Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2016
  MASA BIASA PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 31 1
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6
  Selasa, 19 Januari 2016
  Hari 2 pekan doa sedunia untuk persatuan gereja-gereja
 

DENGAN MENGUBAH AIR MENJADI ANGGUR, YESUS MENYATAKAN KEMULIAANNYA DAN MURID-MURIDNYA PERCAYA KEPADANYA

 
 
 
 
1 Sam 16:1-13 | Mzm 89:20.21-22.27-28 | Mrk 2:23-28

Samuel mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya, dan berkuasalah Roh Tuhan atas Daud (1 Sam 16:1-13)

Setelah raja Saul ditolak, Tuhan bersabda kepada Samuel, “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.” Tetapi Samuel berkata,”Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku.” Maka Tuhan bersabda, “Bawalah seekor lembu muda dan katakana, ‘Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan.’ Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kau perbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.” Samuel berbuat seperti yang disabdakan Tuhan, dan tibalah ia dikota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata, “Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?” Jawab Samuel, “Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengurbanan ini.”
Kemudian Samuel menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki, dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu. Lalu mereka itu masuk. Ketika melihat Eliab, Samuel berpikir, “Sungguh dihadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” Tetapi bersabdalah Tuhan kepada Samuel, “Janganlah terpancang pada paras atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Allah melihat hati.” Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel. Tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Dia ini tidak dipilih Allah!” Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata, “Orang ini pun tidak dipilih Tuhan!” Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Semuanya ini tidak dipilih Tuhan.” Lalu Samuel berkata kepada Isai, “Inikah semua anakmu? Jawab Isai, “Masih tinggal yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan domba.” Kata Samuel kepada Isai, “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang kemari.” Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu Tuhan bersabda, “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu, dan mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

PEMAZMUR hari ini menyebut Tuhan sebagai "Gunung Batu Keselamatan", yang memberi gambaran perlindungan Tuhan atas Daud, orang pilihanNya, untuk menjadi pemimpin atas bangsa Israel. Bagaimana Daud dipilih untuk menggantikan Saul digambarkan dengan sangat jelas di dalam Bacaan Pertama, ketika Tuhan mengutus Samuel untuk memilih seorang dari antara anak-anak Isai, menjadi raja menggantikan Saul. Tentu saja itu tidak mudah, karena walaupun seorang raja itu pilihan Tuhan, ketika ia telah berkuasa ia cenderung mempertahankan kekuasaannya dengan aneka cara, termasuk dengan cara menghilangkan nyawa lawan politiknya. Hal itu terbukti di kemudian hari, ketika Saul berusaha untuk membunuh Daud tetapi selalu gagal (bdk. 1 Sam 19:9-10), karena Allah adalah "Gunung Batu Keselamatan" yang selalu melindungi orang pilihanNya.

Dalam perkara Tuhan melindungi umat pilihanNya, Yesus memberi satu pendekatan lain. Bagi Yesus, perlindungan itu dapat juga dalam bentuk pembebasan dari beban aturan yang tidak perlu. Aturan Sabat antara lain yang digugat oleh Yesus, karena Ia melihat, bahwa aturan yang luhur dan dimaksudkan untuk menjauhkan orang-orang Israel dari kecenderungan menomorduakan Tuhan, telah dijadikan senjata ampuh dari kalangan elite Yahudi untuk menekan khalayak ramai. Maka Ia pun membiarkan para murid memetik dan memakan bulir gandum pada hari Sabat. Tindakan ini bukan menggambarkan Yesus tidak menghargai aturan Sabat, tetapi Ia menantang praktek-praktek aturan Sabat yang justru tidak menghargai keluhuran martabat manusia.

Di mata Tuhan, semua orang beriman memiliki hak dan kewajiban yang sama. Semua orang wajib menghormati Tuhan, karena Ia yang berkuasa memberikan segala sesuatu yang diperlukan; Ia juga yang menyiapkan jalan keselamatan agar manusia terbebas dari dosa; dan ketika tiba saat- nya, Ia mengutus Kristus untuk menjadi pemenuh harapan bangsa-bangsa. Karena kesetaraan ini, manusia wajib menghargai pribadi lain, tidak meng- gunakan bakat dan kemampuan untuk merendahkan dan menindas orang lain. Maka prinsip Yesus harus dipegang, bahwa Sabat itu untuk manusia, bukan sebaliknya. Bagi kita aturan itu untuk melayani manusia, bukan sebaliknya. (ap)

Tuhan, Gunung Batu Keselamatanku, jauhkanlah aku dari dosa merendahkan sesama karena rasa banga akan kelebihanku.

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 89:20.21-22.27-28; R: 21a)

Ref: Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku!

  1. Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kau kasihi. Engkau berkata, “Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.
  2. Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.”
  3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.
 

Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat (Mrk 2:23-28)

Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Jawab Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan? Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah, waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung, lalu makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam, dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge