Home | News | Opinion | Contact Us
head
Graha Wacana, SVD Family Centre, Ledug - Jawa Timur: 26 - 29 Mei 2015

 

"Dengan memulai proses pembaharuan diri ini, kita sedang menggoncang kemapanan yang kita hidupi selama ini. Paus Fransiskus mengatakan, bahwa gereja perlu bergerak dari zona nyaman menuju kawasan pinggir (Evangelii Gaudium 20) untuk mewartakan kasih Kristus kepada dunia. Bergerak bersama seluruh Gereja, komunitas misi Provinsi SVD Jawa bertekad untuk mengambil bagian dalam peziarahan gereja sejagat tersebut." (Kapitel Provinsi XII, no. 33)

 

 

 


Sekretariat:
Pekerjaan Tak Mungkin Selesai Tanpa Mereka

Tim sekretariat dan pembantu umum memmantau sidang

 

IDE BOLEH CEMERLANG, sistem kerja yang dibangun boleh strategis, kerja sama semua lini boleh sempurna, tetapi tak akan ada hasil yang membesarkan hati jika tak ada tim penunjang yang memadai. Adagium kuno mengatakan, keberhasilan seseorang itu merupakan buah komitmen dari banyak pihak. Paradigma tua ini sangat relevan dengan realitas Kapitel XII ini. Mari kita simak peranan penting saudara-saudara ini: Br. Antonius Made Purnawan, P. Dionisius Damis dan P. Fredy Parera.

TIGA PERANAN penting dijalankan oleh saudara-saudara yang tekun berkarya di balik layar sebagai tim penunjang, yakni sekretariat, dokumentasi dan liturgi. Setiap acara perlu didokumentasi dalam bentuk notulen dan fotografi. Br. Purnawan dan P. Parera dengan tekun mencatat seluruh proses dan membuat notulensi, sementara P. Damis membantu kalau perlu dan lebih memusatkan perhatian pada dokumentasi foto.

 
 

Sekretariat

Satu unsur penting yang menjamin terlaksananya kapitel dengan baik ialah sekretariat, karena seluruh proses kapitel harus didokumentasi secara tertulis dan dikirim ke Jendralat SVD di Roma. Selain menjadi tugas sekretaris kapitel yang memantau secara keseluruhan, tugas notulensi tersebut ada di tangah sekretariat kapitel. Br. Made Purnawan, P. Fredy Parera dan P. Dionius Damis, bertanggung jawab atas tugas tersebut. Notulensi lengkap di-review oleh sekretaris kapitel sebelum diajukan ke forum untuk disetujui. Ada yang disetujui dengan koreksian, yang lain disetujui tanpa koreksian. "Untuk apa semua ini", komentar salah seorang peserta. Pertama-tama, tentu saja untuk melayani tuntutan administrasi dari Jendralat. Namun yang paling penting adalah membuat catatan sejarah. Di masa-masa yang akan datang, dokumentasi lengkap kapitel ini dapat menjadi bahan studi yang menarik bagi generasi muda, baik internal misionaris SVD maupun akademisi umum yang tertarik pada karya-karya misi, pengembangan spiritualitas dan aneka bidang lain yang berkaitan dengan kehidupan gereja dan masyarakat.

 

Dokumentasi

Di era digital seperti sekarang ini, proses dokumentasi menjadi jauh lebih mudah. Di masa lalu, dokumentasi foto analog boleh dikatakan mahal. P. Damis, dengan dilengkapi kamera digital canggih, berperanan mendokumentasikan setiap peristiwa dalam kapitel ini. Foto-foto yang menghiasi laman-laman kapitel ini adalah hasil jeprpetannya. Kredit istimewa perlu diberikan kepada kejeliannya memanfaatkan kesempatan dan merancang skema fotografi. Bagi sejumlah kalangan, fotografi masa sekarang tidak lagi terlalu membutuhkan keahlian karena bisa diedit dengan program komputer. Walaupun demikian, kepekaan fotografer masih tetap menjadi andalan, untuk bisa menghasilkan gambar yang memberi pesan, yang berbicara dari ilustrasinya sendiri. Seluruh dokumentasi kapitel ini malah bisa menghasilkan satu essay foto yang di masa depan dapat berceritera banyak kepada generasi berikut tentang pergumulan hidup dan misi lintas budaya.

  P. Dionisius Damis: essay foto masa depan...
  Perayaan Ekaristi di kapela Graha Wacana  

Liturgi

Kapitel ini tidak hanya dilihat sebagai arena kongres untuk menetapkan kebijakan dasar hidup dan misi lintas budaya di provinsi ini, melainkan sebuah komunitas dalam arti sesungguhnya. Kita hidup dan bekerja bersama-sama selama beberapa hari. Semua menyadari, bahwa jantung hidup komunitas adalah Ekaristi (Konst. 302), yang ditunjang oleh wujud-wujud aktivitas rohani yang lain. Kita berbagi hidup dari Sabda dan Sakramen, serta menumbuhkan kebersamaan, baik di meja makan, ruang rekreasi, maupun di ruang perjamuan Tuhan. Tim sekretariat juga menjadi koordinator liturgi selama hari-hari kapitel, sehingga para samasaudara dari berbagai komunitas yang berbeda bisa membagikan kekayaan rohaniah yang dimilikinya. Walaupun wujud-wujudnya sederhana, namun sesungguhnya liturgi menjadi sebuah pesan mendalam akan pentingnya berhimpun di seputar meja Tuhan, menyadari diri sebagai saudara-saudara seperutusan, menjembatani perbedaan-perbedaan etnis, bahasa dan budaya, hingga membentuk komunitas lintas budaya yang sungguh-sungguh memberi inspirasi bagi setiap anggota, bagi hidup dan perutusannya di masa depan.

 

Dan akhirnya apresiasi yang tinggi layak juga diberikan kepada segenap staf Graha Wacana: SVD Family Centre, Ledug, yang menjadi tulang punggung penjaga garis belakang akomodasi. Fasilitas yang bersih, makanan-makanan yang disiapkan pada waktunya, peralatan-peralatan seperti sound system, proyektor powerpoint show, pengaturan dan pemeliharaan ruang pertemuan, serta aneka hal yang membuat acara ini berjalan dengan baik dan menyenangkan semua pihak. Kredit terbesar diberikan kepada Asisten Umum kapitel, P. Elenterius Bon, yang menjadi pemimpin unit karya Graha Wacana. Tak lupa semua karyawan di dapur, binatu, sopir, tukang kebun, satpam, dan sebagainya. Tanpa peranan semua pihak ini, pekerjaan besar ini tidak akan selesai. (ap)

               
         


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge