November 2014 |
|
MASA BIASA PEKAN 33 |
|
|
|
| |
|
| Karunia yang kita peroleh adalah penghargaan dari Tuhan atas diri kita |
MENGHARGAI keluarga sendiri serta menjaga nama baik semua anggota keluarga selalu ditekankan oleh orang tuaku dalam pendidikan, terutama di masa kecilku. Pertama, sangat ditekankan perilaku yang baik, karena salah dalam tingkah laku akan mendatangkan malu bagi seluruh keluarga. Kedua, pembicaraan dalam keluarga bukan menjadi bahan ceritera bagi teman. Harus bisa mengatakan tidak walaupun teman atau orang lain mendesak untuk diceriterakan. Ketiga, orang lain tidak akan menghargai keluarga kita jika kita sendiri tidak menghargai diri kita sendiri. Karena itu, sopan santun dalam hidup setiap hari harus diperhatikan. Sebagai anak-anak, nasehat- nasehat itu seringkali tidak didengar, tetapi setelah dewasa, saya sadar, bahwa petuah-petuah orang tua itu benar adanya.
Perumpamaan tentang talenta memberi gambaran tentang penghargaan Tuhan atas diri kita. Sebetulnya Tuhan dapat melakukan segala sesuatu dari diriNya sendiri, namun karena Ia telah menciptakan kita, Ia memberi peranan kepada kita untuk ikut serta menata dunia. Penghargaan itu di- umpamakan sebagai talenta yang harus dikembangkan. Masing-masing orang diberi menurut kemampuannya. Hamba pertama dan kedua dengan terbuka menanggapi dan mengembangkan karunia itu. Mereka mengetahui sebesar apa kemampuannya, dan dari kemampuan itu mereka memberikan yang terbaik. Hamba ketiga merasa diperlakukan tidak adil, padahal ia masih diberi peluang, walaupun kecil, untuk turut serta dalam karya tuan- nya. Ternyata ia tidak menghargai kemampuannya sendiri, malahan ia tenggelam dalam rasa kasihan diri dan melalaikan kesempatan untuk berkembang. Maka di akhir hari, ia memang tidak layak untuk masuk ke dalam persekutuan dengan tuannya. Ia tidak berhak memperoleh peng- hargaan, karena dengan tidak menghargai karunia tuannya, ia sesungguh- nya tidak menghargai dirinya sendiri.
Jika kita memandang setiap karunia dari Tuhan adalah bentuk penghargaan, maka sebetulnya tidak ada alasan bagi kita untuk bermalas-malas. Setiap upaya untuk mengembangkan karunia dari Tuhan bukan hanya menjadi tanda penghargaan bagi Tuhan tetapi juga penghargaan bagi diri sendiri. Kita tampil sebagai pribadi yang mau bekerja, berjuang untuk maju dengan kemampuan yang kita miliki. Di dalam perjuangan itu kita bekerja sama dengan orang-orang lain. Di sini kita dapat menjadi penggerak bagi sesama, sehingga mereka juga tergerak untuk berjuang keras. Dengan menjadi motivator bagi orang lain, kita mengubah karunia Tuhan yang kita terima menjadi karunia Tuhan bagi sesama. Maka Tuhan pun kini berkarya melalui kita. Di sini kita menempatkan diri sebagai manusia yang bermartabat di tengah komunitas, baik masyarakat umum maupun umat beriman. Buah-buah keselamatan yang diperoleh jelas tidak hanya berguna bagi diri kita tetapi juga bagi orang lain yang berada di seputar kita. (ap)
- Menurut anda, apa talenta khas yang dipercayakan Tuhan kepada anda untuk dikembangkan?
- Apakah talenta tersebut juga menjadi berkat bagi sesama? Apa bentuk berkat bagi sesama tersebut?
(c) 2014 aurelius pati soge |
 |
| REFLEKSI BULAN INI |
Mg |
Sn |
Sl |
Rb |
Km |
Jm |
Sb |
| 26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
31 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| 23 |
24 |
25 |
26 |
27 |
28 |
29 |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
5 |
|
|
Minggu, 16 November 2014 |
|
|
| |
|
|
| |
ENGKAU TELAH SETIA DALAM PERKARA KECIL, AKU AKAN MEMBERIKAN TANGGUNG JAWAB KEPADAMU DALAM PERKARA BESAR
|
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
Ams 31:10-13.19-20.30-31 | Mzm 128:1-5 | 1Tes 5:1-6 | Mat 25:14-30
|
|
|
|
Ia senang bekerja dengan tangannya
(Ams 31:10-13.19-20.30-31)
Isteri yang cakap, siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Isteri yang cakap berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jemarinya memegang alat pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Kemolekan adalah bohong, dan kecantikan adalah sia-sia; tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
|
|
Mazmur Tanggapan (Mzm
128:1-5)
Ref:
Berbahagialah yang mendiami Rumah Tuhan.
- Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkannya. Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu.
- Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu.
- Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.
|
|
Jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri (1 Tes 5:1-6)
Saudara-saudara, tentang zaman dan masa kedatangan Tuhan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri di waktu malam. Apabila mereka mengatakan bahwa semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan menimpa mereka seperti seorang perempuan hamil ditimpa oleh sakit bersalin. Pasti mereka takkan terluput! Tetapi, saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam kegelapan. sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu, janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadarlah! |
|
Karena engkau setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu (Mat 25:14-30)
Pada suatu hari, Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-muridNya. “Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua dan seorang yang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya. Lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu dan memperoleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta pun berbuat demikian dan mendapat laba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
Lama sesudah itu, pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta datang dan membawa laba lima talenta. Ia berkata, ‘Tuan, lima talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah memperoleh laba lima talenta!’ Maka kata tuannya kepadanya, ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik dan setia! Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.’ Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta, katanya, ‘Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah mendapat laba dua talenta!’ Maka kata tuan itu kepadanya, ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik dan setia! Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.’
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata, ‘Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia kejam, yang menuai di tempat yang Tuan tidak menabur, dan memungut di tempat Tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah. Ini, terimalah milik Tuan!’ Maka jawab tuannya itu, ‘Hai engkau, hamba yang jahat dan malas! Engkau tahu bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur dan memungut di tempat aku tidak menanam. Seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, sehingga sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu, ambillah talenta itu dari padanya dan berikan lah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai akan diberi sampai ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun yang ada padanya akan diambil. Dan buanglah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sana akan ada ratap dan kertak gigi.”
|
|
|
|
|
HARI SEBELUMNYA | INDEX | HARI BERIKUTNYA |
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta) |
|