Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2015
  MASA PRAPASKAH PEKAN 5
   
Konspirasi Di Di Balik Kecemasan

MUJIZAT bangkitnya Lazarus dari kubur (Yoh 11:43-44) telah menarik minat banyak orang. Orang Farisi, imam-imam dan ahli-ahli Taurat bisa berdebat dengan Yesus tentang pengajaranNya, tetapi mujizat menghidupkan orang mati jelas suatu keistimewaan Yesus yang tak bisa dianggap remeh. Ketika banyak orang berhimpun di seputar Yesus dengan penuh minat, para elite Yahudi ini berhimpun dalam sebuah konspirasi di belakang layar. "Lebih baik satu orang mati untuk seluruh bangsa, daripada seluruh bangsa binasa karena satu orang", demikian anjuran Kayafas, Imam Agung. Secara rohaniah kata-kata Kayafas ini merupakan nubuat tentang kematian Yesus bagi orang Israel dan bangsa-bangsa lain. Namun yang ada di pikiran mereka saat itu adalah kecemasan politik akan kelangsungan bangsa Israel di bawah penguasaan Romawi. Jika Yesus menjadi terlalu populer serta menarik banyak pengikut, orang Romawi akan melihatnya sebagai ancaman yang harus segera dihabisi. Akibatnya pasti akan menyentuh langsung kehidupan banyak orang.

KONSPIRASI di balik kecemasan, itulah judul yang pas untuk pertemuan ini. Mereka tidak sanggup membawa diri melihat lebih dalam dan melewati batas-batas kecemasan sosial politik. Jika Yesus sekedar seorang oportunis politik, ia bisa memimpin gerakan melawan orang Romawi dengan dukungan dari banyak orang yang percaya kepadaNya. Tetapi ia sendiri dengan tegas menyatakan, bahwa bukan itu maksud kedatanganNya ke dunia. Ia hanya berbagi kekayaan rahmat Tuhan yang diarahkan untuk pengembangan Kerajaan Allah di masa depan. Kerajaan itu sama sekali tidak merampas teritori Romawi atau bangsa Israel, karena ia ada di dalam hati orang-orang yang tulus beriman. Namun kecemasan telah membuat mereka membatasi gerak batinnya sendiri. Ironisnya ialah, pertemuan para pemimpin rohaniah umat justru memutuskan kejahatan yang bertentangan dengan prinsip iman. Yesus harus mati.

Jangan terpaku di tempat dengan pemikiran dan ukuran sendiri. Demikian pesan Injil untuk kita. Belajarlah membuka diri untuk wawasan yang lebih luas sesuai kehendak Tuhan. Murnikahlan hati agar kita tidak menjadi konspirator kegelapan yang di akhir hari akan merusak diri kita dan keutuhan komunitas umat beriman. (ap)

  1. Pernahkah kecemasan membutakan mata hati anda?
  2. Bagaimana anda berusaha menempatkan diri ketika anda terjebak dalam dilema: berbicara benar atau menyelamatkan diri?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31 1 2 3 4
  Sabtu, 28 Maret 2015
prapaskah
 
 
BARANGSIAPA MENCINTAI NYAWANYA IA
AKAN KEHILANGAN, BARANGSIAPA TIDAK MENCINTAI NYAWANYA, IA MEMELIHARANYA
   
   
   
 
Yeh 37:21-28 | Yer 31:10.11-12b.13 | Yoh 11:45-56

 

Aku akan menjadikan mereka satu bangsa (Yeh 37:21-28)

Beginilah firman Tuhan, “Sungguh, Aku akan menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu orang raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa, dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala, atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan, atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa. Aku akan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. Mereka aka tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal; sungguh, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya, dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan melipat gandakan mereka, dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tempat kediaman-Ku pun aka nada pada mereka; Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka selama-lamanya.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 31:10-12b.13; R: 10d)

Ref: Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

  1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!
  2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.
  3. Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.
 

Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai (Yoh 11:45-56)

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria, dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus percaya kepadaNya. Tetapi ada juga yang pergi kepada orag-orang Farisi, dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul. Mereka berkata, “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepadaNya, lalu orang Roma akan datang dan merampas tempat suci serta bangsa kita.” Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” Hal ini dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri. Tetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa; bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di tengah orang-orang Yahudi. Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim. Di situ Ia tinggal bersama murid-muridNya.
Waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus, dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain, “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge