Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2018
  Masa Prapaskah Pekan 5
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
        1 2
25 26 27 28 29 30 31

Kamis, 22 Maret 2018
 
  St. Zakarias, paus  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Aksi Puasa Pembangunan tak hanya dijalankan sebagai aksi formal dan administratif, tetapi sebagai perwujudan aksi pertobatan yang konkret dalam berbagi dengan sesama, terutama mereka yang miskin dan membutuhkan."
 
 
 
Kej 17:3-9 | Mzm 105:4-9 | Yoh 8:51-59

Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa (Kej 17:3-9)

Pada waktu itu, ketika Allah menampakkan diri, Abram bersujud. Allah berfirman kepadanya, “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau. Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kini kaudiami sebagai orang asing; seluruh tanah Kanaan ini akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” Lagi firman Allah kepada Abraham, “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.”

 
SEORANG teman diam-diam menguping pembicaraanku tentang dirinya, dalam obrolan dengan seorang teman lain. Kami berbicara tentang kontribusinya yang besar di dalam membangun relasi dengan umat beragama lain. Berkat relasi itu, pemerintah daerah dan umat beragama lain sangat memberi perhatian kepada karya Gereja. Di sela-sala pertemuan, ia mengajakku berbicara. "Maaf, saya tadi tak sengaja mendengar percakapan kalian tentang diriku", katanya pelan. "Saya tidak pernah berpikir tentang semua itu", lanjutnya, "tapi terima kasih telah menghargai apa yang saya lakukan." Saya percaya, ia bekerja tulus. Bagiku, ketulusan itu perlu dihargai secara tulus pula.

ABRAHAM menjadi model beriman kepada Tuhan dan kebanggaan orang Israel, karena imannya yang tak pernah goyah, walaupun ia sama sekali tidak memiliki dasar untuk percaya. Santo Paulus bahkan secara khsus memuji Abraham, "Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu" (Rom 4:18). Ungkapan Paulus ini jelas merujuk ke pengalaman Abraham dalam pertemuannya dengan Tuhan, ketika Tuhan memetakan perjanjian dengannya (bdk. Kej 17:4; 17:9). Itulah pola iman yang digarisbawahi Yesus namun dengan perspektip lain, bahwa pemenuhan semuanya itu ada dalam Firman Allah yang sudah ada sejak awal penciptaan semesta (Kej 1:3) dan yang kini menjadi manusia (Yoh 1:14). Jika orang Yahudi mau percaya pada yang paling dasariah ini, mereka sesungguhnya sudah beriman seperti Abraham, bapa dan tokoh panutan mereka.

MENGUKUR iman sendiri jauh lebih sulit daripada mengukur iman orang lain, karena setiap orang cenderung menyangkali kelemahan diri. Karena itu kita mengukur iman itu dengan bercermin pada penghayatan iman orang lain, pendapat orang lain, pengalaman perjuangan para kudus, tokoh-tokoh dunia, dan sebagainya; tapi dinilai dengan hati yang jujur dan tulus. Mungkin baik saatnya jujur menilai diri, karena bukan tak mungkin kita lebih banyak menghakimi seperti yang dilakukan orang Yahudi terhadap Yesus. Jika ya, kini saatnya bertobat dan membaharu diri. (ap)

Kobarkanlah iman kami, teguhkanlah harapan kami dan murnikanlah cinta kami, ya Tuhan, agar kami lebih setia melayani Engkau dan sesama. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 105:4-9; R: 8a)

Ref: Selama-lamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.

  1. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
  2. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya; hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, di seluruh bumi berlaku ketetapan-Nya.
  3. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
 

Abraham, bapamu, bersukacita, bahwa ia akan melihat hari-Ku (Yoh 8:51-59)

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Aku berkata kepadamu: Sungguh barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Kata orang-orang Yahudi kepada Yesus, “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan, sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati! Dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?” Jawab Yesus, “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya! Bapa-Ku lah yang memuliakan Aku. Tentang Dia kamu berkata, ‘Dia adalah Allah kami’, padahal kamu tidak mengenal Dia. Sebaliknya, Aku mengenal Dia, dan jika Aku berkata, ‘Aku tidak mengenal Dia’, maka Aku adalah pendosa, sama seperti kamu. Tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya. Abraham, bapamu, bersukacita, bahwa ia akan melihat hari-Ku; ia telah melihatnya dan ia bersuka cita.” Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada Yesus, “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada.” Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge