April 2015 |
|
MASA PASKAH PEKAN 1 |
|
|
|
| |
|
| Sarapan Pagi Buatan Sang Guru |
SAYA SUKA memberi judul di atas untuk bacaan tentang penampakan Yesus di Danau Galilea. Kenangan indah pengalaman dari seputar danau itu menghantar para murid kembali ke sana, pasca tragedi pahit yang mereka hadapi. Di seputar danau itu iman mereka dibentuk, dipelihara, ditantang dan dikembangkan. Mereka tidak lagi seperti yang dulu, jauh sebelum mereka mengenal dan mengembara bersama Yesus. Yesus sudah pernah menampakkan diri sesudah kebangkitan tersebut, tetapi nalar dan hati mereka belum sanggup menerimanya. Batin yang perih masih belum pulih. Maka mereka kembali ke tempat yang memberi kenangan indah, mencoba menggali kembali serpihan kekuatan yang tercecer, untuk membangun kepercayaan diri yang baru. Mereka toh harus hidup dan mewujudkan tugas dan tanggung jawab mereka di masa depan.
Sambil mencari ikan, mereka pasti berkisah tentang Sang Guru. Di seputar danau ini, banyak kisah besar tentang pengajaran dan perbuaan Yesus terjadi. Di sini Ia mengajar dengan penuh kuasa, melakukan mujizat-mujizat. Di sini Ia memanggil para murid, menetapkan para rasul, memberi mereka tugas perutusan, dan sebagainya. Jika para murid kehilangan Sang Guru, bukankah sangat tepat kembali ke tempat penuh nostalgia indah ini? Yesus melengkapinya dengan kejutan besar. Sarapan pagi pun disiapkan, para murid menikmati tanpa bertanya, kerinduan mereka pada Sang Guru terpenuhi. Dan Yesus? Tak ada yang berubah. Ia tetap guru yang melayani para muridNya. “Mari dan sarapan”, kata Yesus. Dengan kata lain: mari kembali ke kebiasaan lama. Teguhkanlah dirimu.”
Ketika kita menghadapi badai kehidupan yang menggoncangkan sendi-sendi iman, marilah kita berjuang menemukan keindahan iman tersebut. Tidak baik tenggelam dalam masalah saja, seakan-akan dunia akan segera berakhir. Masih banyak keindahan yang bisa dinikmati. Untuk itu kita perlu berbagi dengan saudara-saudara seiman. Kita perlu berani membuka diri kepada sesama dan rela juga mendengarkan mereka. Semuanya dilakukan dengan penuh ketulusan. Dan dalam kenangan akan keindahan ini, kita membuka pintu hati bagi Tuhan, agar Ia dapat campur tangan dalam kehidupan kita. Dengan demikian, peranan multi partai terbentuk. Sebagai pribadi kita tidak berputus asa, bersama komunitas kita terus berziarah, dan oleh belas kasih Yesus kita diselamatkan. (ap)
- Adakah pengalaman dengan Yesus yang sangat mengesankan anda?
- Apa pengaruhnya untuk hidup rohani anda saat ini?
(c) bbss 2015 aurelius pati soge |
|
| REFLEKSI BULAN INI |
Mg |
Sn |
Sl |
Rb |
Km |
Jm |
Sb |
| 29 |
30 |
31 |
1 |
2 |
3 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| 26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
1 |
2 |
|
|
Jumat, 10 April 2015 |
|
|
| |
|
|
| |
MURID ITU MASUK KE DALAM KUBUR YANG KOSONG, MELIHAT SEMUANYA DAN PERCAYA, BAHWA YESUS TELAH BANGKIT |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
Kis 4:1-12 | Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a | Yoh 21:1-14
|
|
|
|
Keselamatan hanya ada di dalam Yesus (Kis 4:1-12)
Sekali peristiwa, sesudah menyembuhkan seorang lumpuh, Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak. Tiba- tiba mereka didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka ini sangat marah, karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Maka mereka ditangkap, lalu diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan para ahli Taurat meengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?’ Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus, “Hai pemimpin-pemimpin umat dan kaum tua-tua, jika sekarang kami harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit, dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati; karena Yesus itulah orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, yaitu kami sendiri, namun Ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. |
|
Mazmur Tanggapan (Mzm 118: 1-2.22-24.25-27a; R: 22)
Ref: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru .
- Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!” Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”
- Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi pada pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!
- Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.
|
|
Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid; demikian juga ikan (Yoh 21:1-14)
Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut: Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka, “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya, “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan!” Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja; dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
Ketika tiba di darat, mereka melihat ada api arang dan di atasnya ada ikan serta roti. Kata Yesus kepada mereka, “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu angkat itu.” Simon Petrus naik ke perahu, lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya; dan sungguhpun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah!” Tidak ada dari murid-murid itu yang berani bertanya kepadaNya: 'Siapakah Engkau', sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka; demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. |
|
|
|
HARI SEBELUMNYA | INDEX | HARI BERIKUTNYA |
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta) |
|