Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2014
  MASA BIASA PEKAN 24
   
Siapa dirimu di hadapan Tuhan saat ini?

BERKEBUN di halaman rumah sendiri selain merupakan relaksasi yang sangat bermanfaat, juga menjadi kesempatan untuk belajar tentang tanah dan pertanian dalam skala kecil. Prinsipnya memang selalu sama, yakni benih yang baik kalau ditanam di tanah yang baik, akan memberi hasil yang menggembirakan semua orang. Selain itu, orang juga perlu mengetahui medium mana yang cocok untuk tanaman apa. Anggrek itu sangat indah, tetapi tidak pernah cocok ditanam di tanah humus yang subur. Ia cocok bertumbuh di kayu kering atau tumpukan arang. Tanaman kaktus justru lebih indah di tanah berbatu-batu. Bunga bougenvile lebih meriah dan banyak bunganya justru di tanah kering yang kurang air.

Perumpamaan tentang penabur memberi pesan, bahwa Tuhan menebarkan benih Sabda kepada semua orang. Tanggapan masing-masing orang akan menjadi ukuran, apakah dia umat yang setia dan berkarya bagi Kerajaan Allah, atau sekedar umat yang hidup tanpa perhatian pada kehendak Tuhan. Saya yakin, Tuhan menghargai setiap kualitas pribadi manusia, walaupun itu kecil sekalipun. Jika bakat yang kecil itu diberdayakan secara maksimal, maka firman yang dicurahkan Tuhan pun bertumbuh dan menghasilkan. Ingat senantiasa, Tuhan tetap menghargai hamba yang menghasilkan dua talenta dari dua talenta yang diberikan.

Tugas apa pun yang diberikan Tuhan, kita semua perlu menggali segala potensi yang kita miliki. Setiap karunia dari Tuhan adalah tugas yang harus dijalankan sebaik mungkin. Setiap tanggung jawab yang dijalankan dengan baik akan menjadi berkat bagi sesama, sekecil apapun. Yang penting, kita semua selalu berada di jalan keselamatan yang disiapkanNya. Hanya dengan itu, kita dapat memberi sumbangan maksimal bagi kemuliaanNya dan keselamatan sesama. (ap)

  1. Apa tugas menabur benih yang diberikan Tuhan kepada anda?
  2. Apa kualitas iman dan kreativitas yang dituntut untuk dapat mewujudkan tugas itu secara maksimal?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
31 1 2 3 4 5
1
2 3 4
  Sabtu, 20 September 2014
 
 

SETIAP ORANG YANG PERCAYA KEPADANYA TIDAK BINASA MELAINKAN BEROLEH KEHIDUPAN YANG KEKAL

   
   
   
 
1 Kor 15:35-37.42-49 | Mzm 56:10-14 | Luk 8:4-15

 

Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan (1 Kor 15:35-37.42-49)

Saudara-saudara, mungkin ada orang bertanya, “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apa mereka akan datang kembali?” Hai orang bodoh! Benih yang kautaburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, jika tidak mati dahulu. Dan yang kautaburkan itu bukanlah rupa tanaman yang akan tumbuh, melainkan biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain. Demikian pulalah halnya dengan kebangkitan orang mati: Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan; ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan; ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Seperti ada tertulis, “Manusia pertama, Adam, menjadi makhluk yang hidup.’ Tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, melainkan yang alamiah; barulah kemudian yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani; manusia kedua berasal dari surga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan yang berasal dari debu tanah, dan makhluk-makhluk surgawi sama dengan Dia yang berasal dari surga. Jadi seperti kini kita mengenakan rupa dari manusia duniawi, demikian pula kita akan mengenakan rupa dari yang surgawi.

Mazmur Tanggapan (Mzm 56:10-14; R: 14b)

Ref: Aku berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.

  1. Musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin bahwa Allah berpihak kepadaku.
  2. Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Tuhan, yang sabda-Nya kujunjung tinggi, kepada-Nya aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
  3. Nazarku kepada-Mu ya Allah, akan kupenuhi, dan syukur akan kupersembahkan kepada-Mu. Sebab Engkau telah meluputkan daku dari maut, dan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; sehingga aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.
 

Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati, dan menghasilkan buah dalam ketekunan (Luk 8:4-15)

Banyak orang datang berbondong-bondong dari kota-kota sekitar kepada Yesus. Maka Yesus berkata dalam suatu perumpamaan, “Adalah seorang penabur keluar menaburkan benih. Waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak-injak orang dan dimakan burung-burung di udara sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan tumbuh sebentar, lalu layu Karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, sehingga terhimpit sampai mati oleh semak-semak yang tumbuh bersama-sama. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dan berbuah seratus kali lipat.” Sesudah itu Yesus berseru, “Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah mendengar.”
Para murid menanyakan kepada Yesus maksud perumpamaan itu. Yesus menjawab, “Kalian diberi kurnia mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi hal itu diwartakan kepada orang lain dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah Sabda Allah. Yang jatuh di pinggir jalan ialah orang yang telah mendengarnya, kemudian datanglah Iblis, lalu mengambil sabda itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ialah orang yang setelah mendengar sabda itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar. Mereka hanya percaya sebentar saja dan dalam masa percoban mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri, ialah orang yang mendengar sabda itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda iitu dan menyimpannya dalam hati yang baik, dan menghasilkan buah dalam ketekunan.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge