Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Desember 2015
  MASA ADVEN PEKAN 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
29 30 1 2 3 4
27 28 29 30 31 1 2
  Selasa, 8 Desember 2015
  Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda
 

BERTOBATLAH DAN BERILAH DIRIMU DIBAPTIS, MAKA ALLAH MENGAMPUNI DOSAMU DAN SEMUA ORANG AKAN MELIHAT KESELAMATAN

 
 
 
 
Kej 3:9-15.20 | Mzm 98:1-4 | Ef 1:3-6.11-12 | Luk 1:26-38


Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunan wanita ini (Kej 3:9-15.20)

Pada suatu hari, di Taman Eden, setelah Adam makan buah pohon terlarang, Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, "Di manakah engkau?" Ia menjawab, "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada di dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Lalu Tuhan berfirman, "Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab, "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu, "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan! Dengan perutmu lah engkau akan menjalar, dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dia lah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Ziarah Bersama Bunda Kerahiman Ilahi

FIRMAN TUHAN itu ada sejak awal mula. Dengan firman itu Tuhan menjadikan alam semesta. Ketika tiba waktunya, Ia menuliskan firmanNya di atas dua loh batu dan mewariskannya kepada bangsa Israel agar menjadi pedoman hidup mereka. Doa loh batu tersebut diletakkan di dalam Tabut Perjanjian yang lebih dahulu disucikan, sehingga menjadi tanda bagi orang Israel, bahwa Tuhan melindungi mereka dan mereka hendaknya setia pada jalanNya.

Pada saat kegenapan masa penyelamatan tiba, firman itu menjadi manusia dan diam di antara kita. Mempersiapkan kedatangan Mesias ini, tabut perjanjian baru disiapkan, yakni Maria, yang dipilih Tuhan untuk mengandung dan melahirkan Yesus, Sang Penye-lamat. Pengudusan diri Maria merupakan konsekuensi logis dari rencana Tuhan tersebut, yang mempersiapkan jalan yang baik dan benar bagi Anak Manusia, sebelum menyelamatkan manusia lewat sengsara, wafat dan kebangkitan.

Merayakan hari Maria Dikandung Tanpa Noda adalah merayakan pilihan Tuhan atas seorang manusia lemah, yang dikuduskan dan dikuatkan agar mampu berjalan bersama dengan karunia Roh Kudus yang dicurahkan ke atasnya. Kekudusan Maria sejak sebelum dilahirkan sesungguhnya merupakan kehendak Tuhan sendiri. Tahun ini, perayaan tersebut menjadi lebih bermakna, karena pada hari ini Paus Fransiskus secara resmi mem- buka "Tahun Kerahiman Ilahi", yang ditandai dengan pembukaan pintu Basilika Lateran di Roma. Perayaan ini mengingatkan kita akan peranan Maria sebagai Bunda Kerahiman Ilahi, karena melalui jawabannya yang penuh iman, ia membuka pintu bagi terwujudnya kerahiman Ilahi bagi umat manusia. Mari kita memanfaatkan kesempatan untuk merenung belas kasih Tuhan yang sudah kita terima, sekaligus menjadikan diri alat Tuhan untuk menebarkan belas kasihNya. "Bunda Maria, Bunda Kerahiman Ilahi, doakanlah kami!" (ap)

  1. Mengapa Maria layak memperoleh gelar dikandung tanpa noda?
  2. Sejauh mana anda melihat adanya misteri campur tangan Ilahi di dalam ajaran ini?

(c) bbss 2015 aurelius pati soge

Mazmur Tanggapan (Mzm 98:1-4; R: 1ab)

Ref: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib. Keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kananNya, oleh lenganNya yang kudus.
  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari padaNya. Ia telah menyatakan keadilanNya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaanNya terhadap kaum Israel.
  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
 

Di dalam Kristus, Allah telah memilih kita (Ef 1:3-6.11-12)

Saudara-saudara, terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula untuk menjadi anak-anakNya oleh pengataraan Yesus Kristus, sesuai dengan kerelaan kehendakNya, supaya terpujilah kasih karuniaNya yang mulia, yang dikaruniakanNya kepada kita di dalam Dia yang dikasihiNya. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dia lah kami mendapat bagian yang dijanjikan Allah, yakni kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya. Dengan demikian, kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, ditentukanNya supaya menjadi pujian bagi kemuliaanNya.

 

Salam, engkau yang dirahmati, Tuhan sertamu (Luk 1:26-38)

Pada suatu hari Gabriel, malaikat Tuhan, diutus oleh Allah ke sebuah kota di galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yosef dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria. Maka masuklah malaikat itu dan berkata kepadanya, “Salam, engkau yang dirahmati. Tuhan sertamu. Engkau terberkati di antara semua wanita.” Mendengar perkataan itu terkejutlah Maria dan bertanya dalam hati, apakah kiranya arti salam itu. Malaikat itu pun berkata kepadanya, “Jangan takut, Maria, Allah berkenan kepadamu. Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang putera, yang harus kaunamai Yesus. ia akan menjadi besar dan akan disebut Putera Allah yang mahatinggi. Tuhan Allah akan memberi Dia tahta Daud, bapaNya, dan Ia akan memerintah keluarga yakub sampai kekal. KerajaanNya tidak akan berkesudahan.”
Maria berkata kepada malaikat itu, “Bagaimana mungkin ini terjadi, karena aku tidak bersuami?” Jawab malaikat kepadanya, “Roh Kudus akan datang kepadamu dan kekuatan Allah yang mahatinggi akan menaungi engkau. Sebab itu Putera yang kaulahirkan akan disebut Yang kudus, Putera Allah. Juga Elisabet, saudaramu, dalam masa tuanya telah mengandung seorang putera. Dia yang dikatakan mandul, kini dalam bulannya yang keenam. Sebab bagi Allah tidak ada sesuatu yang mustahil.” Maka Maria berkata, “Aku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge