Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2016
  MASA PASKAH PEKAN 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 1 2 3 4
27 28 29 30 31 1 2
  Kamis, 31 Maret 2016
  Oktaf Paskah
 

MEREKA MASUK KE KUBUR YANG KOSONG;
MELIHAT SEMUANYA ITU LALU PERCAYA,
BAHWA YESUS, SANG GURU, TELAH BANGKIT

 
 
 
 
Kis 3:11-26 | Mzm 8:2a.5-9 | Luk 24:35-48

Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh; tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Kis 3:11-26)

Petrus dan Yohanes menyembuhkan seseorang yang lumpuh. Ketika orang lumpuh yang disembuhkan itu tetapi mengikuti Petrus dan Yohanes, seluruh orang banyak yang sangat keheranan datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata, “Hai orang Israel mengapa kamu heran tentang kejadian itu? Dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan. Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, dan malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh! Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Karena kepercayaan dalam nama Yesuslah, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; kepercayaan itulah yang telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpinmu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di Surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku! Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah nenek moyang kita, ketika ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati, Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.”

 

PENGALAMAN para murid sesudah kebangkitan merupakan campuran dari aneka macam hal. Ada krisis yang diimbangi oleh peneguhan Tuhan, ada alienasi pribadi yang diimbangi dengan kerinduan untuk bersekutu dengan saudara-saudari seiman. Sejumlah pengalaman pra kebangkitan bisa juga dilihat sebagai faktor penunjang krisis dan alienasi ini. Perbuatan Yudas Iskariot pasti menggoncangkan sendi-sendi kepercayaan dan kerja sama tim. Sebagai manusia, mereka bisa saling mencurigai, siapa yang lain selain Yudas? Kecemasan akan penolakan dan penganiayaan dari para pemimpin Yahudi memperkeruh suasana. Karena itu, kedatangan Yesus merupakan jawaban yang tepat untuk memulihkan kembali rasa percaya diri para murid, memperbaiki relasi satu sama lain, mengikis aneka macam kecurigaan dan ketidakpercayaan, hingga membangun persaudaraan baru di atas iman yang juga dibaharui.

Konsolidasi tim dan peneguhan oleh Yesus langsung memberi hasil yang menggembirakan. Pasca Pentekosta, para murid dengan berani bersaksi tentang kebangkitan. "Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan tentang itu kami adalah adalah saksinya", kata Petrus (Kis 3:15). Orang banyak mungkin menyangsikan kesaksian yang diberikan itu, tetapi karena mereka juga melakukan berbagai mujizat dalam nama Yesus, kesangsian itu perlahan-lahan terurai. Setidak-tidaknya banyak orang memutuskan percaya kepada pewartaan mereka, mengabaikan kecenderungan para pemimpin agama yang menolak mereka. Kerja sama manusia disertai peneguhan Tuhan membawa hasil yang istimewa.

Ketika kita bersaksi tentang keselamatan, kita juga berhadapan dengan dunia sekitar yang masa bodoh, menolak, bahkan melawan dan dengan agresip berusaha menghancurkan karya ini. Ada banyak orang tak kuat menghadapi penolakan dan penganiayaan tersebut, sehingga memutuskan untuk meninggalkan kewajiban iman ini. Yang lain berusaha bertahan tetapi hanya untuk membentengi diri, yang lain agresip menyerang balik, tetapi yang lain berusaha secara kreatip membangun dialog di dalam keanekaan. Kita mengambil cara yang sesuai dengan keadaan, tetapi harus selalu berpegang pada kebenaran pokok tentang kebangkitan. (ap)

Tuhan, sebagaimana Engkau meneguhkan para muridMu, teguhkanlah kami hari ini di dalam tugas pelayanan kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 8:2a.5.6-7.8-9; R: 2ab)

Ref: Ya Tuhan, Allah kami, betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi!

  1. Ya Tuhan, Allah kami, apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
  2. Kau ciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kau mahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kau beri dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.
  3. Domba, sapi dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.
 

Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga (Luk 24:35-48)

Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus ditemui oleh Yesus yang bangkit, segera kembali ke Yerusalem. Mereka menceriterakan kepada saudara-saudara apa yang tela terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut, karena menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kamu terkejut, dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu? Lihatlah tangan dan kaki-Ku, Aku sendirilah ini! Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Sambil berkata demikian Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Dan ketika mereka belum juga percaya karena girang dan masih heran, berkatalah Yesus kepada mereka, “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Yesus berkata kepada mereka, “Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam Kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” Lalu Yesus membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Dan lagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge