Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2015
  MASA BIASA PEKAN 29
   

Polis Asuransi Keselamatan Kekal

IMAN KITA mengajarkan pentingnya hidup dengan mengandalkan kasih dan penyelenggaraan Tuhan. Tujuannya ialah agar sebagai manusia kita tidak menjadi pongah dan mengabaikan Tuhan. Pada sisi lain, orang bisa salah memahami penyelenggaraan Ilahi, sehingga ia tidak berusaha sama sekali untuk memperjuangkan hidup. Tuhan toh menyiapkan segala sesuatu, untuk apa repot! Benarkah argumen seperti ini?

Menekankan hidup dengan mengandalkan Tuhan, Yesus mendorong para murid untuk membebaskan diri dari keterikatan akan hal-hal fana yang digunakan untuk menjamin hidup. Tentu saja orang tak boleh hidup dalam kemiskinan. Tetapi ketika kekayaan menjadi tujuan, orang lupa akan nilai utama, yakni keselamatan jiwa. Hati yang melekat pada harta tidak memberi ruang bagi Roh untuk berkarya, padahal hanya oleh bimbingan Roh kita dapat sampai pada keselamatan sejati.

Jika kita jujur, kata-kata Yesus ini adalah asuransi yang paling bisa kita andalkan. Polis ini murah, tidak menuntut pembayaran rutin. Yang paling penting ialah membangun iman sebaik-baiknya, agar karunia itu menjiwai segala aspek kehidupan, sehingga apapun yang kita lakukan, tujuan akhir selalu untuk kemuliaan Tuhan dan keselamatan manusia. Dalam semangat inilah kita membangun Gereja Kristus. Dengan berpartisipasi di dalamnya, kita mengharapkan keselamatan dari Tuhan. (ap)

  1. Sesudah sering bermeditasi merenungkan Sabda Tuhan, dapatkah anda mengukur kualitas iman anda?
  2. Apa kecemasan yang sering mengganggu iman anda?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
  Senin, 19 Oktober 2015
     
 

BARANGSIAPA HENDAK MENJADI YANG TERKEMUKA DI ANTARA KAMU, HENDAKLAH IA MENJADI HAMBA UNTUK SEMUANYA

   
   
   
 
Rm 4:20-25 | Luk 1:69-75 | Luk 12:13-21

 

Kita pun dibenarkan karena mengimani Allah (Rm 4:20-25)

Saudara-saudara, terhadap janji Allah Abraham tidak bimbang karena kurang percaya, tetapi sebaliknya, ia malahan diperkuat dalam imannya dan memuliakan Allah. Ia yakin penuh bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang telah dijanjikan-Nya. Maka hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Kata-kata ‘hal ini diperhitungkan kepadanya ‘ tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi untuk kita juga, sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan demi pembenaran kita.

Mazmur Tanggapan (Luk 1:69-75; R: 68)

Ref: Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia mengunjungi umat-Nya.

  1. Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, putera Daud, hamba-Nya. Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
  2. Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita, dan dari tangan semua lawan yang membenci kita. Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
  3. Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita, akan membebaskan kita dari tangan musuh, agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut, dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup kita.
 

Bagi siapakah nanti harta yang kausediakan itu? (Luk 12:13-21)

Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.” Tetapi Yesus menjawab, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?” Kata Yesus kepada orang banyak itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan! Sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.” Kemudian Ia menceriterakan kepada mereka perumpamaan berikut, “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak punya tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku.’ Lalu katanya, ‘Inilah yang akan kuperbuat: Aku akan merombak lumbung-lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!’ Tetapi Allah bersabda kepadanya, ‘Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Bagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?’ Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge