Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2016
  MASA BIASA PEKAN 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
  Sabtu, 30 Januari 2016
   
 

ROH TUHAN ADA PADAKU, IA MENGUTUS AKU UNTUK MEMBERITAKAN, BAHWA TAHUN RAHMAT TUHAN TELAH DATANG

 
 
 
 
2 Sam 12:1-7a.10-17 | Mzm 51:12-17 | Mrk 4:35-41

Daud mengaku telah berdosa terhadap Tuhan (2 Sam 12:1-7a.10-17)

Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah. Ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “Ada dua orang dalam suatu kota; yang seorang kaya, yang lain miskin. Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya, dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu; ia merasa sayang mengambil seekor domba dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yagn datang kepadanya itu.”
Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup, orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.” Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu! Beginilah Sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.’ Beginilah sabda Tuhan, ‘Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.” Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu, engkau tidak akan mati. Walaupun demikian pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan.”
Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

JALAN HIDUP Raja Daud itu terbilang istimewa. Ia hanya seorang gembala domba ketika Tuhan mengutus Samuel mengurapinya menjadi raja atas semua orang Israel (1 Sam 16:11-13). Oleh pengurapan itu, tuhan memberi berkat melimpah ke atasnya, sehingga kata dan perbuatannya diinspirasi oleh Roh Tuhan. Berkat penyertaan Tuhan pula ia mengalahkan Goliat, sehingga menuai simpati, kekaguman dan dukungan dari seluruh bangsa (1 Sam 17:48-51). Pada akhirnya, Daud pun menjadi raja dan membawa jaman keemasan bagi bangsa Israel, tujuh tahun memerintah Yehuda dari Hebron dan tiga puluh tiga tahun memerintah seluruh Israel dari Yerusalem (2 Sam 5:4-5). Namun godaan sebagai orang berkuasa ialah memanfaatkan keadaan untuk pemenuhan egoisme pribadi. Ketika ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya, kesalahan Daud menjadi malapetaka.

Menangkal godaan, Yesus memberikan sebuah tekanan, yakni iman yang teguh atas penyelenggaraan Ilahi. Yesus tahu, para murid yang bersama- sama dengan diriNya belum beriman yang teguh. Kesalahan Daud dengan mudah menjadi kesalahan mereka, walaupun dalam bentuk berbeda. Maka mujizat meredakan badai di danau disertai dengan kritikan atas mereka, mengingatkan para murid, bahwa beriman kepada Tuhan tidak boleh setengah-setengah. Iman harus ditegakkan sepenuh keyakinan, sehingga iman itu berdaya guna dan menjadi berkat, baik bagi para murid itu sendiri maupun orang-orang lain di kemudian hari. Pendidikan tahap awal sudah dimulai, tinggal hasil yang membuktikan, apakah pendampingan Yesus itu sungguh bermakna bagi mereka.

Pesan iman ini berlaku bagi semua orang Kristiani masa kini. Dunia modern cenderung memisahkan iman dari hidup sosial, namun orang Kristiani perlu menjadikan iman sebagai inspirasi bagi seluruh hidup. Iman memberi batasan moral untuk diperhatikan, sehingga orang tidak melangkah secara membabi-buta, tetapi dengan cara-cara bermartabat, sejalan dengan nilai- nilai Injil. Kita perlu menghindari godaan memanipulasi kekuasaan dan jabatan untuk kepentingan pribadi, sebaliknya kita menggunakannya sebagai sarana untuk melayani banyak orang. Dengan itu sebagai manusia kita dibenarkan di hadapan Tuhan dan sesama. (ap)

Ingatkanlah kami selalu, ya Tuhan, agar tidak terjerat di dalam hawa nafsu belaka, melainkan berusaha untuk mencari kekudusan.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:12-13.24-25.16-17; R: 12a)

Ref: Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.

  1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
  2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang tela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
  3. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah penyelamatku, maka lidahku akan memahsyurkan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.
 

Angin dan danau pun taat pada Yesus (Mrk 4:35-41)

Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak, dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk; dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepada-Nya?”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge