Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2016
  PEKAN SUCI
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
28 29 1 2 3 4
27 28 29 30 31 1 2
  Rabu, 23 Maret 2016
   
 

TERPUJILAH YANG DATANG SEBAGAI RAJA DAMAI DALAM NAMA TUHAN. DAMAI DI SURGA DAN KEMULIAAN DI TEMPAT YANG TINGGI

 
 
 
 
Yes 50:4-9a | Mzm 69:8-10.21-22.31.33-34 | Mat 26:14-25

Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi (Yes 50:4-9a)

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengarankku untuk mendengar seperti murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku di nodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sungguh, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?

 

SEORANG siswa menyampaikan pendapatnya kepada Guru Agama di kelas, bahwa orang Kristiani harus berterima kasih kepada Yudas Iskariot, karena pengkianatannya itu justru membuat peristiwa salib terjadi. Dengan itu kematian dan kebangkitan Yesus memungkinkan orang-orang beriman mengalami keselamatan. Dalam sharing pengalaman, sang guru agama itu bercerita, bahwa ia hanya mengingatkan murid tersebut, bahwa salib dan kebangkitan itu tetap terlaksana. Kesalahan Yudas ialah ia membiarkan diri dipergunakan oleh iblis untuk membelokkan niat baik yang telah dimilikinya dengan menjadi murid Yesus. Dengan pengkianatannya itu, Yudas keluar dari persekutuan para rasul, sehingga potensi diri yang dimilikinya untuk mewartakan Sabda Tuhan hancur di tangan iblis.

Pengkianatan Yudas Iskariot jelas sebuah pukulan telak bagi persekutuan para murid. Yesus tetap harus menanggung sengsara, wafat dan bangkit demi keselamatan umat manusia. Namun kekompakan para murid yang menjadi generasi penerus dikoyak-koyak oleh perbuatan Yudas. Murid- murid bisa saling mencurigai satu sama lain. Siapa lagi pengkianat selain Yudas? Jika kecurigaan sudah ada, dosa-dosa lain bisa mengikutinya. Inilah cara kegelapan untuk mengoyak-ngoyak perjuangan umat beriman menegakkan Kerajaan Allah. Sebagaimana ia telah menghancurkan relasi tulus manusia dan Tuhan di Taman Eden, demikianlah ia akan berusaha menghancurkan relasi kita dengan Tuhan hari ini, agar kita berpaling dari tugas membangun Kerajaan Allah.

Menyadari rongrongan kegelapan ini, apa tanggapan kita? Pertama-tama, tetaplah teguh berpegang pada janji dan kehendak Tuhan. Yesaya banyak menderita karena penolakan orang Israel, tetapi ia setia pada janji Tuhan, bahwa Tuhan menggunakan dirinya, untuk memberi semangat kepada orang yang letih lesu. Menyadari tujuan luhur ini, Yesaya melihat, bahwa penderitaannya karena ditolak dan dihina orang bukanlah masalah besar, karena kemuliaan dari Tuhan jauh lebih berharga daripada kehormatan yang datang dari manusia. Prinsip inilah yang perlu kita pegang dalam meng- hayati iman. Kita juga ditolak dan dihina karena Kristus, namun setialah pada jalan itu untuk meraih mahkota kemuliaan kekal. (ap)

Tuhan, tabahkankah hati kami untuk menanggung penderitaan karena iman akan Dikau. Buatlah kami berteguh pada jalanMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 69:8-10.21-22.31.33.-34; R: 14cb)

Ref: Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan, jawablah aku pada waktu Engkau berkenan.

  1. Karena Engkaulah, ya Tuhan, aku menanggung cela karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  2. Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia, dan waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.
  3. Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur; Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orangNya yang ada dalam tahanan.

Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! (Mat 26:14-25)

Sekali peristiwa pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Sejak saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
Pada hari pertama dari hari raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Dimanakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru, waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah.
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya, “Bukan akku, ya Tuhan?” Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Akku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!” Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge