Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2015
  MASA PRAPASKAH PEKAN 4
   
Tetap Bersuara Di Bawah Tekanan

SEJUMLAH pejuang kemerdekaan atau kesetaraan sosial pernah hidup di penjara. Namun dari penjara ini, suara mereka lebih keras bergaung, lebih didengar banyak orang, baik di dalam negeri maupun di forum internasional. Sukarno, Nelson Mandela dan Mahatma Gandhi terus bersuara dari balik terali penjara, menggapai hati nurani orang, agar semangat perjuangan selalu berkobar demi kesetaraan. Tekanan fisik tidak menyurutkan langkah mereka untuk berjuang sesuai nuraninya.

Tetap bersuara di bawah tekanan, itulah pengalaman Yesus menjelang Hari Raya Paskah di Yerusalem. Paskah bukan sekedar sebuah perayaan iman tetapi juga pemelihara nasionalisme bangsa Israel. Di saat itu, kebanggaan iman ditegakkan, tetapi fanatisme bangsa juga berkobar. Yesus dengan ajaranNya telah dilihat sebagai ancaman bagi keselamatan bangsa, maka para pemimpin Israel telah memutuskan untuk mengorbankan Yesus demi keselamatan bangsa. "Lebih berguna bagimu jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa", kata Imam Besar Kayafas (Yoh 11:50). Namun ancaman ini tidak menyurutkan langkah Yesus. "Aku mengenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku", kata Yesus (Yoh 7:29). Resikonya ialah Yesus berhadapan dengan pengadilan agama yang menuduh Dia menghujat Allah. Akan tetapi kebenaran tetaplah disuarakan, walaupun di bawah tekanan.

Menghayati iman itu merupakan sebuah pilihan yang penuh resiko. Dalam banyak hal, ajaran-ajaran iman tidak diterima dunia yang mengutamakan kemewahan, kekuasaan, pemuasan nafsu, dan sebagainya. Tak heran, dunia liberal selalu melawan ajaran iman. Di sini kita dihadapkan pada pilihan, mau mengikuti dunia dan hidup nyaman atau tetap berpegang pada iman dengan resiko kehilangan kenyamanan. Berkacalah pada nurani dan ambillah sikap. Semoga keputusanmu sejalan dengan rencana Tuhan yang membangun KerajaanNya di dunia. (ap)

  1. Apa bentuk konkrit pertentangan nilai iman dan dunia yang sering anda hadapi dalam hidup setiap hari?
  2. Pernahkah anda memihak dunia? Apa bentuknya? Apa pengaruhnya untuk kehidupan iman anda sekarang?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31 1 2 3 4
  Jumat, 20 Maret 2015
prapaskah
 
 
ALLAH MENGUTUS ANAKNYA KE DUNIA
BUKAN UNTUK MENGHAKIMINYA
MELAINKAN UNTUK MENYELAMATKANNYA
   
   
   
 
Keb 2:1a.12-22 | Mzm 34:17-21.23 | Yoh 7:1-2.10.25-30

 

Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya (Keb 2:1a.12-22)

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angan mereka tidak tepat, “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan. Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita; melhat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari yang lainlah langkah lakunya. Kita dianggapnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang bena dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah. Coba kita lihat apakah perkataannya benar, dan ujilah apa yang terjadi waktu ia pulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Allah akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.” Demikian mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargai kemuliaan bagi jiwa yang murni.

Mazmur Tanggapan (Mzm 34:17-21.23; R: 19a)

Ref: Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.

  1. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
  2. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.
  3. Ia, melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
 

Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saatNya belum tiba (Yoh 7:1-2.10.25-30)

Yesus berjalan keliling Galilea; Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha membunuhNya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke sana, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata, “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa, dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepadaNya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu darimana asalNya, padahal bila Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu darimana asalNya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru, “Memang kamu mengenal Aku, dan kamu tahu darimana asalKu; namun Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, tetapi diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia, dan Dialah yang mengutus Aku.” Mereka berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saatNya belum tiba.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge