemuliaan, bukan pohon sumber dosa melainkan sumber keselamatan. Kematian Kristus adalah gerbang kemuliaan, karena Ia membuka pintu bagi jiwa-jiwa yang dicengkeram kegelapan. Maut tak lagi berkuasa, karena ada jalan menuju keselamatan. Manusia kini mempunyai pilihan. Kehendak bebasnya dipulihkan, ia bisa memilih, meninggalkan atau mengikuti Yesus. Di sini kita melihat adanya sebuah proses menutup sebuah siklus hidup. Oleh pohon di Taman Eden, manusia jatuh ke dalam dosa (Kej 3:1-7), oleh pohon di Golgotha (salib Yesus), manusia meraih kembali kehidupannya.

Salib memulihkan martabat manusia yang tercipta dengan kehendak bebas. Itulah karunia besar bagi kita. Ketika kita dikuasai dosa, kita berpikir, memutuskan dan bertindak menurut arahan dosa. Mata hati kita tidak mempunyai pembanding yang lain. Kini, oleh salib Kristus, kita dijiwai Kristus, maka mari berpikir, membuat keputusan dab bertindak menurut arahanNya. (ap)

  1. Pernahkah anda memikirkan secara serius, mengapa Yesus harus disalibkan?
  2. Ketika salib memberi anda kepenuhan hidup, apa tanggapan anda saat ini?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 31 1 2 3
26 27 28 29 30 1 2
  Rabu, 15 April 2015
 
 
KARENA TELAH MELIHAT AKU MAKA ENGKAU PERCAYA, BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA
   
   
   
 
Kis 5:17-26 | Mzm 34:2-9 | Yoh 3:16-21

 

Lihat, orang –orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak (Kis 5:17-26)

Imam Besar Yahudi dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki di Yerusalem mulai bertindak terhadap jemaat, sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. Tetapi waktu malam, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, Kata Malaikat itu, “Pergilah, berdirilah di Bait Allah, dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Mereka menaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka dalam bait Allah, lalu mulai mengajar di situ.
Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. Tetapi ketika para petugas datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya, dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu. Tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun kami temukan di dalamnya.” Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepada mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar, “Lihat orang –orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.” Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah; lalu mengambil rasul-rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut kalau-kalau orang banyak melempari mereka dengan batu.

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:2-9; R: 7a)

Ref: Orang yang tertindas berseru dan Tuhan mendengarkan.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu, puji-pujian kepadaNya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah, biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
  2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memahsyurkan namaNya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab Aku dan melepaskan daku dari kegentaranku.
  3. Tunjukanlah pandanganmu kepadaNya, maka mukamu akan berseri-seri dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru dan Tuhan mendengarkan. Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
  4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya.

Allah mengutus AnakNya untuk menyelamatkan dunia (Yoh 3:16-21)

Dalam percakapanNya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge