Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2014
  MASA BIASA PEKAN 25
   
Mengapa anda irihati kepada sesama?

KEBIASAAN subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat tidak selamanya membuahkan hasil yang positip. Pada tahap awal, subsidi itu sangat membantu masyarakat yang tidak sanggup bersaing dengan pihak lain atau negara lain yang mampu. Negara wajib melindungi masyarakatnya dari caplokan orang-orang atau negara-negara dan perusahaan-perusahaan yang serakah. Namun pada sisi lain, subsidi yang berkepanjangan mem- buat masyarakat lupa, bahwa sesungguhnya ia dibantu untuk mengangkat martabatnya sendiri. Jika ia sudah mampu, ia harus bisa menopang dirinya sendiri dan siap berkompetisi dengan orang-orang lain.

Permumpamaan tentang pekerja-pekerja di kebun anggur sedikit memberi gambaran, bagaimana orang-orang sering kali tidak melihat rahmat Tuhan sebagai karunia melainkan sebagai hak yang dapat ia tuntut. Para pekerja dapatlah diumpamakan sebagai kelompok orang yang mampu, yang dapat menopang dirinya sendiri walaupun ada banyak tekanan. Mereka dapat hidup sedinar sehari, karena mereka memiliki basis untuk itu. Tetapi orang- orang lain yang disuruh tuan kebun untuk ikut bekerja tidak dapat disamakan dengan golongan tersebut. Mereka adalah orang-orang yang tidak dapat menopang dirinya sendiri. Saat ini mereka harus ditolong sepenuhnya oleh Tuhan, untuk ditempa secara tepat, sehingga sekali waktu ia mampu menolong dirinya sendiri, dan mungkin dengan itu dapat juga menolong orang lain.

Siapa kita dan di mana posisi kita dalam perkara ini? Pada satu sisi, kita adalah makhluk Tuhan yang lemah yang tetap membutuhkan bantuan rahmat Tuhan. Dengan bantuan rahmat tersebut, kita mampu menata hidup dan berkembang, sehingga akhirnya kita dapat menopang diri sendiri. Kita mensyukuri rahmat Tuhan tersebut dan mengakui, betapa besar peranan Tuhan di dalam hidup kita. Namun di saat yang sama, andaikata Tuhan memutuskan untuk memberi rahmat seperti yang kita terima kepada orang lain, kita tak bisa menolak, bahkan iri hati. Di sini problema sering muncul, karena banyak orang tidak bisa menerimanya. Kita bahkan berusaha untuk menjegal pencapaian sesama kita, karena menurut penilaian kita mereka tidak bekerja sekeras kita. Lalu kita menolak dan mempertanyakan sikap adil dari Tuhan. Bukankah kita sudah menerima banyak dari Tuhan? Mengapa kita tetap menuntut yang lebih lagi? Baiklah kita menyadari hal ini, agar tidak sampai menjadi sandungan bagi sesama.(ap)

  1. Apa reaksi spontan anda ketika melihat sesamamu berhasil?
  2. Pernahkah sikap irihati membuat anda berlaku tidak bijaksana dan menghancurkan hidup anda sendiri?

(c) 2014 aurelius pati soge


the road in the vineyard
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
1
2 3 4
  Minggu, 21 September 2014
wovy'
 
 

DEMIKIANLAH ORANG YANG TERAKHIR MENJADI YANG TERDAHULU DAN YANG TERDAHULU MENJADI YANG TERAKHIR

   
   
   
 
Yes 55:6-9 | Mzm 145:2-3.8-9.17-18 | Flp 1:20c-24.27a | Mat 20:1-16a

 

RancanganKu bukanlah rancanganmu (Yes 55:6-9)

Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepadaNya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya. Baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengasihaninya; baiklah ia kembali kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpah. “Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu”, demikian firman Tuhan. “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah jalanKu menjulang di atas jalanmu, dan rancanganKu di atas rancanganmu.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 145:2-3.8-9.17-18)

Ref: Tuhan mendengarkan doa orang beriman.

  1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan dan sangat terpuji; kebesaranNya tidak terselami.
  2. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setiaNya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya.
  3. Tuhan itu adil dalam segala jalanNya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatanNya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan.
 

Bagiku hidup adalah Kristus (Flp 1:20c-24.27a)

Saudara-saudara, dengan nyata Kristus dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus, ini memang jauh lebih baik; tetapi demi kamu lebih berguna aku tinggal di dunia ini. Maka hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus.

 

Iri hatikah engkau karena aku murah hati? (Mat 20:1-16a)

Sekali peristiwa, Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-muridnya. “Hal Kerajaan Surga itu sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah sepakat dengan para pekerja mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka, ‘Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku, dan aku akan memberimu apa yang pantas.’ Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga sore ia keluar pula dan berbuat seperti tadi. Kira-kira pukul lima sore ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula; lalu katanya kepada mereka, ‘Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?’ Jawab mereka, ‘Tidak ada orang yang mengupah kami.’ Kata orang itu, ‘Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.’
Ketika hari sudah malam, berkatalah tuan itu kepada mandurnya, ‘Panggillah sekalian pekerja itu dan bayarlah upahnya mulai dari yang masuk terakhir sampai kepada yang masuk terdahulu.’ Maka datanglah mereka, mulai dari yang bekerja kira-kira pukul lima sore, dan mereka masing-masing menerima satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu. Mereka mengira akan mendapat lebih besar. Tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya, ‘Mereka yang masuk paling akhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.’ Tetapi tuan itu menjawab salah seorang dari mereka, ‘Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadapmu. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah! Aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?’ Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu menjadi yang terakhir.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge