Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Oktober 2015
  MASA BIASA PEKAN 27
   

Sebelum Mengerti Jangan Menghakimi

SEBAGAI imam di dalam Gereja Katolik, banyak kali saya harus mengakui, bahwa kualitas hidup rohani saya banyak kali berada di sejumlah kaum awam saleh yang saya kenal. Sebagai ayah atau ibu keluarga, mereka betul memahami panggilannya, percaya penuh pada Tuhan dan sepenuhnya terbuka pada kehendak dan penyelenggaraan Allah. Mengetahui keadaan ini membuatku terpacu untuk lebih meningkatkan kualitas kerohanianku, sebab hal itu bertumbuh oleh kehendak diri, bukan dari status sebagai imam.

Yesus dengan tegas mencela sikap orang-orang yang menyebut kuasa dalam diriNya berasal dari Beelzebul, ketika ia mengusir setan. Dengan penilaian itu, mereka menempatkan diri sebagai pribadi yang berhak untuk menentukan, seperti apa kualitas rohani seseorang dan bagaimana kadar komunikasinya dengan Tuhan. Mungkinkah seseorang mampu mengukur iman orang lain dan daya-daya rohani yang dimilikinya? Tentu saja tidak, tetapi orang-orang Yahudi itu bahkan berani menyebut Yesus sebagai anak buah Beelzebut! Mereka justru menjadi sombong dalam kerohaniannya, yang justru jadi lahan empuk bagi iblis untuk bekerja.

Ketika kita berada dalam kebimbangan iman, sebagai akibat sikap suka atau tidak suka terhadap seseorang, alangkah baiknya kita tidak terlalu cepat menghakimi, karena dengan menghakimi kita menempatkan diri sebagai lawan. Andaikata penghakiman itu salah, relasi yang terlupa sulit untuk dipulihkan kembali. Karena itu, seperti Yesus hendaknya kita ber- sikap terbuka pada jalan Tuhan. Apa jalan yang ditentukanNya, kita ikuti dengan sepenuh hati, agar baik diri kita maupun sesama yang kita layani sama-sama memperoleh sukacita keselamatan. (ap)

  1. Pernahkah anda menghakimi orang yang berbuat baik? Alasannya?
  2. Apakah terganggu relasinya? Bagaimana anda memperbaikinya?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
27 28 29 30 1 2
25 26 27 28 29 30 31
  Jumat, 9 Oktober 2015
     
 

BIARKANLAH ANAK-ANAK DATANG KEPADAKU, SEBAB ORANG SEPERTI MEREKALAH YANG MEMILIKI KERAJAAN ALLAH

   
   
   
 
Yl 1:13-15; 2:1-2 | Mzm 9:2-3.6.16.8-9 | Luk 11:15-26

 

Hari Tuhan yang gelap gulita dan kelam kabut (Yl 1:13-15; 2:1-2)

Hai para imam, kenakanlah pakaian kabung dan mengeluhlah. Merataplah, hai para pelayan mezbah. Masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah lama di rumah Allahmu tiada kurban sajian dan kurban curahan. Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya. Kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah Tuhan, Allahmu, dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari Tuhan datang, sebab hari itu sudah dekat. Suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat. Seperti fajar, di atas gunung-gunung terbentanglah suatu bangsa yang besar dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu, turun-temurun, pada masa yang akan datang.

Mazmur Tanggapan (Mzm 9:2-3.16.8-9; R: 9a)

Ref: Tuhan menghakimi dunia dengan adil.

  1. Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.
  2. Engkau menghardik bangsa-bangsa, dan telah membinasakan orang-orang fasik; dan nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya. Bangsa-bangsa terbenam dalam lubang yang dibuat-Nya, kakinya terperangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.
  3. Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan, dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
 

Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka Kerajaan Allah sudah datang kepadamu (Luk 11:15-26)

Sekali peristiwa, setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, kepala setan.” Ada pula yang mencobai Dia dan meminta tanda dari surga. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah, pasti binasa. Dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jika Iblis juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertahan? Sebab kalian berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusir setan? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya, amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
"Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia mengembara di tempat-tempat yang tandus mencari perhentian; dan karena tidak mendapatnya, ia berkata, ‘Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.’ Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan tinggal di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge