Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2015
  MASA PRAPASKAH PEKAN 5
   
Salib Membuka Hati Dan Budi Manusia

DIALOG antara Yesus dan orang Israel sesungguhnya sangat mendalam. Sayang, banyak dari antara para pendengar itu tidak mengerti makna yang tersirat dari setiap perkataan Yesus. Mereka tidak sanggup mencerna, karena mereka belum memiliki kedalaman relasi dengan Bapa, seperti yang dimiliki oleh Yesus. Maka Yesus merujuk ke peristiwa salib yang dihadapi oleh diriNya. Sesudah peristiwa salib barulah mereka akan mengerti siapa Yesus, dan bahwa Yesus tidak melakukan sesuatu dari dirinya sendiri tetapi sepenuhnya dari kehendak Bapa. Salib itu mengerikan. Tak ada orang biasa yang dengan sukarela menanggung penderitaan salib. Jika orang sekudus Yesus rela melakukannya, haruslah ada alasan yang kuat dan mendasar di balik semua itu. Alasan itu adalah kehendak Bapa untuk menyelamatkan semua orang. Salib menjadi filter yang membuka hati dan budi manusia untuk memahami korban diri Yesus.

Sebagai manusia, kita tidak suka mengalami penderitaan. Di dalam situasi ini, kita mungkin bertanya dan mengeluh di mana Tuhan. Namun pengaman menunjukkan, bahwa sering kali kita baru menyadari dan mengerti rencana Tuhan justru sesudah kita melewati penderitaan yang menyakitkan itu. Maka iman seringkali diukur melalui ketahanan melewati semua tantangan tanpa kehilangan keyakinan akan Tuhan. Perjuangan dan semua rasa sakit yang kita alami dapat menjadi parameter, apakah kita pasrah atau tidak pada kehendak Tuhan. Maka prinsip dasar ialah, salib tidak usah dicari, tetapi jika salib itu datang, jalanilah dengan besar hati.

"Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya", kata Pengkotbah (Pkb 3:11). Kita perlu berjuang untuk bebas dari penderitaan yang tidak perlu. Namun tantangan iman yang membuat kita menderita perlu kita hadapi, untuk menjadi bukti kepada dunia, bahwa keselamatan itu ada dan berguna bagi semua orang. (ap)

  1. Mampukah anda mengukur kedalaman relasi anda dengan Bapa?
  2. Adakah pengalaman salib yang membuka mata anda tentang penyertaan Bapa di dalam hidupmu?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31 1 2 3 4
  Selasa, 24 Maret 2015
prapaskah
 
 
BARANGSIAPA MENCINTAI NYAWANYA IA
AKAN KEHILANGAN, BARANGSIAPA TIDAK MENCINTAI NYAWANYA, IA MEMELIHARANYA
   
   
   
 
Bil 21:4-9 | Mzm 102:2-3.16-20 | Yoh 8:21-30

 

Setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandang ular tembaga itu, ia akan tetap hidup (Bil 21:4-9)

Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab disini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!” Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan supaya dijauhkan ular-ular ini dari kami.”
Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu tetaplah ia hidup.

Mazmur Tanggapan (Mzm 102:2-3.16-20; R: 2)

Ref: Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.

  1. Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sedengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
  2. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
  3. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari sorga ke bumi.
 

Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia (Yoh 8:21-30)

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku akan pergi, dan kamu akan mencari Aku; tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Maka kata orang-orang Yahudi itu, “Apakah Ia mau bunuh diri, dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Maka kata mereka kepadaNya, “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka, “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu. Akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar daripada-Nya, itulah yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus, “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diriKu sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaKu. Dan Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadaNya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepadaNya.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge