Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2014
  MASA BIASA PEKAN 33
   
Ukuran yang kita pakai tidak selamanya cocok untuk orang lain

AKHIR-AKHIR ini kita diganggu oleh banyaknya gerakan sektarian yang anti pluralitas masyarakat, anti toleransi, anti keberagaman. Sikap eksklusip dan fanatik ini cenderung memaksakan kehendak kepada semua orang. Ukuran yang mereka pakai diwajibkan untuk semua orang, dan setiap orang yang berada di luar itu, terutama yang berseberangan dengan mereka, dianggap sebagai lawan yang harus disingkirkan, kalau perlu dihabisi.

Bertolak dari konsep yang berbeda, yakni tidak mengimani kebangkitan, orang-orang Saduki datang kepada Yesus untuk bertanya tentang hidup sesudah kebangkitan. Namun paradigma yang dipergunakan ialah hidup saat ini. Yesus menolak paradigma tersebut, karena hidup pasca kebangkitan sama sekali tidak terkungkung oleh ruang dan waktu, tidak dibatasi oleh raga yang dapat mati. Hidup pasca kebangkitan serupa dengan para malaikat, karena dimensi jasmaniah manusia ditransformasi oleh Allah menjadi raga surgawi, yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Yesus hadir di tengah murid-murid sesudah kebangkitan, nyata dan dapat dialami secara langsung, tetapi di saat yang sama ia tidak lagi terkungkung dalam keterbatasan manusia.

Sikap yang ditampilkan oleh kaum Saduki ini dalam bahasa modern kita sebut sebagai atheisme praktis. Secara formal, mereka adalah orang ber- agama, karena mereka percaya dan menghayati Taurat Musa, tetapi tidak melewati dimensi manusiawi, karena mereka tidak percaya pada kehidupan kekal. Gejala atheisme praktis secara konsisten melanda hidup kita di saat ini. Secara formal kita orang Kristiani, percaya kepada Kristus, hidup menurut nilai-nilai Injil, tetapi iman kepada kebangkitan dan kehidupan pasca kematian masih perlu ditata lebih lanjut. Hidup kita sering tidak mencerminkan kerinduan akan kehidupan kekal. Kita hidup seakan-akan tak ada kebangkitan. Akibatnya, tingkah laku dan tutur kata kita sangat diwarnai oleh nilai-nilai material semata-mata. Mari kita menyadarinya agar tidak sampai terjebak menjadi kaum beragama tapi tanpa iman. (ap)

  1. Apa bahaya yang paling mengancam iman anda saat ini?
  2. Apakah ada pengaruh dari hidup material yang anda miliki? Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
26 27 28 29 30 31
23 24 25 26 27 28 29
1
2
3
4 5 5
  Sabtu, 22 November 2014
 
St. Sisilia, perawan dan martir
 

ENGKAU TELAH SETIA DALAM PERKARA KECIL, AKU AKAN MEMBERIKAN TANGGUNG JAWAB KEPADAMU DALAM PERKARA BESAR

   
   
   
 
Why 11:4-12 | Mzm 144:1-2.9-10 | Luk 20:27-40

 

Kedua nabi telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi (Why 11:4-12)

Aku, Yohanes, mendengar suatu suara yang berkata, “Lihatlah kedua saksiku ini. Mereka itulah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Jika ada orang yang hendak menyakiti keduanya, keluarlah api dari mulut mereka dan menghanguskan semua musuh mereka. Jika ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara demikian. Kedua saksi itu mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat. Dimilikinya pula kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali dikehendakinya. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksiannya, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. Mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka di salibkan. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku, bahasa dan kaum melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak akan memperbolehkan mayat itu dikubur. Dan para penduduk bumi akan bergembira dan bersukacita atas kedua saksi itu. Mereka akan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi. Tetapi tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam kedua orang itu sehingga mereka bangkit. Semua orang yang melihat mereka menjadi takut. Dan orang-orang itu akan mendengar suara yang nyaring dari surga berkata kepada mereka, “Naiklah kemari!” Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

Mazmur Tanggapan (Mzm 144:1-2.9-10; R: 1a)

Ref: Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!

  1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
  2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung! Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
  3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!
 

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup (Luk 20:27-40)

Pada suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini. Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya. Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak. Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga, dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu. Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak. Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu? Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristrikan dia.” Berkatalah Yesus kepada mereka, “Orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena di hadapan Dia semua orang hidup.” Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, “Guru, jawabanMu itu tepat sekali!” Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge